
Yona membawa danu untuk duduk di sofa, ia mengusap pelipis dan sisi bibir danu yang masih terlihat memar
"apa ini sakit? “ yona mencium nya dengan mesra di luka yang danu punya,
danu menggeleng, yona tersenyum
" maaf ya, orang ku bilang kamu melawan dan ga mau di bawa kesini, kan jadi memar begini, coba kalo kamu nurut"
yona menggenggam kemeja danu yang sudah terbuka, ia bersandar, danu mengikuti nya, yona mulai menciumi nya,
"ara sayang maafin mas" hanya itu yang danu ucapkan terus menerus dalam hati nya, ia berkhianat, ia terpaksa, walaupun ini tidak di benarkan, ia melukai hati istri nya,
yona benar benar melakukan nya, danu sungguh sudah tak memiliki rasa pada nya, yona bahkan melucuti semua pakaian nya agar danu terpancing, "anggap saja aku ara sayang" yona menggoda nya tak tahu malu,
yona memimpin karna danu hanya diam, memaksa nya untuk memasuki tubuh nya, danu memicingkan mata, yona bahkan sudah tidak lagi gadis, rasa nya sungguh berbeda dengan ara, danu tambah membenci yona,
ia harus cepat menyudahi semua ini, danu bahkan jijik pada diri nya sendiri,.
danu pergi dari apartemen yona dengan tergesa-gesa, dia tak menghiraukan teriakan yona yang memanggil namanya,
menutup pintu mobil dengan kasar, danu bahkan belum mencapai ******* nya, ia tak tahan, danu meremas rambut nya frustasi, bayangan ara terus melintas di pelupuk matanya, bagaimana sangat istri tersenyum dan merawat nya,
mata nya memanas, danu hampir saja menangis
"ara.. maaf "
ia harus pulang, membersihkan diri nya yang kotor, ia bahkan mungkin tidak pantas pulang ke rumah ara, bagaimana dia bisa memandang wajah sang istri dengan perasaan bersalah.
danu memutuskan pulang ke rumah orang tua nya, ada mama yang sedang merapihkan tanaman hias di depan rumah, wajah nya sangat bahagia melihat mobil ara datang,
danu keluar dari mobil,
"lho kamu sendiri sayang? ara mana? "
danu menyalami mama nya,
"ara di resto mah, danu mau ke kamar dulu"
mama mengangguk, merasa heran dengan anak nya itu,
"danu pulang pake mobil ara, ara nya ga ikut, terus mobil dia mana?? " mama menggerutu, menyudahi bersih bersih nya,
"bi, siapin makanan ya, mungkin danu belum makan"
"siap bu"
mama menunggu anak nya turun, tapi sudah setengah jam anak nya belum turun
"ada apa ya? apa mereka punya masalah?? "
mama memilih menunggu,
danu sudah mandi, ia melamun di balkon kamar nya, hal yang paling tidak ingin ia lakukan bersama yona karna alasan belum menikah, kini malah ia melakukan nya, parah nya danu telah ber istri, walaupun tidak ada perasaan lagi pada yona, danu kini bisa membedakan, yona sudah tidak lagi gadis berarti wanita itu pernah melakukan nya dengan lelaki lain, bagaimana yona sering mengajak danu melakukan itu dan dia berkata ingin merasakan nya untuk pertama kali, yona bohong, danu jadi bersyukur tidak menikahi nya, namun hati nya tetap merasa bersalah pada ara.
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya,
"danu sayang, kamu ga apa apa nak? “
__ADS_1
danu mengusap wajah nya dengan kasar
ceklek, pintu kamar terbuka, danu tersenyum pada mama nya
" kamu kenapa nak? “
danu maju memeluk mama nya,
"kamu ada masalah sama ara sayang ? " mama bertanya lagi,
"engga mah, kita baik baik aja, danu lagi pengen pulang, danu lagi libur"
mama mengusap punggung anak nya
"kamu udah makan nak? "
"udah mah, danu mau pulang lagi ya"
"lho ko sebentar, bi yuyun udah nyiapin makan"
"ini udah sore mah, danu mau jemput ara"
"baiklah, sampaikan salam mama sama ara ya, mama kangen sama dia"
"nanti danu ajak ara ke sini"
mama mengantar anak nya sampai depan
"mobil kamu kemana nak? "
"itu, lagi di bengkel mah, kemaren mogok"
"iya mah"
danu pergi,
mama merasa ada sesuatu pada anak nya, ia juga melihat wajah danu seperti lebam, akan ia bicarakan pada suami nya nanti, mama khawatir,
danu menuju restoran, hari sudah hampir gelap, ia masuk lewat samping, lorong resto
"pak dokter" mila berdiri dari duduk nya, merasa heran karna danu datang
"ibu ada? "
"lho, bukan nya ibu di rumah pak? ibu ga datang ke resto, katanya kurang sehat? "
danu terdiam, ia mengeluarkan HP di saku celana nya, tak ada pesan apa pun dari ara
"sebentar saya telpon ibu dulu'
" iya Pak, apa mau masuk ke ruangan? "
"ga usah mila, saya di sini saja"
tuttttt, tuutttt.
ara meraih hp nya,
__ADS_1
"mass?? "
"sayang, kamu di rumah? "
"hehee iya mas,"
"aku di resto mau jemput kamu"
"oya? maaf mas ara ga ke resto, ga tau kenapa ara lemes, perasaan ara ga enak dari tadi, ara ga ngabarin mas karna takut nge ganggu"
danu terdiam, "maaf sayang kamu pasti punya kontak batin yang kuat" bergumam dalam hati nya
"ya udah mas pulang ya, apa mau titip sesuatu? "
"ah iya mas, ara pengen bubur kacang ijo ya, ga jauh dari resto ada yang jual"
"oke, ya udah mas pulang ya"
"hati hati ya mas"
"iya sayang"
"mila saya pamit ya"
"iya Pak dokter, hati hati ya"
danu pulang, membeli pesanan ara,
ketika sampai garasi, danu terdiam, apa ia sanggup bertemu dengan ara setelah kejadian tadi??
"ya Allah" danu menyandarkan kepala nya, ia lelah, hati nya yang lelah.
ara membuka pintu, ia tersenyum ceria berhambur memeluk suami nya
"akhir nya mas pulang, ara pengen bubur kacang nya"
danu tersenyum,
"jadi cuma pengen bubur kacang? ga mau ketemu mas? "
"hehe, mau mas"
danu dan ara masuk,
"mas, perasaan bukan pake baju ini tadi"
danu melirik pakaian nya,
"ah itu...
tadi mas pulang ke mama, ganti baju, baju mas kena darah"
ara mengangguk, menuangkan bubur di mangkuk, ia juga menuang untuk bi Nur dan kang ujang,
"ayo mas makan mumpung masih anget"
danu mengangguk, ia meraih sendok nya.
__ADS_1
ara begitu lahap memakan bubur kacang ijo pesanan nya,
danu menatap nya dengan rasa bersalah, bagaimana ia bisa menghianati wanita yang sangat ia ingin kan, ara sudah mulai membuka hati nya untuk ku, dan aku malah menghianati nya??