
Di sudut rumah yang berbeda dia insan yang akan melangsungkan pernikahan besok sedang termenung, danu dan ara masih memikirkan kado misterius itu,
atas permintaan papa, ara sudah libur hari ini, resto juga di tutup 3hari ke depan karna akan mempersiapkan menu untuk acara besok,
danu belum libur, 10 menit lagi ia akan melakukan operasi, sejak kemarin seorang ibu yang akan bertaruh nyawa itu sudah masuk rawat inap, menyiapkan mental dan syarat syarat sebelum terjadi nya operasi,
danu sudah memakai baju steril nya,
suster menyiapkan segala keperluan nya,
pasien sudah masuk ke ruangan,
dr misca melakukan anestesi pada pasien, setelah memastikan pasien merasa kehilangan daya rasa nya,
mereka berkumpul, seperti biasa, bersiap melakukan tindakan operasi, entah ini operasi ke berapa puluh kali setelah danu menjadi dokter,
mereka melakukan doa bersama, meminta kelancaran dan kemudahan pada operasi ini,
mereka memulai, sayatan demi sayatan di lakukan,
danu melemparkan candaan agar mereka tidak tegang,
" kalo jagoan lagi gimana nih bu? "
"ga gimana gimana dok, jadi 4 deh jagoan nya"
danu tau, ini kehamilan pasien nya yang ke tiga, hasil USG menyatakan bahwa di dalam sini terdapat bayi kembar dengan jenis kelamin berbeda.
"tutup buku apa mau lanjut nih bu? “
" udah dok 4 aja" (si ibu membalas sambil tertawa kecil) "
"dua lagi lah bu, biar rame"
"MasyaAllah dok, nikmat sekali"
danu tersenyum.
ia ingin memiliki 5anak jika Tuhan memberikan nya rezeki, diam diam dalam hati nya bergumam..
mata nya memanas, ketika melihat bayi kecil telah berhasil di keluarkan,
"ini aa" kata danu, membuat dr misca tersenyum senang,
"tampan sekali" ucap nya menerima bayi mungil di tangan nya, danu memotong tali ari nya,
"satu lagi, ya ini teteh"
__ADS_1
"alhamdulillah ya Allah" si ibu terdengar menangis
ia harus di operasi , karna saat USG 3hari lalu air ketuban nya sudah berkurang, HPL lewat namun belum ada tanta tanda kontraksi,
danu tidak menyarankan untuk induksi, karna bayi kembar ini takut kesulitan keluar karna air ketuban nya semakin berkurang, seperti nya rembes saat sang ibu buang air kecil,
danu mengangkat lagi bayi ke dua, memotong lagi ari ari nya, perawat memandikan bayi kembar itu, giliran para dokter membereskan hasil bedahan di kulit sang ibu,
"bu, mau sekalian sedot lemak ga? " danu lagi lagi melemparkan candaan
"ya Allah dokter, nanti lah kalo saya sudah lepas menyusui"
danu tertawa, tau apa maksud si ibu itu, biasa nya ibu menyusui akan cepat lapar dan melupakan berat badan nya,
syukurlah semua berjalan dengan lancar,
danu memandang kedua anak kembar itu, mereka masih berwarna merah kulit nya. si aa menangis keras, namun teteh tertidur pulas tidak terusik sama sekali,
pasien di pindahkan ke ruangan sebelah,
sang suami datang, suasana seketika menjadi haru, kata terimakasih untuk sang istri yang telah berjuang mengudara, mereka menangis..
danu menggendong aa, dr misca menggendong si teteh,
mereka akan menunjukan pada ayah nya,
dan teteh 2.2kg, bayi kembar biasa nya memang tidak terlalu besar ukuran nya,..
sang ayah menyeka air matanya ketika danu datang,
"selamat pak, jadi jagoan 3, tuan putri nya 1 ya? "
"betul dok MasyaAllah"
danu memberikan aa pada ayah nya untuk di azan kan, setelah nya teteh,
danu menghampiri sang ibu,
"selamat ya bu, semoga cepat pulih, ibu sehat si kembar sehat, ingat ibu harus bahagia agar anak anak bahagia"
"amiiiinnnn ya Allah, makasih dok " si ibu menangis lagi
"dan mari kita ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk dokter danu, karna besok akan melangsungkan pernikahan nya"
"ya Allah apa betul dok? " tanya ibu yang masih lemah itu, namun danu melihat wajah nya berbinar
"betul bu, minta doa nya ya"
__ADS_1
"pasti dok, dokter sudah sabar menghadapi saya yang rewel dari awal kehamilan, sampai sekarang saya melahirkan, semoga semua nya Allah berikan kelancaran, tidak kurang satu apa pun ya dok, salam untuk istri dokter"
"waalaikumsalam bu, maksih doa nya"
danu bersiap, setelah operasi tidak ada jadwal nya praktek, dia akan pulang, mama sebetulnya khawatir, ia bahkan terus terusan menelpon,
**
di rumah ara sudah ramai kerabat, membantu persiapan, karna sedang di pasang dekorasi untuk akad besok yang di laksanakan jam 9,
baju pengantin sudah tiba, ara pun mendapat perawatan ala ala pengantin,
HP ny bergetar menandakan satu pesan masuk,
"aa udah siap teh.. "
danu mengirimkan foto ny memakai jas pengantin yang belum lama kang ujang antar kan,
"ko jadi aa? " ara tersenyum.
"iya, operasi tadi menghasilkan bayi kembar aa sama teteh"
"iya? alhamdulillah... "
"aku mau anak kembar ara.. " satu pesan lagi masuk ke WA ara
ara terdiam sejenak, sungguh soal itu belum ia pikirkan sama sekali, namun ara menanggapi pernyataan danu
"hmmm, kalo anak kembar indent ga ya?
kalo indent harus pesan dari sekarang"
danu sontak tertawa
"indent, emang kendaraan.. "
"ya, kamu harus berdoa yang kuat mas, semoga Allah kabulkan, seperti nya anak kembar juga lucu"
"sangat ara, bagaimana aku melihat mereka sejak detik detik pertama mereka hidup di dunia"
ara tersenyum. ya mas dokter pasti sudah bnyak pengalaman nya
dengan polos nya ara bertanya
"bagaimana cara nya menghasilkan bayi kembar?? "
danu melotot seketika, akan ia jelaskan nanti cara proses pembuatan nya pada ara, tentu nya setelah mereka sah.
__ADS_1