Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
makan siang


__ADS_3

Ara sudah tertidur,


ya dia punya jam tidur yang lebih awal,


apa lagi seperti malam ini, mereka baru saja menyelesaikan permainan nya di ranjang,


danu sedikit gelisah, perasaan nya setelah oprasi tadi masih tersisa, tak ada yang ia kerjakan, hanya memandang wajah istri nya yang teduh itu.


derrrttttt, derrrttttt,


HP nya bergetar di atas meja sana, danu sungguh malas untuk mengangkat nya,


tapi lagi lagi HP nya bergetar, menandakan ada panggilan masuk lagi di HP nya,


dengan malas, danu akhirnya bangun, ia takut sesuatu yang darurat terjadi di RS,


tapi setelah melihat nya, ternyata panggilan masih dari no baru, danu masih membiarkan nya sampai no itu menjadi misscall,


danu hendak menyimpan HP nya lagi, tapi panggilan itu masuk lagi, tidak berpikir lama, danu menerima nya, menggeser tombol hijau di layar nya,


"hallo"


tidak ada suara dari si penelepon,


danu melihat layar HP nya, panggilan itu masih terhubung


"hallo"


"sayang... "


danu seketika menegang, dia tau persis suara wanita yang menelpon nya itu,


"danu... " si wanita memanggil nya lagi


"yona? ada apa? "


"ahaaa, kamu masih hafal suara ku sayang"..


danu berdecak malas,


" maaf yona, aku mau tidur"


"hey, ini masih siang, ayo kita bertemu"


danu mengerutkan kening nya, bertemu? di jam 12 malam??


"kamu mengigau yona, ini tengah malam"


"emh.. jadi jika siang atau sore hari, kamu mau bertemu? "


"maaf yona, kamu tau kan aku sudah menikah"


"ya, memang kenapa kalo sudah menikah?? "


danu tertawa sinis,


"kamu cuma buang buang waktuku, maaf isti ku menunggu di kamar"


danu memutuskan panggilan nya, lalu mematikan HP nya, untuk apa yona menelpon nya lagi?, danu bergumam dalam hati nya,


ia pergi tidur, memeluk ara yang begitu tenang


**


yona meremas HP nya, danu sudah tidak bisa di hubungi lagi,


"ayo kita main main sayang, aku ingin tau bagaimana respon istri mu"


hati yona memanas mendapat perlakuan seperti itu dari danu, di tambah ia berkata sang istri menunggu nya di kamar,..


"itu sangat manis sayang"


yona tersenyum sinis, ia akan membuat rencana untuk memberi kejutan pada ara,


bagaimana pun ia sakit hati,


dulu saja ara terang terangan mencium danu di depan nya.


"ayo kita berteman ara, kamu pasti mau dekat denganku"

__ADS_1


**


Ara sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi ini, danu praktek penuh seharian ini, ara pun akan menghabiskan waktu di resto saja,


"slai kacang coklat aja sayang"


danu memperhatikan istri nya mengolesi roti,


"ini mas, mau lagi? "


"udah dua aja cukup, berangkat ke resto jam berapa? " tanya danu pada ara, istri nya bahkan belum mengganti pakaian rumahan nya,


“jam 9 paling mas, nanti siang aku ke supermarket ya, kulkas udah mau kosong, kasian bi Nur"


danu mengunyah roti nya,


"siapa yang anter? "


"di anter mang ujang, kaya biasa, nanti kan belanjaan nya mang ujang yang bawa pulang langsung, aku ke resto lagi"


danu mendengarkan dengan baik, ia mengangguk,


"aku mau ambil cuti minggu depan, bagaimana kita jalan jalan, anggap bulan madu"


ara tersenyum,


"bulan madu kemana? "


"pikirkan lah, biasa nya perempuan yang punya banyak tempat rekomendasi"


ara mengangguk, bukan ide yang buruk pikir nya


"ya, ara cari cari dulu lah"


danu menatap istri nya, mengedipkan kedua matanya dengan centil,


ara tertawa melihat itu,


"apa ke semua pasien mas begitu? "


danu menghentikan kunyahan nya,


"ahahaa"


ara tertawa, "ya, ara percaya mas"


danu manyun, meneguk susu yang istri nya siap kan,


"ayo mas harus berangkat sekarang"


danu bangkit dari duduk nya, ara mengantarkan suami nya kedepan


" hati hati ya mas" ara mencium tangan suami nya, danu mencium kening nya, lalu memeluk nya erat,


kang ujang yang sedang mencuci mobil tersenyum. melihat mereka


"mas, malu ada kang ujang" ara berbisik


"ya paling kang ujang minta pulang nanti"


"pulang kenapa?" tanya ara polos.


"ingin mencium istri nya" bisik danu


"ich dasar" ara memukul pelan suami nya


"ahahaa, ya udah mas berangkat ya"


"iya mas, hati hati"


ara tersenyum sendiri, mengingat apa yang suami nya bilang tadi,


ara bergegas masuk dan membereskan meja makan, bi Nur sedang menjemur pakaian, ara terbiasa melakukan pekerjaan rumah,


mencuci piring yang ada di wastafel ara membersihkan dapur,


selesai...


ia bergegas ke kamar untuk siap siap, bi Nur sudah memberi daftar belanjaan untuk siang nanti, ara memasukan nya ke dalam tas,

__ADS_1


ia meraih HP nya, ada dua kali panggilan tak terjawab dari no baru,


ara penasaran, ia mencoba menghubungi no itu, tapi sudah tidak aktif,


entah kenapa ia memikirkan Rio,


apa itu Rio yang menelpon? ara akan menunggu nya menelpon lagi,


**


siang ini, danu akan beristirahat, ia akan makan di kantin saja, menghemat waktu, tadinya ia ingin makan di resto, tapi ia takut tidak bisa kembali ke RS karna pasti akan berat meninggalkan istri nya,


HP nya bergetar, ara menelpon nya


danu tersenyum


"hallo sayang"


"mass, udah istirahat belom? "


"ini mau keluar, ada apa? "


"ara di bawah, di parkiran"


"di parkiran RS?? " tanya danu sedikit kaget


"hehe iya mas, ara bawa makan siang"


"baiklah mas ke sana"


danu begitu senang, berpapasan dengan beberapa perawat dan dokter, mereka bisa. melihat bahwa pemilik 50% saham RS itu sedang bahagia.


danu mempercepat langkah nya, ia sudah melihat kang ujang dari jarak beberapa meter,


"kang.. " danu menyapa nya


"pak dokter, non ara di dalam" kang ujang menujuk mobil ara


"makasih kang"


"iya Pak"


danu membuka pintu mobil,


"hay.. " sapa ara dari dalam,


"hay cantik" jawab danu


ara menggeser duduk nya,


"mau makan di mana mas? "


"dimana ya, kantin lumayan jauh"


"mau di sini aja? "


"boleh lah"


danu membuka pintu mobil agar leluasa,


ara membuka kotak bekal ny,


balado udang, capcay dan perkedel kentang


"wawww" danu mencium aroma masakan itu yang menggugah selera


"ayo makan mas"


ara menyuapi danu, danu tak henti henti tersenyum, menatap sang istri yang menyuapi nya, hati nya begitu hangat, danu merasa kini ara banyak berubah, sedikit lebih perhatian.


"kalo mas di anterin makanan terus, bisa bisa mas gemuk nih"


"ga apa apa dong mas gemuk"


"tar ga tampan atuh"


"kata siapa yg gemuk ga tampan, yang ada kalo gemuk kaya om om, ahahaa"


danu ikut tertawa mendengar nya,

__ADS_1


mereka menghabiskan makan siang nya di dalam mobil,


__ADS_2