Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
menghadapi dengan tenang


__ADS_3

Ara terbangun, memeriksa tubuh nya yang masih terbuka, ara tersenyum, bi Nur menyelimuti nya sampai tak terasa ara tidur sekitar satu jam, tubuh nye merasa lebih baik, ara memakai baju nya, melipat lagi selimut bi Nur,


ia keluar kamar, pandangan nya langsung tertuju pada suami nya, yang sedang fokus pada HP,


ara berjalan menghampiri nya,.


"ara mau ke makam papa mas"


danu menoleh, ia tersenyum,


"ayo mas antar"


"engga mas ama kang ujang aja"


"ara, biar mas yang anter oke" danu bangun dari duduk nya,


"kalo gitu ga jadi"


danu terdiam, ia kalah lagi, ara pergi ke kamar nya


"kamu boleh pergi sama kang ujang sayang, mas juga mau pergi"


langkah ara terhenti sebentar, namun tak ada respon dari nya, setelah mendengar apa kata danu, ara meneruskan langkah nyaa.


danu tetap setia menunggu ara keluar kamar, ia takut kalo ia masuk kamar ara akan marah lagi,


ara keluar dengan pakaian sepeti biasa ia pakai, ara memang sopan, ia lebih senang memakai celana panjang seperti pegawai kantor dan atasan kemeja panjang/pendek, ara juga akan tetap menawan memakai kaus, danu memperhatikan istri nya berjalan menghampiri nya, tidak ada pikiran apa pun selain bersyukur karna memiliki wanita seperti nya,


"ara pergi mas"


danu berkedip, ia tersenyum, dan bangun dari duduk nya,


"ayo, mas juga mau berangkat"


ara dan danu jalan beriringan, danu sangat rindu mencium kening istri nya saat akan pergi kerja,


"ara.. "


ara menoleh, danu memeluk nya, tapi ara hanya terdiam, ara memejamkan matanya, biarlah danu memeluk nya sebelum ara pegi,


"hati hati ya" bisik nya pada ara, melepas pelukan nya danu sungguh tak rela, sebenar nya ia tak punya keperluan di luar rumah, namun ara akan pergi, dan tak mau ia antar, danu akan pulang saja ke rumah mama nya


ara mengangguk "ia mas"


danu ingin mengecup kening nya, namun ia urungkan, ara pergi, kang ujang membuka kan pintu mobil untuk nya,


memastikan istri nya sudah tak terlihat, danu baru pergi,.

__ADS_1


membeli bunga untuk di makam papa nya, ara memakai kacamata hitam, ia tak mau banyak orang yang melihat kesedihan nya,


makam papa bahkan belum di tembok, menandakan semua nya masih baru, ara berjongkok di samping nya.


"pah, maaf ara seperti nya akan pergi, ternyata ber rumah tangga tidak lah seperti membangun sebuah usaha, cobaan nya tidak sama, ara mungkin berhasil menggapai mimpi ara dalam membangun usaha, namun ara gagal membangun rumah tangga pah,


kalau ara tau papa akan pergi ninggalin ara setelah ara menikah, ara ga akan pernah mau menikah pah, ara lebih baik hidup sendiri selama nya, tapi ada papa di samping ara,


ara rapuh, ara sakit, ara ga punya siapa siapa untuk mengadu,


ara biasa cerita keluh kesah ara dalam usaha sama papa, tapi itu ga jadi pikiran di kepala ara, tapi kini masalah rumah tangga lebih rumit, bahkan di usia pernikahan ara yang baru dua bulan, ara harus ambil keputusan besar,.


pah, ara sedang mengandung, anak danu, cucu papa, tapi ara yakin, ara akan bisa membesarkan nya sendiri, ara ga akan pernah ceritain kesakitan ara ini pah, biar ara pendam semua nya sendiri,..


ara menengadahkan wajah nya, menahan tangis di mata nya,


ia menabur bunga,


"maaf kalo ara jarang datang ya pa, tapi doa ara selalu ara kirimkan untuk papa mama, ara pamit pah"


beberapa kali berbalik badan menatap makam papa nya, ara sudah di mobil, tapi ia belum meminta kang ujang untuk jalan,


"kang"


"iya non.. "


"siap non"


mereka menuju restoran, perjalanan selama 25menit mereka tempuh,


ara membuka HP nya, beberapa orang teman bahkan menanyakan kebenaran masalah nya, ara belum membalas semua pesan mereka.


notif berita dan gosip masuk begitu saja, ara begitu malas melihat judul berita itu


"video mesum seorang model dengan dokter tersebar"


ara tersenyum kecut,


"jadi itu sudah menyebar?, baiklah selamat menikmati" gumam nya sangat pelan,


sampai di resto, ara menemukan banyak sekali wartawan di parkiran nya, lebih banyak dari kemarin, kang ujang bertanya


"non mau masuk apa engga? "


"masuk kang"


"tapi di depan?? "

__ADS_1


"ga apa apa, ara akan hadapin semua nya"


"baik non"


para wartawan berkumpul di samping ketika kang ujang membunyikan klakson, kamera semua tertuju langsung pada mobil ara, kilatan foto membuat kepala ara pusing,


kang ujang keluar, ia siap menjaga nona nya, ara membuka pintu, para wartawan langsung rusuh, mata ara mendelik malas melihat keributan itu,


"tenang tenang, mundur ya babak ibu semua ibu ara mau keluar" kang ujang bahkan harus berteriak, semua wartawan mengerti, mereka mundur, ara keluar dari mobil nya, ada untungnya ia memakai kacamata, kilatan kamera itu tidak terlalu silau,


"ara tersenyum pada semua"


"ibu tiara, boleh minta foto nya sebentar"


"ya silahkan kata ara sopan" sejenak mereka mengambil foto ara.


"ibu boleh kami bertanya? "


"ya, tapi satu satu ya, saya pusing, kalo keroyokan, saya ga biasa dengan media "


"baik bu, ibu ara, ibu bagaimana hubungan rumah tangga ibu dengan dr danu? "


"hubungan kami baik, kami masih tinggal di rumah yang sama, apa yang kalian harapkan?" ara tersenyum menjawab nya


"ibu, suami ibu punya hubungan dengan wanita lain, bahkan sekarang telah hamil, bagaimana dengan ibu? "


"masalah itu, saya menyerahkan semua pada suami saya, jika kabar itu benar ada nya, saya yakin suami saya laki laki yang gentle"


"bagaimana itu tidak benar bu, video asusila mereka sudha beredar bu? “


" oya? saya bahkan belum tau, nanti coba akan saya tonton" ara tertawa mendengar kata katanya sendiri.


"laluu bagaimana nanti kedepan nya rumah tangga ibu? "


ara merasa kepala nya mulai berputar, ia membuka kacamata nya, menyelipkan di atas kepala, ia tersenyum.


"biarlah kedepan nya jadi rahasia kami, masalah ini saja belum selesai, kita ga tau untuk kedepan nya gimana? " jawab ara tenang.


"apa ibu mau dr danu punya istri dua"


ara tertawa lagi,


"silahkan, jika ia mau empat pun boleh, saya yakin dia mampu dalam financial"


kang ujang terlihat kaget mendengar perkataan ara,


"sudah ya, maaf sekali saya banyak keperluan" ara mengangkat tangan nya melambaikan tangan ke para wartawan, ia takut ia akan ambruk di parkiran, kan tidak lucu..

__ADS_1


__ADS_2