
Ara dan danu menerima tamu beberapa rekan danu di RS,, mereka tidak bisa menghadiri resepsi malam nanti karna beragam acara,
ara terus melirik papa nya, ia sungguh terlihat bahagia, papa pun menerima beberapa tamu yang datang,
sesekali ara menoleh ke halaman depan rumah nya, ia menanti kedatangan seseorang, walaupun ara tidak mengundang nya,
perasaan yang aneh, ara sudah menuliskan nama Rio di penerima undangan, tapi ia ragu, ini mungkin akan tambah menyakiti hati nya, ara menghapus nya lagi, ia mengurungkan niat nya memberi undangan pada Rio,
sudah tau ia tidak mengirim undangan, tapi tetap ia menanti kedatangan Rio,
lalu, jika benar rio datang apa yang akan ara lakukan? memeluk nya? mendiamkan nya? bertingkah biasa saja? atau harus menangis tersedu sedu, ah sudah lah..
danu melihat istri nya itu melamun,
rekan kerja nya pamit pulang setelah menikmati hidangan yang di saji. danu mendekati istri nya
"ara? "
ara terkejut, lamunan nya buyar seketika tentang Rio
"ah iya mas... "
"kamu lelah? apa mau istirahat? "
"iya mas, kepala ara sedikit berat"
danu tersenyum
"ayo aku antar, berbaringlah di kamar, supaya nanti malam kamu sudah merasa enakan.. "
nanti malam??
pikiran ara traveling ke mana mana.
apa yang akan terjadi nanti malam untuk sepasang pengantin baru?
"emh nanti malam?? " tanya ara seperti bingung, namun danu menangkap gelagat ara yang malu malu.
"iya, nanti malam kan resepsi kita"
ah. iya, kenapa ara sampai lupa soal resepsi,
__ADS_1
ara mengusap tengkuk nya, ia merasa malu dengan pikiran nya sendiri, danu tersenyum jahil
mendekati ara,
"kamu berpikir tentang apa nanti malam? apa kegiatan yang lain?? "
ara menatap mata suami nya, danu menggoda nya
"mas apa an sih"
"hayo.. kamu mikir apa, keliatan dari wajah kamu tau"
"mas udah ah, seneng banget sih godain ara"
danu tergelak,
"ayo istirahat lah, aku mungkin akan ada beberapa tamu lagi"
ara pamit pada mertua dan papa nya,
ia di bantu perias menanggalkan baju kebaya nya,
"saya kembali lagi jam 5 sore ya bu, untuk persiapan resepsi" perias itu berkata sambil membersihkan wajah ara
"sudah tugas saya bu"
ara berbaring, mata nya terasa perih karna semalam ia tidak bisa tidur,
mama Retno datang ke kamar ara, tok tok tok..
"sayang.. "
ara langsung bangun,
"mama, maaf ara tiduran dulu"
"ga apa apa sayang, istirahat lah, mama sama papa juga pamit ya, InsyaAllah kita ketemu di gedung malam ini"
"kenapa pulang mah? “
"kita ga bawa baju ganti buat malam, semua nya di rumah"
__ADS_1
ara mengangguk,
"baiklah mah, hati hati ya"
mama mengecup kening menantu nya,
"iya sayang, titip danu ya"
ara tertawa,
"pasti mah"
ara tidak berbaring lagi,
ia meraih HP nya di meja rias, menerima beberapa foto yang dikirim mama dan danu dan rima saat akad tadi,
ara tersenyum, menggulir layar HP nya, bahkan foto nya dengan sang papa yang berpelukan pun ada, "makasih pah, ga ada yang ara pinta selain kesehatan papa" ara mengusap layar HP nya, bersamaan dengan sepasang tangan melingkar di perut nya, ara sungguh terkejut,
"mass"
ara tidak mendengar sama sekali kedatangan danu ke kamar nya
" kamu suka? " menunjuk foto yang sedang di lihat ara,
"iya mas, sedih bercampur haru"
ara menoleh pelan pelan, membuat wajah nya dengan suami semakin dekat, jika danu juga menoleh, maka wajah mereka akan menempel,
benar saja, danu menoleh, karna merasa ara memperhatikan nya, namun ara cepat cepat membetulkan pandangan nya,
"kamu lapar? " tanya danu, ara terpejam, bagaimana hembusan nafas danu begitu terasa di telinga nya,
"mas lapar?, biar ara ambilkan makanan ya?? “
" jangan, nanti aku saja yang ambil"
danu menyelipkan rambut ara di telinga nya, danu melihat ara memejamkan mata, ia tersenyum, danu sungguh senang menggoda perempuan yang sudah jadi istri nya ini,
danu mencium pipi ara,
"istirahat lah, aku mau makan dulu sama papa ya? “ ara cepat cepat mengangguk, danu melepaskan pelukan nya dan berlalu begitu saja..
__ADS_1
ara melihat danu keluar dari kamarnya tanpa rasa bersalah telah membuat jantung ara serasa mau copot, ara tidak munafik, ia beberapa kali berciuman dengan Rio, juga dengan danu, tapi entah kenapa sekarang serasa berbeda, kecupan itu terasa manis,
apa karna mereka sudah menikah???