Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
permintaan ara


__ADS_3

"ahahaaaa" (mama tertawa melihat mimik wajah putra nya yang tampan itu jadi pucat pasi menghadapi ara, mereka sudah di dalam mobil perjalanan pulang, mama meminta danu pulang karena memberi waktu untuk ara istirahat)


mama mencubit lengan anak nya


"awww mah sakit lah" (danu protes)


"lagian bener kata ara, kamu maen cium cium aja"


danu tersenyum, mata nya memperhatikan jalanan di depan nya


"kayanya udh kena virus cinta nih anak, tadi hilang kendali, sekarang mulai stres senyum senyum sendiri"


danu semakin tersenyum mendengar ocehan mama nya,.


"mah... " (panggil danu)


"jujur, danu ga pernah se senang ini kalo ketemu cewe, danu deg degan tiap mau ketemu ara, padahal mama tau kan, lebih deg degan ngadepin oprasi, tapi kalo ketemu ara lebih lebih mah, bahkan kalo ketemu yona biasa biasa aja"


mama tersenyum penuh arti sambil mendelikkan bahu nya,


"kan mamah bilang, biarkan cinta mengalihkan hidup mu"..


danu tersenyum lagi,


" ayo lamar ara mah"


mama melotot mendengar itu..


"emhhhh dulu ga mau, katanya bukan jaman siti Nurbaya...


tapi mama senang sayang,, nanti mama bicarain sama papa ya"


danu mengangguk sambil tersenyum,


ini akan jadi kabar baik untuk papa nya ara..


**


ara melamun memandang pemandangan di belakang resto nya yang bisa di bilang kurang indah itu,


rima di sebelah nya membantu ara menyiapkan daftar kebutuhan dapur,


melirik bos nya beberapa kali, rima ingin bertanya tentang kejadian siang tadi, tapi dia belum cukup berani,


"rim.... " ( ara memanggil rima, rima sedikit terkejut, karna suara bos nya itu sangat lah lirih)


"rima di sini bu... "


"menurut kamu aku harus gimana?? “ (ara bertanya pada asisten nya itu tanpa menoleh sedikit pun)


" emh... maaf Bu, tentang apa ya?? "


ara terdiam lagi,


berpikir, apa harus ia cerita pada asisten nya itu, ara dan rima sudah cukup dekat, rima bekerja sejak pertama ara membangun resto ini.

__ADS_1


"kamu tau kan aku pacaran sama Rio udah lama. tapi papa jodohin aku sama orang lain rim... "


rima diam, menyimak betul betul apa yang bos nya ucapkan.


ara masih memandang ke luar resto,


"dan yang di jodohkan papa aku itu dokter danu, yang tadi datang dengan mama nya"


"yang pacar nya ngamuk itu bu?? ( ara mulai bertanya ia penasaran) "


"ya, dia pacar nya danu,


soal itu aku ga pikirin rim, aku mikirin diriku sendiri...


aku belom yakin bisa hidup sama orang yang baru aku kenal,


aku nyoba bilang ke papa kalo aku punya Rio, aku pengen nikah sama Rio, tapi papa ga mau tau. hick... " ( ara akhirnya menangis, runtuh sudah pertahanan nya)


"aku sayang sama Rio rim... gimana aku jelasin ke dia, sedangkan dia udah beberapa kali ngajak aku nikah, memang aku belum siap, tapi kenapa jadi gini??? “


rima menarik kotak tisu yang ada di meja,


memberikan pelan pada bos nya itu, rima bangun, mengusap pundak bos nya...


ternyata ara punya masalah juga, rima kira bos nya itu tidak memiliki masalah, hidup nya selama ini terlihat have fun...


" kondisi papa kurang sehat bebrapa bulan ini, papa ga pernah minta sesuatu sama aku rim,, selama apa yang aku mau pasti dia dukung,


tapi kali ini papa minta sesuatu, yang aku rasa begitu berat... aku ga yakin bisa nurutin permintaan nya "


"jujur rima ga punya solusi bu, maaf ya.. rima cuma bisa dengerin curhatan ibu aja.. rima aja belom bener hidup bu, boro boro ngasih solusi buet orang lain "


ara mengangkat wajah nya, mengusap sisa air mata di ujung mata nya,


"ga apa apa rim, aku cukup lega dengan ngutarain isi hati ku gini, kalo anak anak nanyain soal kejadian tadi, bilang aja yang sebenar nya,


aku tetep salah di sini, bagaimana mungkin ada wanita yang tinggal diam kan kalo laki nya deket sama cewe lain?? “


ara menoleh pada rima,


mengusap tangan assisten nya yang masih ada di pundak ara...


ini masih jam 5sore, tapi ara ingin segera pergi, entah kemana..


"rim, lanjutin laporan nya ya... tar kirim via WA, aku yang pesen bahan ke toko, sekalian transfer nya"


ara bangkit dari duduk nya,


"ibu mau kemana?? " (rima sedikit heran)


"aku mau pulang aja,, mau berendem, kayanya enak ya, keramas pake aer es, biar adem dikit ni kepala"


"ibu.... " (rima menggoyangkan tangan ara, )


jangan galau gitu, rima jadi ikut galau... "

__ADS_1


ara tersenyum,


"yaudah, aku pulang ya rim, nanti hati hati kalo kamu pulang ya... pulang jam 7 aja"


"iya bu, hati hati ya... "


**


melajukkan motor nya dengan pelan,


ara sedang menimbang, akan mampir kemana dia, ara berhenti, menelpon seseorang, lalu ia tancap gas lagi...


berakhir di sebuah coffee shop,


ara menunggu Rio, pacar nya itu pasti sudah pulang dari kerja nya,


Rio cukup mapan, ia menjabat bagian keuangan di salah satu kantor di kota ini.. tapi sayang keluarga nya tidak utuh, Rio merantau ke kota ini, ayah dan ibu nya sudah lama pergi menghadap sang ilahi...


ara terkejut, ketika sebuah tangan melingkar di lehernya, Rio datang, memberi satu kecupan di pipi ara


"hallo sayang... (sapa Rio)


ara tertawa


" hallo... "


"udah pesen?? " ( tanya Rio)


"belom, kan nunggu kamu"


"ya udah kita pesen ya... ? "


ara mengangguk,


ara lekat menatap kekasih nya yang terlihat tampan sore ini,


"bagaimana takdir akan menorehkan cerita nya yo? aku ga mau kita pisah, aku ingin egois, aku ingin membangkang apa boleh?? " (pikiran dan hati nya bergelut, akan kah ini mudah??)


"gimana papa apa semakin membaik? "


ara mengangguk,


"kamu tampan banget yo.. " (ucap ara jujur, yang sontak membuat Rio tertawa)


ara berdecak malas melihat respon kekasih nya itu,


"biasa nya kalo sesorang memuji, itu ada mau nya sayang... "


ara kini yang tertawa,


"aku jujur yo, (ara menundukan kepala nya) kamu mau janji sama aku? "


"apa? "


"jangan tinggalin aku, apa pun keadaan nya.

__ADS_1


boleh aku minta itu..??? "


__ADS_2