
luka nya tidak terlalu parah, karena mobil yang menabrak nya, sempat menginjak rem sangat dalam, namun mobil danu memang hancur di bagian pintu sopir, danu mengalami memar di bahu kanan nya, dan beberapa luka goresan karna terkena pecahan kaca, termasuk luka di kepala sedikit dalam,
tangan kanan nya masih sulit di Gerakan, danu masih dirumah sakit, memandang ke arah luar melalui jendela, hanya terlihat pemandangan langit di sana, karena ruangan rawat nya di lantai cukup atas,
ada cairan bening di ujung mata nya,
jangan kan dalam keadaan sakit, dalam keadaan sehat ia sangat butuh istri nya,
"apa kamu ga mau pulang sayang, aku butuh kamu, walau mungkin kamu ga butuh aku, memang hanya kamu yang pergi, tapi kamu berhasil bawa hatiku bersama mu"
di belahan dunia yang berbeda, malam sudah larut, namun ara masih memandang hamparan langit paris malam ini, tidak ada bintang, malam ini begitu sepi, riko pergi dengan orang tua nya, ara hanya dengan se orang pelayan di rumah,
"mas, apa langkah yang aku pilih ini salah?
bagaimana kabar mu? mungkin kamu sudah mandiri, kamu punya orang tua lengkap, kamu dokter, tentu akan banyak yang merawat, tidak seperti aku, sendirian...
hanya dia yang kini mulai membesar menemani ku" ara mengusap perut nya
***
"pah danu ga apa apa, ayo lah, danu di rumah saja.. "
dr. aryo memandang wajah putra nya,
" ya, mari kita pulang,
tiap malam kamu ngingo nama ara danu, pikirkan diri mu sendiri, kamu tampak kurus"
danu tidak bereaksi,
" danu rasa nya ga bisa nerusin tugas danu di RS"
"kenapa? "
" danu ga tahan, setiap melihat pasien hamil, dan memeriksa nya,. danu periksa mereka tapi danu ga tau gimana ara dan anak danu, walau mungkin ara pasti melakukan pemeriksaan di RS sana.
danu akan resign" danu menunduk
papa mendekat, duduk di samping putra nya,
"hidup harus tetap berjalan nak, kalo kamu begini terus, kamu ga bisa urus diri sendiri, kamu akan sakit, jika nanti ara pulang, dia bahkan mungkin tidak mau melihat mu yang jelek"
"danu terlalu sayang sama dia pah, papa tau? saat kita akan menikah, ara sedang punya kekasih, seperti danu,
ara ga Terima perjodohan ini awal nya, lalu dia menerima, tapi ara mengajukan syarat,
pernikahan ini hanya melaksanakan ke inginan papa ny, dan setelah 6bulan ara akan meminta cerai,
seperti nya memang dia ga suka sama danu,
sejak itu, danu berjanji akan membuat dia cinta sama danu,
tapi belum 6 bulan, bahkan 3 bulan juga belum, ara udah pergi"
papa mengusap bahu nya pelan,
__ADS_1
"ayo kita lihat, siapa yang akan bertahan dengan semua ini"
danu melirik papa nya, apa maksud nya dengan bertahan??, danu memikirkan nya sendiri.
***
bu nina dan suami pulang,
menggendong rikoke kamar nya, ia tertidur dalam mobil,
bu nina melintas di depan kamar ara, pintu kamar nya tidak tertutup rapat, bu nina memeriksa nya,
ara tidur tapi ia seperti gelisah, bergerak ke sana ke sini, bu nina mendekat,
kening ara sudah di basahi keringat, bu nina heran padahal AC di kamar ara menyala,
"mass... "
ara mengigau.. wajah nya tampak cemas...
"dia menyebut suami nya?" bu nina bertanya pada diri nya sendiri,
ara membelakangi bu nina, ia mengigau lagi..
bu nina sejenak berpikir, apa dia harus melakukan sesuatu untuk ara dan suami nya??
bu nina pelan, mengambil HP ara,
"ara maafkan ibu" bu nina bergumam...
menyimpan nya lagi di meja.. bu nina segera keluar kamar, takut takut ara akan bangun..
***
tak terasa satu bulan berlalu, danu sudah sehat kembali, tapi hati nya tetap sama,..
danu jalan jalan di taman, kata rima ara suka datang ke sini,
melipat tangan nya di dada, danu memandang danau di depan nya,
"sayang, hati hati, aduhhh nanti jatuh.. " seorang ibu berlari mengejar putra nya, mungkin masih umur dua tahun, danu memperhatikan mereka, rambut ibu muda itu persis seperti rambut ara saat rambut nya panjang,
hati nya menghangat melihat interaksi antara ibu dan anak itu.
bagaimana sang ibu merayu anak nya untuk makan, namun anak nya tetap tidak mau, ia malah berlari,
danu mengalihkan lagi pandangan nya pada danau, "apa jenis kelamin anak kita ara? jika perempuan, ia pasti akan cantik seperti mu.. "
bergumam dalam hati, danu larut di tempat itu, duduk di sebuah bangku, entah berapa jam ia habiskan dengan posisi itu,..
usia kandungan ara sudah menginjak 8 bulan, ara sudah kesulitan bergerak, tidur nya sudah tidak nyaman.
ara sedang menyiram tanaman di depan rumah,
ia dengan seorang pelayan menanam bunga ros, yang lain nya sudah ada yang berbunga..
__ADS_1
bu nina memperhatikan nya, menimbang nimbang, apa kah dia harus memberi tahu danu suami ara. ia memandang HP nya, bu nina mengambil gambar ara yang terlihat sangat cantik hari ini, dengan rambut pendek nya yang hanya setengah ia ikat,
bu nina pergi ke kamar nya, ia akan benar benar menelpon danu, di Paris pagi hari, yang berarti di Indonesia siang,
tuttttt, tuuuuttttt..
danu memeriksa HP di saku nya, ia baru saja akan pergi ke kantin, ia akan makan...
"no apa ini?? " melihat no yang menghubungi nya tampak aneh, danu menerima nya
"hallo"
"mas danu"
danu mengerutkan alis nya, yang memanggil nya mas hanya ara istri nya, tapi suara itu bukan suara ara, dia hafal suara istri nya..
tidak mendapat jawaban dari danu bu nina memanggil nya lagi,
"dokter... "
"ah iya, maaf siapa ini"
"dok maaf mengganggu, apa ada waktu, saya harus cepat memberi kabar"
"iya ada apa" danu menghentikan langkah nya,
memperhatikan apa yang wanita itu bicarakan
"mas danu maaf, kenalkan saya nina, saya dulu pemilik restoran tempat ara bekerja"
danu menegang, nama istri nya di sebut, ia melihat bangku tak jauh dari nya, ia segera duduk,
"iya ara istri saya bu"
"iya mas, mas dengar, ara sedang berada bersama saya, kami di Paris enam bulan lalu ara datang"
danu melipat bibir nya, ia setengah tak percaya apa yang wanita ini bicarakan,
"mas tau ara hamil? "
"tentu tau bu, bagaimana keadaan nya,? " danu sangat antusias, ia mendengar bu nina tertawa kecil,
"ara sangat sehat mas, usia kandungan nya 8bulan, ia sudah kesulitan bergerak"
"ara..? "
"iya mas, ara, tiara agatha istri mas danu"
"bu beritau saya alamat, saya akan susul dia"
"baik mas, simpan no saya, tapi kalau saya tidak mengangkat telpon atau pesan dari mas. mungkin saya sedang bersama ara"
"ya Tuhan, terimakasih bu, saya tunggu kabar secepat nya"
bu nina merasa lega, juga merasa deg degan, apa kah rencana nya ini akan berhasil??
__ADS_1