Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
asinan lagi?


__ADS_3

Ara merasakan sakit di perut nya, ia lapar dan mual yang luar biasa bersamaan, ara bangun, ia akan pergi ke toilet, namun ia juga terkejut, melihat suami nya tertidur sambil duduk di sisi nya, ara tidak tahan ia sedikit berlari ke toilet,


danu pun terbangun, ia mendengar istri nya muntah muntah, danu menghampiri nya,


"sayang, kamu kenapa? " memijat tengkuk istri nya perlahan, tidak ada yang ara keluarkan dari muntah nya, ara meremas pinggiran bak mandi, kepala nya sangat pusing,


ara merasa nyaman mendapat usapan di punggung nya, itu sangat menenangkan,


"kamu manja sekali nak, kamu suka ayah mu mengusap ku?? " ara bergumam dalam hati nya, aneh, sentuhan tangan danu yang terasa hangat membuat perasaan nya lebih baik, ara tidak lagi muntah, ia mencuci mulut nya, dan membasuh wajah nya, ara bangun, danu mengikuti nya


"sayang"..


ara berbalik, danu menatap nya sendu.


" kamu sakit? " ia membelai rambut istri nya yang sedikit berantakan,


ara sangat ingin memeluk nya, ia sangat butuh sandaran saat seperti ini, namun semua nya selalu terbayang, foto foto itu..


danu memeluk nya, mendekap nya penuh sayang, menciumi pipi nya yang terhalang rambut,


"jangan pergi lagi ya, aku hampir gila nyari kamu sayang"


ara memeluk nya, untuk saat ini ia ingin berdamai dengan keadaan, ingin melupakan sejenak permasalahan nya, ia ingin hidup normal seperti sebelum nya,


"maafin mas ya sayang, mas janji ga bakal nyakitin kamu lagi, mas janji secepat nya akan beresin masalah ini"


ara mengangguk, ia coba mengerti suami nya, ia lelah, marah marah bukan sifat nya,


danu melepaskan pelukan nya, menagkup kan tangan di pipi ara,


"mas sayang kamu ara, mas ga pernah mencintai seseorang seperti cinta mas sama kamu, mas ga tau hidup mas bakal gimana tanpa kamu,


janji sma mas jangan pergi lagi oke"


ara hanya mengangguk,


danu memeluk nya lagi,


"kita pulang ya, istirahat di rumah ya? "

__ADS_1


"iya mas.. " ara sangat lemah, mereka pulang, ini masih jam 5pagi,


**


bi Nur terkejut melihat ara dan danu pulang,


"non... " bi Nur memeluk ara


"bibi kenapa? " ara menggoda nya


"non jangan pergi, bibi sampai ga bisa tidur mikirin non"


"ara ga kemana mana bi"


bi Nur melepaskan pelukan nya,


"ara laper bi, pengen nasi goreng ya?? "


"siap non" bi Nur pergi ke dapur, ia bersemangat sambil menyusut ujung mata nya dengan baju.


"mau tunggu makanan di sini atau di kamar? " tanya danu


"ayo mas temenin, mas juga belum ganti baju dari kemaren"


danu merasa ara sedikit berubah jadi pendiam, namun setidak nya ia tenang ara ada di sana bersama nya,


nasi goreng bakso kesukaan ara telah matang, bi Nur dengan senyuman bahagia nya menyuguhkan sarapan,


bi Nur tau ara sedang ngidam,


"bibi udah makan?"


"udah non"


"bibi mau bikin asinan, non mau ga? "


mata ara berbinar,


"mau banget bi, pasti seger"

__ADS_1


"siap non, kalo gitu bibi bikin dulu ya? "


"ok bi"


danu datang, ia melihat ara tersenyum senang,


"ada apa? seru banget kayak nya? " tanya danu, ia duduk di kursi, berhadapan dengan istri nya.


"engga mas" ara mulai menyuap makanan nya, lagi lagi, ia sungguh tidak selera, semua makanan terasa hambar di lidah nya, ara mengaduk nya, memilih bakso saja yang ia makan.


"nasi nya sayang"


"ia mas... " jawab ara pelan,


"udah ini istirahat ya, mas ada obat biar badan kamu enakan"


"ia mas.. " ara malas membahas sesuatu dengan suami nya,


danu melihat ara hanya mengaduk aduk nasi goreng nya saja.


ia pun tidak banyak bertanya, biarlah mungkin ara lebih nyaman seperti itu, danu tidak memikirkan hal yang aneh aneh.


selesai makan, danu memeriksa HP nya, ia ada janji lagi hari ini dengan papa dan pengacara, namun danu takut ara pergi lagi,


danu memperhatikan ara, ia memakan sesuatu, nemun terlihat begitu menikmati nya, danu mendekat, ia merasa heran, ini masih pagi


"sayang kamu makan apa? "


"asinan mas, mau?? " danu menggeleng cepat,


"makan kamu ga bagus, ini masih pagi sudah makan begituan, nanti lambung kamu luka, mungkin itu sebab nya kamu mual"


ara terdiam,


"aku hamil mas" ingin sekali ia mengatakan hal itu, namun ara masih menahan nya, entah kapan ia akan mengatakan pada suami nya,


ara menggeser mangkuk nya menjauh, ia menyudahi makan asinan yang sangat nikmat itu, ara pergi ke kamar,


lagi lagi, danu merasa tidak enak hati, mungkin ara tersinggung dengan ucapan nya, tapi itu untuk kebaikan nya

__ADS_1


bi Nur gemas sendiri mendengar pasangan suami istri itu, berarti benar danu belum mengetahui kehamilan ara, padahal danu seorang dokter kandungan, sungguh lucu pikir bi Nur.


__ADS_2