
waktu berlalu, papa sudah pulang ara meminta nya untuk di rumah saja,
syukur nya luka ara tidak parah, namun ia harus tetap di beri perawatan,
danu sedang dalam panggilan telpon, ara pun membalas pesan masuk di WA nya,
suara ketukan di pintu terdengar lagi, begitu banyak yang menjenguk ara, tadi setelah papa pulang para karyawan ara bergantian menjenguk, kali ini entah siapa yang datang
"pak permisi, seorang wanita cukup berumur masuk ke ruangan, ara tak mengenal nya, tapi danu tersenyum. segera menutup telpon nya,
" bibi sama siapa datang? " (sapa danu)
"bibi naik taksi pak, ini saya bawa makanan buat bapak sama bu ara, ada baju juga buat bapak ganti"
"wah.. bibi repot repot, danu bisa makan di kantin"
"ga apa apa pak, bibi kan sekalian masak di rumah"
wanita yang di panggil bibi oleh danu menatap ara, senyuman tak luput dari bibir nya,
"bu, semoga cepet sembuh, saya yang kerja di rumah pak dokter"
"ah iya, terimakasih ya bi udah repot"
"ga apa apa bu, saya pamit ya bu, pak, tuan sama nyonya kan ke RS juga nengokin pak Ardi"
"iya bi, bibi hati hati ya" ( kata ara lagi)
"makasih bu ara yang cantik, saya permisi"
ara tersenyum mendengar kata cantik yang di ucapkan bibi,
danu terlihat mengantarkan nya sampai depan pintu, seperti nya mengeluarkan uang di dompet nya, dan terdengar perdebatan antara merka,
ara tersenyum,
danu terlihat dekat dengan pekerja nya, dia juga terlihat baik
danu menyiapkan makanan, ara merasa canggung mendapat perlakuan dari danu,
"mas, mas makan duluan ya, ara tadi kan udah makan, masih kenyang.. "
"jangan begitu, kamu harus minum obat, dan obat nya setelah kamu makan"
tapi ini baru jam 7, nanti aja ara makan jam 8 an..
danu mengangguk,
"mas makan duluan ya, ara belom liat mas makan dari siang"
__ADS_1
"baiklah, aku makan ya.. "
ara tersenyum.
"kamu tau ara, aku sedang bahagia"
"kenapa? (ara sedikit bingung)
" entah kenapa. panggilan "mas" dari kamu terdengar sangat manis"
"mas... (ara mengulangi nya, entah kenapa ia sangat ingin jahil)
mas dokter..... (katanya lagi)
danu tersenyum senang, banyak yang berkata jika kalian hanya berdua dalam satu waktu maka yang ke tiga nya adalah setan😂, mungkin kata kata itu yang pas untuk ara dan danu,
danu mendekat, menyentuh dagu ara tanpa aba aba, danu memberikan kecupan di bibir ara, membuat ara terperangah memandang danu,
_dasar dokter mesum, maen ***** aja_ ara bergerutu dalam hati nya,
ibu jari danu mengusap bibir ara, ia tersenyum
"maaf, aku suka hilang kendali kalo liat kamu"
ucap danu dengan santai nya,
"aku makan dulu"
tanpa mereka sadari, dr Siska melihat adegan itu di balik pintu, tak mau mengganggu rekan nya, Siska mengurungkan niat untuk masuk, ia akan mengirim pesan saja pada danu,
Danu menyelesaikan makan nya,
matanya terus saja memandang ke arah ara,
ara menerima telpon dari dr andre (suami dr siska) tentang pengunduran acara yang seharus nya siang tadi di bicarakan
"ibu tiara, mohon maaf seperti nya acara nya akan ada pengunduran, karna ada kendala dari kedua belah pihak, saya harap ibu tidak kecewa, mohon maaf ya bu... (suara dr andre terdengar sopan sekali)
" iya Pak tidak masalah, semua baru rencana belum ada persiapan apa apa, semoga nanti saat waktu nya kita semua siap ya pak"
danu tersenyum..
ia sengaja membuat andre membatalkan acara, melihat kondisi hana yang belum tentu, danu harus menahan kebahagiaan nya untuk mundur beberapa hari lagi,
tanpa di sangka, mama Retno bahkan sudah memilih designer untuk baju pengantin mereka, memilih model undangan, jadi ketika hari telah di tentukan mereka tinggal mengubah tanggal untuk undangan nya, mama Retno tidak mau membuang waktu nya secara percuma sehingga mungkin persiapan 1bulan cukup.
Danu mendekat, memeriksa waktu, ini sudah jam 8 malam dan ia harus memaksa ara untuk makan,
"mas ara belum lapar" ( ara menolak)
__ADS_1
"sedikit saja ara, kamu harus minum obat dan istirahat"
ara terpaksa, danu menyuapi nya
"tangan kanan ara ga apa apa mas, ara bisa makan sendiri"
"tidak ada penolakan ok, ayo makan, biasa nya nanti malam kamu akan demam karna luka nya"
tidak bisa ara pungkiri, badan nya memang terasa sakit semua saat di gerakan..
danu mulai menyendok makanan, ara menerima nya,
"mas, mas pulang saja, ara bisa sendiri di sini"
danu menggeleng,
"kamu pasien VVIP aku ara" (jawab danu)
" apa ada yang dokter seperti itu, menunggu pasien nya semalaman"
"ada, aku contoh nya, kami memberi service plus plus" (jawab danu bercanda)
ara tersenyum, dia ingat sesuatu, dari tadi ara ingin katakan tapi dia cukup malu..
"emh... mas... "
"apa? ( danu menyuapkan lagi nasi ke mulut ara)
" siapa yang mengganti baju ara? "
danu terdiam, ia sibuk memilih menu untuk ia sendokkan selanjutnya nya, ,
"ya aku lah"
ara menghentikan kunyahan nya, jantung nya menjadi berdetak lebih kencang,
"itu sebagian dari tugas ara, maaf untuk itu, (kata danu kemudian) aku sempat melihat tanda lahir di paha kanan mu, maaf ya" (danu tersenyum penuh arti mengatakan itu, ia sengaja menggoda ara)
"jadi..." (kata ara tertahan)
"ntah semua nya kebetulan atau apa ara, aku baru datang ke RS, karna ada jadwal praktek siang, melihat ambulan datang, aku berniat membantu, tapi tak di sangka di dalam nya kamu"
(danu menyuapkan lagi makanan nya)
"lutut ku sampai lemas ara melihat darah di kepala kamu. pagi tadi dr Siska yang jadwal berjaga di UGD, aku dan dr Siska bekerja sama, dia yang membantu membuka kan pakaian mu, tapi maaf kami merobek nya, karna takut terkena luka"
ara menarik nafas dalam,
pipi nya merona mengetahui danu telah melihat bagian tubuh nya, dia tidak bisa marah, karna itu
__ADS_1
termasuk penyelamatan