
Siang ini danu kedatangan HP pesanan nya, ara membantunya memindahkan kartu,
"sudah beres mas coba di aktifkan"
"makasih ya"
ara mengangguk, danu libur praktek hari ini, ia kan mengantarkan ara ke resto,
tadi pagi danu dan mang ujang sudah membawa mobil ke bengkel, ia harus ganti kaca belakang b mobil nya,
banyak sekali notif panggilan masuk dan pesan, rahang nya mengeras, itu semua dari yona.
"sayang mas di teras belakang ya"
"mas mau kopi, biar ara buatin"
"boleh" danu tersenyum pada istri nya, ara sedang membuat cemilan di dapur
membuka pesan dari yona, danu melebarkan mata nya, itu malam hari, mungkin dia membuat video nya tadi malam,
di sana ada sebuah video yang memperlihatkan seseorang memakai masker membawa jerigen dan menuangkan isi nya ke sebundel kain, lalu ia membakar nya, memastikan bahwa di dalam jerigen itu adalah minyak tanah.
yang membuat danu marah, itu di lakukan di parkiran restoran ara, itu jelas ancaman
"temui aku di apartemen sayang, ayolah jangan membuatku kesal, atau aku akan memberikan kejutan pada istri mu, restoran itu impian nya kan?? "
satu pesan dari yona membuat nya dilema,
kenapa harus melibatkan ara, danu mencoba menelpon yona, lagi lagi no nya tidak aktif,
ara melihat suami nya mengumpat, dan memijat kening nya
"masss" panggilan ara mengagetkan danu, ara sampai bingung, kenapa suami nya sampai kaget begitu
"ya ampun mas kaget sayang" danu mengusap dada nya
"ada apa mas, mas keliatan cemas"
danu berpikir sejenak,
"ada oprasi dadakan, dokter lain sedang ada tugas, mas aja yang free, jadi mas di minta datang" danu berbohong
"lalu? ayo mas siap siap, kasian pasien nya"
"kamu ga marah? aku lagi libur"
"mana mungkin ara marah mas, itu menyangkut keselamatan seseorang kan"
__ADS_1
"iya, kamu benar sayang, ya udah, mas siap siap ya"
ara mengangguk, ia membuntuti suami nya, membantu nya bersiap siap,
"mas pinjam mobil ya"
"iya mas pake aja"
ara melihat raut wajah yang tak biasa nya dari danu, ia seperti menyimpan sesuatu,
danu pun bingung, hati nya sungguh bergemuruh, ia harus menemui yona demi ara,
danu memeluk istri nya sangat erat, ara mengusap punggung nya
"semoga sukses oprasi nya mas"
danu tidak menjawab,
ia menangkup pipi ara, mencium kening nya sedikit lama,
"mas pergi dulu ya"
"iya mas, hati hati ya.. "
danu pergi, ia menepi di parkiran apartemen yona, menimbang apa benar ia harus datang, tapi yona seperti nya tidak main main, jika benar ia sampai nekat membakar restoran ara, ara akan rugi besar, belum lagi karyawan nya pasti tidak bekerja untuk sementara waktu,
berjalan menuju lift, ia menunggu beberapa saat sampai lift terbuka, dan danu memencet tombol tujuan nya,
ting, suara lift berbunyi membuyarkan lamunan danu, ia begegas keluar, melewati lorong, mengecek no apartemen yona, ia pernah datang beberapa kali ke sini
ting tong,
danu menekan bel, ia menunggu belum ada jawaban di dalam
ting tong,
danu menekan nya lagi,
ceklek, pintu terbuka, benar dia ada di sana, yona tersenyum sungguh bahagia melihat tamu nya datang, tamu yang ia dambakan dua bulan terakhir ini,
"sayang..... " yona memanggil nya dengan mesra, pakaian yang yona pakai sungguh sangat kekurangan bahan
danu membuang pandangan nya.
"katakan apa yang mau kamu bicarakan"
tangan yona terulur, memegang tangan danu
__ADS_1
"ayo masuk, jangan malu malu" berkata dengan senyum menggoda
"bisa kamu katakan di sini saja? "
"jadi kamu menolak? oke sayaang lihat ini.. "
yona memberikan HP nya, seseorang terlihat sedang berada di samping restoran ara,
"kalo kamu ga mau masuk, aku tinggal kasih perintah sama dia buat ngelakuin yang aku mau"
danu menegang,
"kamu licik yona"
"uhhh sayang, itu kata kata yang begitu mesra,
ayo " yona menarik tangan danu, mau tidak mau danu mengikuti nya
menutup pintu dengan keras yona tersenyum penuh arti, danu masih berdiri tak jauh dari pintu,
"aku kangen sayang"
yona mulai melancarkan aksi nya, ia meraba dada danu, jari lentik nya meraba leher dan tengkuk nya, yona mendekat
"apa yang kamu lakuin? " tanya danu sinis
"kamu ga pernah mau tidur sama aku danu, padahal aku cinta sama kamu, aku rela melakukan itu walau kita belum menikah"
yona seolah olah masih suci, danu memang tidak pernah mau tidur dengan nya, entah yona mengajak nya berapa kali,
"aku sudah punya istri yona"
"no problem honey"
yona mendekatkan bibir nya pada bibir danu, danu menghindar, tidak ada hasrat di sana, yang danu inginkan hanya istri nya, Tiara Agatha
"kamu menolak sayang?, baik akan aku telpon orang ku untuk memberikan kejutan pada ara"
danu lagi lagi diam, ia bingung harus bagaimana,
"kamu mencintai nya bukan? maka ayo tidurlah dengan ku, sekali saja"
danu mengusap wajah nya kasar, yona tersenyum senang, bukan kah itu pertanda seorang Dr Danu Atmaja sangat gusar dan menyerah,
yona membuka kancing kemeja danu satu persatu,
kancing yang tadi ara pasangkan saat ia bersiap,
__ADS_1
"ara, aku mencintai mu" dalam hati danu merapalkan kata kata itu, bagaimana jika ara tau kelakuan nya ini, ia pasti akan kecewa sangat, bahkan mungkin tidak memaafkan nya.