
Papa samsul memeluk danu,
"terimakasih nak sudah menjaga ara"
"itu sudah tugas danu pa"
papa menepuk nepuk pundak calon menantu nya itu,
mereka berdua menuju ruang inap ara, dr aryo harus kembali karna jam praktek nya akan di mulai lagi setelah istirahat,
danu membuka pintu pelan pelan dan membuka nya lebar, mempersilahkan papa masuk,
"papa" (ara memanggil papa nya, mengulurkan tangan untuk segera menggapai tangan papa nya)
papa memeluk nya,
Rio mundur, ia sedang menyuapi ara makan siang.
"apa yang terjadi sayang?? "
ara menagis di pelukan papa nya, merasa bersyukur ia selamat, dan bisa memeluk papa nya lagi, ia menggeleng
"terjadi begitu saja pa, ara ga merhatiin sekitar"
mengusap rambut dan punggung putri nya pelan,
papa juga memberi ciuman di puncak kepala putri semata wayang nya itu.
"syukurlah nak"
papa menoleh pada Rio, Rio menghampiri nya, memberi salam pada papa, papa tersenyum.
ia ingat betul, pria ini yang datang tempo hari, dengan gentlemen nya mengatakan kalau dia teman dekat putri nya, dan ingin melamar ara,..
melihat situasi canggung, Rio undur diri jam istirahat nya pun hampir habis,
__ADS_1
berpamitan pada papa, Rio sedikit terkejut ketika berjabat tangan dengan danu, ia membaca Nametag di dada sebelah kiri danu
"apa dia calon suami ara?? " ( bergumam dalam hati nya)
danu tersenyum, membalas jabatan tangan Rio, secara pribadi ia dan Rio tidak punya masalah kan?.
ara memperhatikan kepergian Rio, ada rasa tak rela di sana, Rio tadi sempat bilang ingin menemani ara malam ini di RS, ara menolak nya, karna itu tidak mungkin..
"dimana saja luka nya? " (tanya papa pada danu)
"kepala nya ada sobekan, lengan belakang sebelah kiri juga pah, tadi nya mau di jahit, tapi itu akan jadi kerutan membekas, danu minta pada dokter jaga jangan di jahit, " (denu menerangkan keadaan ara, papa melihat kepala sebelah kiri anak nya sedikit membengkak)
"apa kamu ga pake helm?" (tanya papa pada ara)
"engga pa, tadi nya ara mau nyebrang aja, mau beli es durian, kan nanggung buka pake helm“
" ya tapi efek nya seperti ini anak nakal"
ara cemberut, danu tersenyum melihat nya
"kamu belum selesai makan ara.. " (danu melihat makanan ara masih tersisa di piring nya)
"baiklah, aku siapin obat nya oke"
ara mengangguk, papa sangat senang melihat mereka berinteraksi begitu,
"panggil lah danu dengan sebutan santai ara, jangan panggil ia dokter.. apa nanti setelah menikah akan tetap memanggil begitu? "
ara langsung membalikan wajah nya menatap sang papa,
"iya pah, ini kan di RS "
"hmmm, betul, kamu pasien dan calon istri pa dokter, romantis sekali" (papa ara menggoda, ara sedikit salah tingkah, begitu juga danu...)
danu memberikan obat untuk ara minum,
__ADS_1
"satu satu saja" (kata nya dengan pelan, ara menurut)
"istirahat lah nak, papa akan di sini sampai sore, apa ara harus di rawat nak? (tanya papa pada danu)
" ya minimal se malam ini, kami tadi berencana melakukan ct-scan jika ada keluhan dari ara pusing atau mual, takut ada luka di dalam karna ada luka di kepala ara pah"
papa mengangguk,
"apa ada pusing dan mual? (tanya papa)
" pusing ada pah, tapi ga mual "
"ya sudah istirahat lah nak"
danu membantu papa turun dari ranjang menuju sofa,
"apa papa mau sesuatu? (tanya danu)
" engga nak, kamu tenanglah, jika ada pekerjaan lakukan lah, papa temenin ara di sini"
"baiklah pah, danu keluar dulu ya"
ara tersenyum pada danu,
"makasih mas"
mendengar ara memanggil nya dengan sebutan "mas" danu sungguh senang, itu terdengar sangat manis,
seolah kupu kupu terbang keluar dari dalam hati nya, danu tidak bisa menjawab, entah kenapa bibir nya terasa kaku, mungkin saking senang nya,
danu tersenyum, dan mengangguk,
jangan kan danu yang di sapa begitu oleh ara,
papa yang mendengar nya pun ikut bahagia.
__ADS_1
hubungan mereka seperti nya semakin dekat.
_ lihat lah ara, danu sangat memperlihatkan ketertarikan nya pada mu, papa yakin, dia akan bisa jadi imam untuk keluarga nya, dia bisa papa andalkan, tugas papa hampir selesai, berbahagia lah nak _