
Entah lah, apa yang danu rasakan sekarang, hati nya terasa berdebar, danu sampai 3kali ganti baju, merasa kurang cocok dengan baju baju sebelum nya, mamah mengintip nya melalui pintu, ia tersenyum, menilai dari pandangan nya, seperti nya danu menyukai tiara..
"kamu mau kemana?? " (tanya mamah, sontak membuat danu kaget)
" mama danu kaget"
mama duduk di pinggir tempat tidur,
"formal banget sih, kaya mau kondangan. kamu kan cuma mau makan malam, itu pun di rumah"
danu melirik mama nya,
"terus harus pake baju apa?? danu bingung? "
"kenapa kamu bingung, memang mau ketemu siapa? "
mama meledek nya, danu merasa malu,
iya juga ya, kenapa dia jadi heboh sendiri begini..
"kamu suka ya sama tiara?? “
" mah..... "
"kenapa?? ya bagus lah kalo kamu suka, kan akan jadi mudah "
danu menatap cermin lagi, tidak menghiraukan ucapan mama nya.
" pakai kaus sama celana jeans pendek aja sayang, kamu jadi keliatan freshhh, jangan ngolot gitu "
mama bangun, hendak berlalu dari kamar danu, ia sudah berada di luar,
"jatuh cinta lah nak, dan rasakan betapa cinta akan mengubah hidup mu, ahahaaa" ( mama berbalik badan, meninggalkan danu yang terheran heran dengan perkataan nya)
**
melirik jam di pergelangan tangan nya, jam setengah 7 malam, ara memutuskan akan pergi saja, terlalu malam juga ga bagus kan, takut takut mereka menunggu lagi seperti malam kemarin di rumah nya..
"rim, aku duluan ya"
"iya bu, hati hati ya.. "
"kalian juga hati hati, nanti cek lagi semua kunci ya"
"baik bu"
ara berjalan melewati lorong, melalui pintu samping, menuruni beberapa tangga, ia terkejut melihat seseorang bersandar di depan mobil nya,
"dok, lagi apa di situ?? “
" nunggu kamu.. "
"aku tadi bilang sama mama kalo aku bawa mobil" ( ara nengok sana sini, tapi ia tidak melihat kendaraan lain selain motor pegawai nya)
"ya, aku ke sini pake ojek, mama nyuruh aku supirin kamu"
ara tercengang, menggaruk alis nya yang tak gatal,
"kamu juga belum tau kan rumah kita?? (tanya danu)
" ya (ara tersenyum, ia memberikan kunci mobil yang sudah ia pegang dari tadi, tak terduga, danu malah menggenggam jari tangan ara, ara terkejut, menatap wajah danu, yang tak terlalu jelas, karna penerangan yang kurang di parkiran malam ini,
"kamu harus tanggung jawab ara" (katanya kemudian)
"soal apa? (tanya ara heran)
" pacar ku jadi marah, karna kamu cium pipi aku tadi"
__ADS_1
pipi ara langsung merona, ia hampir lupa kejadian itu kalo danu tidak mengingatkan nya
"emh. itu... " (ara gugup, ia meraba tengkuk nya, karna suasana menjadi canggung)
"kenapa kamu lakuin itu?? "
ara melipat bibir nya, memilih kata yang tepat untuk alasan nya kali ini,
ara belum menjawab juga, membuat danu maju, dan membalas ciuman ara tadi, tepat di pipi kiri ara danu mendaratkan bibir nya.
ara melotot,
berbeda terbalik dengan danu yang tersenyum manis ke arah nya,
"aku pendendam tiara, akan aku balas perlakuan orang lain dengan hal yang sama" (danu mengedipkan mata nya seperti yang ara lakukan juga)
ara kesulitan bernafas,
sesak datang begitu saja,
perlahan ia melepaskan tangan nya,
danu masih tersenyum, ia puas melihat wajah ara yang langsung di tekuk, mereka pergi dengan perasaan yang aneh dalam hati masing masing.
25menit perjalanan yang mereka tempuh,
kini danu memarkirkan mobil ara bersebelahan dengan mobil nya,
berada dalam perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan, ara sibuk memandang gedung gedung yang mereka lalui,
sedangkan danu sibuk menetralkan detak jantung nya yang berdetak 2x lebih cepat
"aku harus cek sama papa besok, kenapa jantung nya terasa aneh. danu belum pernah se deg degan ini, padahal saat ujian dulu juga menegangkan.. "
ara turun dari mobil, langsung di sambut dr aryo dan istri nya,
melambaikan tangan nya mama meminta ara mendekat,
"sayang, makasih udah mau datang, maaf ya acara nya mendadak" (sapa mama Retno)
"ga apa apa mah, ara lagi ga punya acara"
"ayo masuk" (ajak dr aryo, memberi ara jalan untuk ia dan sang istri masuk lebih dulu)
dr aryo tersenyum penuh arti pada putra nya, bagaimana dia mendapat cerita dari istri nya tentang tingkah laku anak nya.
danu mengatakan akan menjemput ara saja, daripada menunggu nya, watu terasa lebih lama...
"ya, ara sudah datang,"
"................ " (papa ara berkata di sebrang sana)
" kita hanya makan malam, Retno bikin acara dadakan"
"...,........... "
" lain kali kita akan makan bersama lagi, baiklah, selamat istirahat ya"
ara menoleh, mendengar namanya di sebut dalam percakapan dr aryo di telpon
"papa kamu telp, nanya sedah sampai apa belum"
(kata dr aryo pada ara)
"iya dok, makasih ya"
"ara tak usah sungkan, panggil saya papa oke, sebentar lagi kamu akan jadi putri kami juga kan"
__ADS_1
"pap" ( danu protes, kedua nya melihat mimik wajah ara yang terlihat kurang nyaman)
ara melihat mama Retno sibuk di dapur, di. meja pun belum terlihat ada hidangan, ia berinisiatif membantu,
"emh... pa, ara bantu mama dulu ya.. "
"ah, iya sayang.. " (dr aryo tersenyum, merasa senang di panggil papa oleh ara)
"bagaimana bocah, apa tiara cantik?? " (tanya aryo pada putra nya)
"apa an sih pah.. "
papa tertawa,
"kaya abg aja malu malu, kamu sudah 27 tahun danu, sebentar, papa ke kamar dulu"
danu melihat ara membantu mama nya, ara terlihat cekatan memegang peralatan dapur,
"bagaimana kamu bisa se sederhana itu ara, setelah tau siapa kamu, bisa saja kamu berpenampilan glamor dengan apa yang kamu miliki sekarang, kamu malah pilih pakai speda motor di banding mobil mewah, cara kamu berpenampilan, berbeda jauh dengan yona"
ara dan sang mama tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan, namun semua nampak seru..
danu mendapat panggilan dari yona,
hati kecil nya mengatakan untuk tidak mengangkat panggilan itu, danu membiarkan nya,
lalu ia sengaja me non aktifkan HP nya, danu sedang tidak mau di ganggu, lebih seru melihat ara dari arah nya duduk.
ara mulai menata menu di meja makan, saat HP mama berbunyi,
"apa?? ( nada suara mama terdengar cemas)
danu dan ara sontak memandang nya,
mama menangis,
" ya Tuhan, sekarang dimana mbak??
baik baik, Retno ke sana sama mas aryo"
mama menutup telpon nya, ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan,
ara mendekat
"mah... "
danu juga mendekat
"ada apa mah, telpon dari siapa? "
"danu, om Ardi kecelakaan parah, sekarang di RS, mama harus ke sana ya..? “
papa turun dari lantai dua, menghampiri mama
" pah.... "
"iya ma, papa juga dapet telpon, ayo. kita berangkat.. "
"ara sayang, maafin mama ya, ade mama kecelakaan, mama pergi dulu ya.. maaf ya mamah tinggal" (Retno membelai pipi ara)
"ga apa apa mah, semoga semua baik baik aja ya"
"makasih sayang, danu temenin ara ya, kalian makan lah, mama sama papa pergi dulu"
danu mengangguk,
menemani papa dan mama nya menuju garasi, orang tua nya pergi,
__ADS_1