Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
belum berakhir


__ADS_3

Menengadahkan wajah nya, kepala ara serasa berputar, danu memeluk nya,


tidak akan dulu ia utarakan pikiran nya tentang kehamilan, nanti jika semua telah selesai, danu ingin memastikan nya sendiri, ia yang akan menemani ara melakukan tes,


"kamu bisa jalan sayang? apa mau mas gendong? " ara diam saja, ia sangat lemah, danu mempererat pelukan nya, tanpa banyak bertanya lagi, ia menggendong lagi istri nya, mengembalikan ara ke ranjang'


danu mengusap wajah istri nya, menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah ara,


'apa mau susu hangat?, bubur kacang ijo?


asinan? " danu sangat semangat bertanya, ara menatap nya, namun danu tidak bisa mengartikan tatapan istri nya,


"mas, ijinkan aku rekam semua momen indah ini, aku mungkin terlalu keras kepala, tapi aku tak tahan menanggung semua ini, aku bukan orang yang sabar, aku akan menyimpan wajah mu, akan ku beritahu anak kita bahwa ayah nya seorang dokter yang tampan, yang lembut, penyayang,


entah sampai kapan aku bisa menenangkan diri menerima semua ini, jika yona bukan seorang model mungkin masalah ini akan biasa saja, yang membuat ku sakit, semua orang mengkonsumsi masalah kita, jalan yang yona tempuh begitu ekstrim, jika dia meminta mu secara baik baik padaku, mungkin aku dengan senang hati akan mengembalikan dirimu pada nya.


aku pasti akan rindu mas, kamu memang memperlakukan ku begitu lembut" ara bergumam dalam hati nya,


danu tersenyum, tanpa ara sadari danu telah berbaring di sebelah nya, membelai wajah nya dengan lembut,


"mas.. "


"hmmmm? "


"boleh ara minta sesuatu? "


"tentu sayang, apa pun buat kamu"


ara mendekat, memeluk suami nya, menenggelamkan wajah nya di dada danu, danu pun membalas pelukan nya,


benar kata orang, jika istri mu tenang dalam segala hal, suami akan lebih tenang dan bahagia,


"ara pengen di usap usap punggung mas"


danu tersenyum, itu terdengar sangat manja, tubuh ara sangat lemah, danu mulai mengusap nya di punggung


"di sini? "


"turun lagi mas, dari punggung ke pinggang"


danu dengan senang hati melakukan nya,


bibir nya tak henti menciumi kening ara,


"jika benar ara hamil, apa ini keinginan bayi kita? " danu tersenyum membayangkan kata kata nya, tentu saja itu mitos.


"hick" ara terisak ia menangis pundak nya bergetar danu merenggangkan kepala nya untuk melihat wajah istri nya, ara tak mau danu melihat nya, ia lebih dalam menenggelamkan wajah nya


"menangis lah kalo kamu ingin menangis, mas memang salah ara, mas salah jalan, tapi mas harap kamu selalu ada di samping mas memberi dukungan, itu akan menguatkan mas, apa kamu tau? hati mas juga sakit, orang yang dulu pernah paling dekat dengan mas dia ber khianat dengan cara seperti ini, mas harap kamu sabar sayang"


ara lagi lagi tidak menjawab,


tak apa bagi danu, yang penting yang ia utara kan telah ara dengar,


"ara mau tidur mas"


"kamu belum makan sayang, makan lah, mau mas suapin? "


ara menggeleng,


"ara ga laper"

__ADS_1


"bi Nur bilang kamu jarang makan, gimana mau kuat kalo kamu ga makan"


"ara mau tidur mas"


danu mengalah,


"tidur lah sayang" danu masih mengusap punggung istri nya, ara begitu tenang, ia benar benar tertidur, ini masih setengah 7 malam, danu melihat istri nya sudah bernafas dengan teratur.


suara beberapa kendaraan terdengar datang bahkan ada yang menggunakan knalpot bising, ara terbangun lagi, mengedip ngedipkan mata nya,


bi Nur mengetuk pintu,


"pak dokter"


danu memandang ara,


selama mereka menikah, bi Nur tidak pernah mengetuk pintunkamar ara, apa lagi saat ada danu, nada nya terdengar buru buru


"aku buka pintu dulu ya? "


ara mengangguk,


danu turun dari ranjang, membuka pintu kamar nya


"pak maaf mengganggu, itu di depan ada polisi sama wartawan banyak"


"polisi? " ara berbisik


danu melirik istri nya


"mas keluar sebentar ya"


"iya"...


danu telah berada di depan, ara mendengarkan percakapan mereka dari dalam,


" pak danu saya mendapat laporan dari ibu yoana tentang perkara kasus anda dan pelapor, kami meminta anda ikut dengan kami untuk memberikan keterangan atas tidak kekerasan juga yang anda lakukan pada sodari yona"


danu terkejut, kenapa jadi ada kekerasan segala, dia tidak berbuat apa apa pada yona,


para wartawan sibuk mengabadikan momen itu, mereka juga tak segan bertanya lebih jauh tentang kasus ini,


"baik Pak, saya akan ikut, saya minta ijin ke dalam, membawa keperluan saya"


"silahkan pak, saya beri anda waktu 15 menit"


danu mengangguk, ia tak akan melawan, banyak media dan dia takut jika akan ada berita baru yang macam macam


danu menghentikan langkah nya, ia melihat sang istri duduk di sofa dengan tenang,


mereka baru saja tenang, danu sedang menikmati momen nya dengan sang istri,


"ara... "


"pergi lah mas" ara menyerobot, danu bahkan belum menyampaikan sesuatu.


ara menunduk, ia bangkit dan berjalan ke kamar, danu mengikuti nya,


"apa yang mas perlukan?" tanya ara membuka lemari baju suami nya


danu mendekat memeluk ara dari belakang,

__ADS_1


"mas hanya butuh doa mu, mas yakin ini tak akan lama, mas akan menghubungi pengacara mas


" pergi lah mas, jangan mempersulit keadaan"


danu menghirup udara sebanyak banyak nya, dan membuang nya dengan kasar, ia lelah. meraih sebuah jaket di lemari, danu memakai nya,


ia menelpon papa dan pengacara nya, meminta segera datang juga ke kantor polisi.


danu meraih handel pintu, ia akan pergi, melirik lagi pada ara, namun ara membuang pandangan nya, ia tak tau harus bagaimana,


"istirahat ya, aku akan cepat pulang"


ara hanya mengangguk, danu pergi, ara mendengar pintu kamar nya tertutup.


tangis nya pecah, "apa lagi ini Tuhan? belum kah selesai? namun aku sudah lelah, aku menyerah"


ara berbaring, menekuk kaki nya, dalam hati ia ber doa untuk segera berakhir masalah ini, agar ia lebih tenang,


malam semakin larut, belum ada kabar apa pun dari danu, ara bahkan gelisah.


HP nya bergetar, namun itu bukan panggilan dari suami nya, melainkan dari adam


"hallo" ara menerima panggilan itu


"I sent your passport photo ara, when will it fly?"


aku mengirim foto pasport mu ara, kapan akan terbang?


"what time is the flight to paris tomorrow?"


jam berapa jadwal penerbangan ke paris besok?


"are you going to paris?"


kau akan ke paris?


"Yes dam, just one ticket, I will transfer the payment"


iya dam, satu tiket saja, akan aku transfer pembayaran nya


"okay dear, tomorrow morning I'll let you know again okay"


baiklah sayang, besok pagi alan ku kabari lagi oke


"thanks dam" ara mengakhiri panggilan nya,


belum juga ia meletakan HP, satu panggilan lagi ia Terima dari papa mertua nya "dr aryo memanggil"


ara menerima nya


"pah? "


"sayang, maaf mengganggu, papa mau ngasih kabar kalo danu mungkin tidak pulang malam ini, polisi menahan nya, kami pun masih di kantor polisi"


ara terdiam,


"iya pah" hanya itu yang ia katakan


"ara, kami pun di sini melaporkan yona, besok jam 10 pagi kami akan mengkonfirmasi semua masalah yang yona katakan, apa kamu bisa hadir ara? "


“jam 10?, ara tidak bisa janji pah, "

__ADS_1


"baiklah sayang, nanti papa akan memberi kabar lagi, istirahat lah"


"iya pah"


__ADS_2