
Danu pulang larut sekali,
tadi ia menemui pengacara,
mendapat rekomendasi dari papa, mereka bersiap membalikan fakta yang yona umbar, ini banyak pasal yang menjerat yona, ini pencemaran nama baik danu, di tambah menyebarkan kabar yang tidak benar sehingga merugikan orang lain.
mengecek jam di HP nya, 00:12 ara pasti sudah tidur, danu sudah berada di parkiran rumah ara, namun ia enggan untuk masuk, bi Nur juga pasti sudah tidur,
danu menoleh ke arah samping rumah ara, seseorang membuka pintu samping di tengah malam begini,
memicingkan mata nya, melihat seseorang keluar dari pintu, itu pintu penghubung ke dapur,
danu langsung membuka pintu mobil nya mengetahui itu ara yang di sana,
"sayang, mau kemana? "
ara merekatkan resleting jaket yang ia pakai, ia terkejut melihat suami nya di sana.
ia tak menjawab, ara meraih helm hendak memakai nya
"ara kamu mau kemana? " danu menarik sedikit kencang tangan ara
ara menatap nya sinis,
"jawab sayang, ini sudah tengah malam, kamu mau kemana? "
"ara... " ia ragu mengatakan keinginan nya
"ara mau beli bubur kacang ijo"
danu tersenyum,
"ini udah malem sayang, jam setengah satu"
"lho terserah aku mau beli jam berapa, yang beli aku, uang uang aku.. "
danu mengangkat alis nya, ara marah namun terdengar lucu,
"kenapa ga bilang sama mas mau bubur kacang, tar mas bawain, mas aja yang beli ya, kamu tunggu di rumah".
"aku mau beli sendiri mas, udah lepas " ara bergerak, mencoba melepaskan genggaman tangan danu,
danu menarik nya, ia memeluk istri nya, danu mencium bibir ara paksa, ara menolak,
__ADS_1
"mas, lepasin..."
danu menangkup kan sebelah tangan nya di pipi ara, mencium nya lebih dalam, ara terbuai awal nya, namun ia tersadar,
"masss" ara mendorong kasar dada danu, hingga suami nya itu mundur beberapa langkah,.
"jangan sentuh aku lagi, kamu tau ga? "
ara mengencangkan suara nya,
"ara, mas sayang sama kamu, mas ga mau kamu cuekin gini, mas ga bisa kamu diemin"
ara tak menjawab, ia membalikan tubuh nya, ia akan pergi dengan motor nya, motor nya masih di dalam,
danu tidak bisa membiarkan itu, ini sudah malam, bahaya seorang perempuan keluyuran seperti itu.
danu menggendong ara, helm nya terjatuh, ara berteriak,
"maaassss lepasinnn"
danu tak menghiraukan teriakan ara yang membuat telinga nya berdengung,
membawa istri nya ke kamar, danu mendudukan istri nya di tempat tidur,
danu pergi ke luar, mengunci pintu kamar dari luar agar ara tidak kabur,
ara cemberut,
"hickkk aku pengen bubur kacang" ara menangis..
danu datang membuka pintu kamar nya, ara masih di posisi tadi, tak bergerak sedikit pun,
danu menatap mata istri nya, mata yang selalu ingin ia pandang, saat bangun tidur dan hendak tidur, ia mendekat duduk di depan ara,
"ara pengen bubur kacang mas" ara memukul dada danu kencang, danu meringis, tenaga ara cukup kuat.
"ini sudah malam sayang, besok mas belikan, atau minta bi Nur buatkan nanti pagi"
ara menunduk, menyembunyikan wajah nya di kedua telapak tangan
"hickkk, hickkk"
danu mengusap kepala istri nya,
__ADS_1
"maaf ya, mas bikin kamu nangis terus, bahkan saat papa meninggal kamu ga menangis seperti ini"
"mas tau, hati ara terluka? ara di paksa menikah dengan orang yang bahkan ara ga kenal, rio menjauh, entah dia kemana, papa meninggal, mas tau hati ara sangat terluka dengan semua itu? namun ara masih bisa tersenyum, ara kubur luka itu sendiri, ara ga mau orang orang melihat ara berduka, luka hati ara belum kering mas, sekarang harus terluka di tempat yang sama, mas tau perasaan ara gimana? hati ara hancur mas, ga ada yang lihat itu, ga ada tempat ara mengadu, mas masih bisa ngadu ke aku kalo mas gagal operasi, mas berduka untuk orang lain, tapi aku??, ara harus cerita sama siapa? ara ga punya siapa siapa mas, bahkan kamu masih punya orang tua lengkap yang bisa bantu kamu keluar dari masalah“
benar, ara benar, danu merasa ia sangat egois, danu merasa ara baik baik saja dengan pernikahan mereka, namun ternyata hati nya patah, ara begitu baik menyimpan masalah nya sendiri,
"mas enak, pulang ke sini ketemu sama aku, dan di luar ketemu cewe lain, ara merasa jadi wanita yang kurang ajar ketika mas bilang mas udah ga berhubungan dengan yona saat mas tau mas di jodohkan dengan ara, tapi ternyata.".
" ara stop, mas ga mau bahas itu, mas bilang mas punya alasan ngelakuin semua, mas ga bohong sayang"
"oya? baik" ara menarik nafas dalam dan menghembuskan nya,
"kalo mas ga mau bahas itu, (ara mendekati suami nya, danu memejamkan mata, ia mengira ara akan mencium nya, namun salah ara berbisik di telinga nya
" bagaimana kalo kita membicarakan perceraian, aku akan butuh pengacara mas, mas tau pengacara yang bagus?? “
danu menegang, kata kata itu yang ia takutkan selama ini, ara tersenyum manis, walaupun mata nya sembab, namun tidak dengan danu,
tanpa ara sangka, danu menyerang nya, ara kalah tenaga, tatapan mata nya penuh amarah, danu menindih nya, mencium bibir ara tanpa ampun ara tak bisa berkutik, danu pun menindih kaki nya.
"kamu mau membahas perceraian sayang?
ayo kita bahas sekarang"
danu membuka baju nya, melemparkan nya kemana saja, ia dengan paksa membuka kaus yang ara pakai, ia sangat mendamba, melihat bagian atas tubuh ara sudah terbuka,
danu memaksa nya melakukan hubungan, ara coba menghindar, namun danu begitu cepat, mereka telah bersatu
"mass sakit" ara menagis, ia benar benar tidak siap dengan serangan danu, hingga membuat ara kesakitan,
mendengar itu danu terdiam menetralkan nafas nya yang memburu, ia menatap istri nya,
"maaf sayang" danu mencium bibir ara pelan, ia juga membuat gerakan dengan perlahan di bawah sana,
ia sangat merindukan istri nya, danu tidak mau berpisah dengan ara, bahkan memikirkan nya pun ia tak sanggup,
ara terus memalingkan wajah nya, ia tak mau menatap suami nya,.
mereka telah selesai, ara tidur tengkurap menghindari danu,
danu mendekat, mengelus pundak ara,
"mas ga mau ada kata perceraian lagi antara kita sayang, mas ga pernah sampai memikirkan nya, kasih mas waktu buat buktiin semua, jangan ambil keputusan kalo sedang emosi"
__ADS_1
ara tidak menjawab,
danu mengelus punggung nya, ara merasa nyaman, hingga ia tertidur.