Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
Malam pertama


__ADS_3

Ara tidak mungkin membawa kado ke dalam gedung, ia menyimpan nya di mobil,


danu dan ara tidak saling bicara,


ara beberapa kali melirik suami nya, danu diam, hati nya bergejolak, ia cemburu, berpikir lebih baik menatap ke luar mobil dari pada harus melihat ke arah istri nya,


ara bingung, apa yang harus ia katakan, ara tidak mau kang ujang mendengar obrolan nya dengan suami, nanti saja lah, ara akan berbicara dengan danu setelah mereka pulang lagi ke rumah,


mereka sampai di gedung,


keluarga dan kerabat sudah berkumpul di luar, menyambut kedatangan mereka,


ara turun dari mobil, di bantu sang ayah mertua,


"makasih pah"


"jangan sungkan nak"


dr Aryo tersenyum,


mereka semua sudah siap memasuki gedung pernikahan, ara mengaitkan tangan nya pada tangan danu, danu terlihat berbeda, ia lebih pendiam tak seceria biasa nya,


pengisi acara mempersilahkan kedua mempelai duduk di tempat yang telah di sediakan,


tamu undangan hampir semua telah hadir, acara berjalan lancar walau ara sedikit tak enak hati pada danu,


ia pasti marah,


saat sesi foto berdua pun danu hanya menatap biasa pada ara, hingga fotografer mengarahkan nya beberapa kali untuk tersenyum,


acara terus bergulir, sampai akhir nya selesai tepat waktu, ara tidak memperdulikan sekitar, pikiran nya hanya pada sang suami kini,.


bersiap untuk pulang,

__ADS_1


keluarga sudah berada dalam mobil,


danu dan ara pun memasuki kembali mobil mereka,


"apa yang harus aku bilang, aku sungguh bingung" ara bergumam dalam hati nya,


"mas... "


danu menoleh, tapi ara bingung harus mengatakan apa, ara meraih tangan suami nya untuk ia genggam, danu tidak merespon.


ia membalikan lagi pandangan nya ke jalan sana.


benar benar tidak ada komunikasi antara mereka, ara memutuskan membuka pintu mobil nya sendiri, dan segera masuk ke rumah, papa sudah didalam dan keluarga danu sudah kembali pulang,


ara membuka semua aksesoris yang terpasang di tubuh nya, ia ingin segera berganti pakaian,


danu juga terlihat sudah menggantungkan jas nya, ia mengganti pakaian nya dengan pakaian rumahan, danu hendak keluar kamar namun ara mencegah nya, memegang pergelangan tangan suami nya


"mas mau ke mana? "


ara cepat cepat mengunci pintu nya, danu menatap nya,


"mas kenapa? apa mas marah? "


"kamu pikir? "


"mas ara ga tau kalo dia akan datang, ara ga ngundang dia"


"itu hak kamu jika kamu ngundang dia ara"


"mas...." ara memegang lagi jari tangan suami nya, "maaf" ara memeluk danu, danu membuang nafas nya kasar, ia ingin marah, bagaimana ia mendengar pembicaraan ara dan Rio soal waktu, danu tak ingin ara pergi, ia ingin egois, ia ingin memiliki ara sendiri


"mas, ara memang belum putus sama dia, ara bingung mas, ini semua sangat mendadak, hubungan kita sedang baik baik saja waktu papa meminta ara menikah" ara mengatakan nya, ia masih memeluk danu

__ADS_1


"dan kamu merasa, karna perjodohan kita hubungan kalian jadi memburuk?"


"engga mas, bukan itu" ara mengangkat kepala nya, menatap suami nya.


"perjodohan kita bukan masalah, ara hanya belum bisa menarik benang tentang semua ini, jujur mas, ara belum bisa melupakan nya"


danu mengusap rambut ara,


"istirahat lah, mas ke luar dulu"


danu bergerak membuka pintu, pelukan ara terlepas begitu saja, danu benar benar pergi..


ara memijat kening nya, mencoba berbaring di sofa, ia sangat lelah, di tambah pikiran nya sangat kacau, malam pertama mereka berantakan,


pikiran ara benar benar melayang, hingga tak terasa ara tertidur.


"aku mendengar nya ara, bagaimana dia menanyakan tentang waktu yang pernah kamu utarakan, kamu anggap pernikahan kita sementara, dan kamu bisa kembali lagi pada laki laki itu,


aku hampir lupa ara tentang itu, mungkin karna aku terlalu senang tentang pernikahan kita, kalau saja dia tidak muncul, aku bahkan mungkin melupakan nya,


aku juga mendengar bagaimana kamu meminta nya untuk tetap menunggu,


kamu ga mikirin perasaan aku ara?


mungkin aku yang terlalu banyak berharap tentang hubungan kita"


danu terdiam cukup lama di teras belakang, ia melirik HP nya, sudah jam 12 malam ternyata, danu kembali ke kamar,


melihat ara tertidur di sofa,


ia berpikir, apa ara menunggu nya?


ini bukan malam pertama yang aku harapkan ara,

__ADS_1


ya, lebih baik kita istirahat saja, aku pun lelah, terlebih memikirkan bagaimana hubungan kita kedepannya,


danu menggendong ara untuk ia pindahkan ke tempat tidur, menyelimuti nya, danu berbaring di sebelah ara, berharap ia akan cepat terlelap, ia ingin hilang ingatan untuk sementara.


__ADS_2