
Kabar gosip sungguh cepat beredar di kalangan masyarakat, tidak terkecuali di RS, mereka semua hampir mengetahui kedekatan yona dan danu, mereka terlihat sering bersama, bahkan yona pernah mengenalkan sosok danu sebagai calon suami nya,
Image nya sebagai dokter dan pemilik 50% RS jatuh seketika,
papa memeriksa ara, ia sangat lemah, mama juga menangis,
"danu apa benar semua kabar itu? "
"mah, danu memang pernah melakukan itu, tapi danu yakin dia ga akan hamil"
"mama melotot, kalian melakukan nya tanpa pernikahan? "
"mah danu punya alasan"
"coba jangan berisik kalo mau ngobrol sana di luar kasian ara" papa menegur mereka
mama menarik danu keluar ini harus di bicarakan,
"danu dia sudah hamil 3 bulan, itu berarti sebelum kamu menikah dengan ara"
danu menggelengkan kepala ny
"engga mah itu ga bener, kita melakukan itu baru sebulanan"
"astagfirullah danu" mama menangis
"mah mamah percaya danu? danu punya alasan danu akan jelasin dan danu punya bukti"
mamah menangis, ia bangun dari duduk nya, meninggalkan danu, langkah mama terhenti
"anggap mama bukan mama mu dalam hal ini danu, tapi mama sebagai perempuan ikut sakit hati, ara perempuan yang baik, kamu pasti menyesal"
mama melanjutkan lagi langkah nya, ia akan melihat menantu nya lagi,
bertukar tempat dengan suami nya,
"pah papa harus tanyain sedetail nya sama danu, mamah ga tahan denger nya"
papa memeluk istri nya,
"tenang ma, papa ngobrol dulu sama danu ya? "
mama menemani ara di kamar nya, ara masih tidur, ia mengusap kening menantu nya
"mas samsul, mba puspa, maaf aku ga bisa jaga anak mu, anak ku menyakiti hati nya"
mama tak tahan, ia menangis
**
__ADS_1
bi Nur membawa kopi untuk danu dan dr aryo, mereka berada di taman belakang
"danu terancam pah, yona ngancem danu,. sekitar sebulan lalu dia tiba tiba menghubungi, minta ketemuan, namun danu menolak nya,
sampai sampai danu di keroyok orang orang nya, papa bisa tanya kang ujang, mobil danu percah kaca belakang nya karna mereka, ara yang rawat danu karna luka itu"
"kamu ga bilang sama papa? "
"engga pah, danu kira masalah nya ga akan gini.
setelah pengeroyokan, yona menghubungi danu lagi, dia ngancem bakal nge bakar restoran ara, ini foto nya pah "
danu menyerahkan HP nya, papa melihat semua chat di sana,
"yona minta danu datang ke apartemen nya, dan ternyata kecelakaan yang ara alami kemarin dia yang buat pah, sampai danu terpaksa melayani nya, demi ara, danu ga mau sampai yona melakukan hal itu, resto itu impian nya, kerja keras nya"
papa terdiam,
"papa sudah tau tentang kecelakaan itu, si pelaku pun sudah tertangkap polisi saat itu juga, papa punya bukti keterlibatan yona di sana"
"papa ga ngasih tau danu"
"ga usah, papa punya orang orang yang bisa di percaya menyelidiki semua ini"
danu terdiam, sungguh hebat papa nya itu
"satu lagi pah, maaf ini aga sensitif, tapi harus danu bilang, danu emang melakukan hubungan itu, tapi itu ga selesai, danu udah ga punya rasa sama dia, danu pulang ke rumah mama waktu itu ninggalin yona, danu merasa bersalah sama ara, bahkan setelah itu danu ga berhubungan sama ara karna danu ngerasa udah khianatin dia,
papa terdiam, mencerna semua yang anak nya ucap kan,
"jadi tentang yona hamil 3 bulan itu bohong, kami melakukan nya baru sebulannan, sebelum nya danu ga pernah nyentuh dia"
papa mengangguk, ia menyimpan masalah yona yang sudah berhubungan dengan alex bahkan sebelum berpacaran dengan danu, papa akan mengumpulkan bukti untuk membalikkan fakta pada yona
mengusap bahu putra nya, papa memberikan kekuatan.
"sabar, ini ujian rumah tangga kamu semoga semua cepat selesai"
danu mengangguk, ia menopang kepala nya yang terasa berat dengan ke dua tangan yang bertumpu di lutut, papa terus mengusap usap bahu nya.
"danu ga mau kehilangan ara pah, danu tau ini menyakitkan nya"
**
"mama" ara mengigau,.
mama sedang melamun di sofa dekat ranjang ara, ia segera bangun mendekati menantu nya
"mah.. "
__ADS_1
mama menangis lagi, ara mengigau memanggil mama nya, hati Retno sangat sakit
"kamu pasti sangat terpukul nak" mama bergumam dalam hati nya
danu masuk, ia ingin melihat keadaan ara,
"ara ngigo terus" mama berkata
"ara kalo kurang sehat suka ngigo kalo tidur"
danu menggenggam tangan ara, ara terbangun, melihat orang pertama yang ia lihat adalah suami nya, ara terdiam, ia ingat lagi kejadian sebelum ia pingsan.
air mana menggenang lagi, meluncur tanpa permisi, ara terisak
danu menghapus air mata yang jatuh, namun ara menghindar, ia tak mau di sentuh suami nya, tangan nya ia tarik perlahan, mama melihat itu,
"danu, keluar lah sebentar, biar ara tenang dulu"
hufttttt
danu mendesah, ia mengalah padahal ia sangat ingin memeluk istri nya, danu terpaksa keluar.
mama duduk di sisi ranjang
"sayang, kamu mau sesuatu?? "
ara menggeleng,
"engga mah" ia tiba tiba batuk, hampir tanpa henti, mama menepuk pundak nya ara merasa ingin muntah, mama panik
"sayang kamu kenapa? "
ohokk ohokkk, ohokk ohokkk
wajah ara sampai memerah, mama memiringkan tubuh nya,
"sayang... "
"danu... " mama berteriak, danu langsung datang,
mengusap punggung ara,
tak dapat ara pungkiri, sentuhan tangan danu di punggung nya begitu nyaman, ia ingin terus begitu, batuk nya berhenti, namun ara begitu sakit hati, ia menggeser bahu nya
"jangan sentuh mas"
danu tak tahan, ia malah memeluk ara dengan erat
"maaf sayang maaf"
__ADS_1
mama menangis lagi, ia keluar dari kamar memberikan waktu untuk anak anak nya