
ara gelisah, sungguh ia tidak enak tidur, perut nya terasa seperti kembung,
keringat dingin terasa di leher nya..
ia merasa mulas, ara pergi ke kamar mandi di dekat dapur karna tidak ada kamar mandi di kamar nya,
ara terkejut, ada noda darah sedikit di CD nya, ia menarik nafas dan membuang nya cepat, jelas ia tegang ara tidak mau terjadi sesuatu dengan kehamilan nya, ara segera mencuci CD nya.. ini jam 1malam.. ara ingin bertanya pada bu nina, tapi takut mengganggu, ia memutuskan kembali ke kamar, mencoba merebahkan tubuh nya..
"sayang ibu harap kamu ga apa apa, besok pagi kita cek ke dokter ya... "
ara memperhatikan jari kaki nya, itu terlihat membesar,
"kok kaya bengkak ya? tapi ga sakit"
ara semakin gusar, mencoba menutup mata nya, ia berharap akan terlelap tidur, bibir nya terus membaca doa sampai ia benar benar terlelap...
pagi datang juga,
ara terbangun karna pergerakan lembut anak nya, ia tersenyum., anak nya membangunkan nya...
"good morning dear" ara menyapa anak nya,..
ia terbangun, bu nina mengetuk pintu..
"ara sayang... "
"iya bu... " ara membuka pintu
"ibu berangkat dulu k bandara, suami ibu sebentar lagi sampai"
"baiklah, hati hati ya bu, "
"kamu juga hati hati, riko ikut sama ibu ya"
"baik lah.. "
"dah ara, telpon saja kalo ada apa apa ya... "
ara mengangguk, ia segera pergi mandi, ia akan jalan jalan di sekitar rumah,
danu baru bangun, ia kesiangan, melihat ke arah jendela langit sudah putih sempurna..
ia memeriksa jam nya
"jam 7, danu segera bangun, ia membuka gorden, senyum nya mengembang begitu saja melihat ara di depan sana sedang berjalan tanpa alas kaki,
entah sudah ke berapa kali ara mondar mandir, sampai danu merasakan sangat ingin ke toilet, namun tidak rela melewatkan momen itu,
terpaksa, ia meninggalkan ara,
ara terdiam, ia merasakan mulas, dan ini sudah ke tiga kali nya, rasa mulas nya beraturan....
"apa aku akan melahirkan?? " ara bergumam, ia memutuskan untuk masuk ke rumah, namun rasa mulas nya kini di barengi sakit,
"ah... " ara melenguh keringat dingin sudah muncul di kening nya,, ara berjalan pelan.. ia akan ke kamar nya, HP nya di dalam...
ara bersiap, ia tau ia akan melahirkan mungkin... memesan taksi online, ara memakai jaket nya, ia akan ke rs membawa tas yang sudah ia siap kan dengan bu nina untuk bersalin... pelayan di rumah sedang berbelanja,
ara merasakan rasa itu semakin menguat..
"sayang, bertahan, kita ke rs oke... " ucap nya pada perut nya,
taksi online telah datang, ara pelan ke luar, melihat ke adaan ara, sang sopir membantu nya, membawa kan tas yang ara pegang,
"It looks like I'm going to give birth, please hurry up a bit sir"
__ADS_1
"seperti nya saya akan melahirkan, tolong cepat sedikit pak"
"ok madam",
ara sudah di mobil, sang sopir langsung menginjak gas nya, pelan tapi pasti, sopir itu sedikit tegang mendengar ara mengerang menahan sakit,
ia beberapa kali melirik spion nya, mengecek kondisi ara...
danu selesai mandi,
ia sudah tidak melihat ara di sana..
tokk tokk tokk
" pak, sarapan dulu.. " ucap bi Nur
"baik bi... "
danu hendak keluar kamar saat HP di saku nya berdering, panggilan dari bu nina
"hallo... " belum danu selesai bicara bu nina menyerobot nya..
"danu ara akan melahirkan, dia sudah di RS xxx, baru saja dokter menelpon saya... "
"apa?? saya ke sana bu"
"cepat danu, saya sedang di bandara nunggu bapak"
"iya oke bu"
danu bergegas, bi Nur memperhatikan majikan nya itu,
"bi ara sudah di RS dia seperti nya akan melahirkan "
bi Nur terkejut, ia menutup mulut nya
"bibi tenang, danu akan ke rs"
"hati hati pak"
tidak berlama lama danu keluar rumah.. ia melihat pelayan di rumah bu nina baru turun dari taksi
kebetulan sekali bukan danu membutuhkan taxi ..
"Sir, can you take me to the hospital? my wife will give birth she is already there"
(pak, bisa antar saya ke rumah sakit? istri saya akan melahirkan dia sudah di sana)
““sure sir, let me deliver“
(tentu tuan, mari saya antar)
berbekal alamat dan ruangan perawatan ara dari bu nina.. danu secepat mungkin menuju ruang persalinan,
melihat seorang perawat keluar dari ruangan danu bertanya
" is Agatha's tiara inside she will give birth?"
(suster, apa tiara agatha di dalam ia akan melahirkan?)
"sorry, who are you sir?"
(maaf anda siapa tuan?)
"I'm her husband“
__ADS_1
(saya suami nya)
“Come on in, Mrs. Agatha has opened six“
(masuk lah, nyonya agatha sudah pembukaan enam)
danu menegang, ia seperti tidak pernah menghadapi situasi seperti ini saja.. jelas beda, ia biasa nya jadi seorang dokter yang membantu persalinan, tapi kini dia hanya sorang suami yang menemani istri nya melahirkan.. lalu apa respon ara nanti, apa ia akan menolak??
ah persetan, danu tak peduli,
perawat tadi membuka kan pintu, meminta danu untuk masuk,
"mas danu... " terdengar suara bu nina memanggil nya
"bu saya akan masuk ara sudah pembukaan enam"
"baiklah, semoga lancar mas... "
terlihat wajah cemas bu nina, dan seorang lelaki paruh baya pun datang, ia seperti nya pak brata suami bu nina, danu mengangguk, ia tersenyum, pak brata pun membalas demikian
bu nina bernegosiasi dengan suster.. ia ingin mengabadikan momen ini, ini pertemuan danu dan ara lagi, di tambah ara akan melahirkan...
syukur lah ia mendapat ijin..
danu memakai baju steril, dari ruangan nya ini ia bisa mendengar ara mengerang menahan sakit, hati nya sangat tak karuan.. ia meneguhkan hati nay
"bismillah"
memasuki ruangan persalinan,
ara sedang berbaring ke sebelah kiri, seorang perawat membantu nya mengusap keringat..
danu meminta ijin, untuk mendekat, perawat itu memberi tempat nya,
danu sangat gemetar, ia bisa sedekat ini dengan istri nya lagi, sungguh ia ingin memeluk nya,
bu nina masuk ke ruangan, ia sudah standby dengan HP nya,
ara memejamkan mata, merasakan mulas yang semakin menguat, danu mengusap kening nya yang sudah basah..
satu tangan nya lagi mengusap punggung ara,
ara menegang, sentuhan itu...
ia mengingat suami nya. .
"mass" bergumam saja secara spontan bibir nya, air mata nya menetes, ia rindu... jujur ternyata ia butuh suami nya saat saat begini...
"ga mungin, itu pasti perawat yang tadi" ara bergumam di hati nya,
namun usapan itu semakin terasa hangat di punggung nya, sedikit memberikan ketenangan,
danu menunduk, wajah nya mendekat pada istri nya, "sayang kamu kuat, kamu bisa" danu berbisik ara membuka mata nya sempurna, cengkraman tangan di bantal ia lepaskan.. itu suara danu suami nya, ara membalikan wajah pelan, ia ragu, namun penasaran juga...
benar, itu suami nya,...
ara memejamkan mata lagi, ia menggeleng, apa kah ia berhalusinasi??,
danu menyentuh pipi nya,
"mas di sini, ara... "
dada ara berguncang menahan tangis dan sakit bersamaan,
tangan kanan nya terpasang infus, wajah nya memucat, namun ara tetap terlihat cantik danu mencium kening nya lama...
__ADS_1
ara begitu saja merangkul kan tangan nya di leher suami nya mereka berpelukan, danu juga menangis, ia merasa ara mencengkram rambut belakang nya, walaupun tak bisa ia genggam,
"mas.. sakit..."