
hidupku hancur seketika,
entah untuk keberapa kali nya, ketika aku mencoba berdamai dengan hidup ku,
mengapa yang ada hanya kesakitan,
pernikahan yang seharusnya nya jadi mimpi indah seseorang, namun jadi buruk untuk ku,
aku sakit ketika mengetahui pilihan ku bukan yang terbaik,
aku sakit, ketika terpaksa harus menerima seseorang yang tak ku kenal menjadi imam ku,
aku sakit kehilangan cinta ku,
aku sakit kehilangan papa,
dan kini apa lagi?
aku bahkan belum merasakan cinta pada suami ku, namun seperti nya harus aku akhiri, ini sudah tidak sehat bagi kami, hanya akan menyakiti jika tetap bersama, apa itu cinta??
ara menyandarkan tangan nya di sofa, ia duduk di karpet bulu yang lembut di kamar nya,
mendapat video berdurasi 30 menit dari no tidak di kenal, ara melihat nya,
danu mulai masuk, itu seperti apartemen, yona menggandeng tangan danu, ia tersenyum bahagia, namun memang ara tidak melihat rona bahagia pada wajah danu,
ara menekan tombol Pause, ia menguatkan hati nya untuk melanjutkan menonton video itu,
ara melanjutkan nya, adegan demi adegan jalas di sana, bagaimana yona dan danu bercuiman, bagaimana yona membuka kancing baju kemeja suami nya satu persatu, ara menggigit ibu jari nya,
hati nya berdebar,
terlihat di sana mereka bergerak mendekati sofa, dan saling mengucapkan sesuatu, video itu tak memiliki suara, mungkin akan lebih buruk jika ara mendengar suara dari video tersebut, yona membuka pakaian nya hingga tak se helai pun tersisa, ara semakin gusar,
melihat bagaimana yona melucuti pakaian suami nya, dan ia mendekat, membuat diri nya berada di atas danu, mereka melakukan nya, wajah danu terhalang kepala yona ara tidak bisa melihat nya, hanya melihat mereka bergerak terus menerus,
tak ada air mata, itu sudah mengering, ara tidak mau menangis lagi, hati nya benar benar hancur, kepercayaan pada suami nya hilang sudah ketika ara baru saja ingin berdamai,
ara mendengar danu masuk ke kamar nya
"itu kurang hot mas" ara berkata, membuat danu mengerutkan dahi nya,
"apa? "
"ini.. " ara menunjuk HP nya, ia masih memutar video danu dengan yona, dan itu bagian adegan sangat intim,
danu memperhatikan HP ara, sejenak ia berpikir, kenapa ara menonton video begituan,
__ADS_1
namun seketika ia menegang, danu melihat wajah lelaki itu begitu mirip dengan nya,
ya itu dia, dan wanita itu yona,
yona mencium nya dengan sangat mesra,
danu merebut HP ara, ia melihat lagi, benar itu dia dan yona, danu bahkan tidak tau yona merekam nya,
"kembalikan mas" ara mengangkat tangan nya
"engga ara" danu benar benar takut, ini sungguh fatal
"aku belum selesai melihat nya"
danu memperhatikan raut wajah istri nya, begitu tenang, bahkan ara tidak marah atau menangis
danu menyembunyikan HP ara di punggung nya,
"akan aku kirimkan ke no mu jika kamu mau menonton nya juga" nada suara ara mulai bergetar, danu mengusap wajah nya, lalu rambut nya, ia sangat frustasi.
"ara.. " kata nya pelan
"barikan mas"
"engga sayang"
"ara maafin mas"
"lepas mas, aku ga mau debat"
"kamu harus percaya sama mas"
ara terdiam,
"ara percaya mas, ara percaya memang kita ga di takdirkan bersama"
danu menggeleng, ia memeluk erat istri nya
"engga sayang ga boleh"
"ara pasrah mas, biarlah semua terjadi, mungkin sudah takdir nya"
"ga ara ga boleh" danu tau arah pembicaraan ara
"ara mohon lepas, ara lelah, ara mau tidur" pelan ara mengucapkan nya, namun danu sangat berat, ia memiliki firasat buruk, namun danu melepaskan nya juga, ara menatap mata suami nya, danu terlihat sangat sedih
"kenapa mas sangat sedih? bukan kah mas menikmati nya? "
__ADS_1
"ara, mas ga tau harus bilang apa lagi, mas di jebak sayang"
ara tersenyum, ia melangkah, naik ke ranjang nya dan tertidur, danu memperhatikan istri nya,
"tolong tutup pintu nya mas"
danu menangis, lagi lagi ia melukai hati istri nya, danu menghapus video di HP ara, tapi sebelum naya ia screenshot si pengirim pesan, dan mengirimkan video itu pada no nya, ini akan jadi bukti baru.
danu dilema, sebentar lagi ia harus bertemu pengacara nya, sedang kan ara tak bisa ia tinggalkan dalam keadaan begini.
**
ara benar benar tidur, namun sebentar, ia bangun lagi, danu sudah tak ada di sana,
ia begitu mual, kepala nya hampir pecah, ara menuju kamar mandi, memandangi wajah nya sendiri, ia nampak menyedihkan, betapa takdir telah membuat hidup nya berantakan, ara mengeluarkan gunting di laci nya,
menatap lagi ke cermin,
ara mengarahkan gunting ke rambut nya, ia menggunting nya sangat pendek, mata nya sudah penuh dengan cairan, ara menangis dalam diam, hati nya mungkin sudah tak berbentuk,
telinga nya mendengar bagaimana suara gunting itu memotong rambut nya, ara menangis, rambut sepunggung nya telah selesai di potong menjadi pendek di bawah telinga,
ara pergi, ia akan mandi, membiarkan rambut nya berantakan di lantai, ia menyalakan shower, membiarkan bagaimana air itu jatuh menyamarkan air mata nya, hidup nya telah selesai, ara tak punya semangat lagi,
danu kembali ke kamar, ia tadi mendapat telpon, ara tidak ada di ranjang nya, namun suara air terdengar dari kamar mandi, ara sedang mandi pikir danu, danu hendak mengambil baju di lemari nya, ia terkejut, melihat banyak rambut berserakan di lantai,
pikiran aneh nya tiba tiba muncul, bagaimana kondisi ara di dalam..
dorrr dorr dorr.
"ara buka pintu nya"
danu tidak sabar, ia harus memastikan ara baik baik saja
"ara... " danu semakin berteriak
ia menguatkan hati nya, bagaimana jika ara nekat mengakhiri hidup nya, pikiran danu tidak bisa ia kendalikan, ia sangat ketakutan
"tiara.. " danu berteriak ia sudah mengangkat tangan nya untuk menggedor lagi pintu kamar mandi, namun ara membuka pintu nya, ara tidak apa apa, danu bersyukur dalam hati nya,
"ara kenapa rambut kamu?? "
ara diam, tatapan nya begitu dingin, ara melangkah melewati suami nya,
"ara".. danu menyentuh tangan nya
" lepas mas, jangan sentuh aku lagi"
__ADS_1
danu melepaskan nya tanpa perlawanan, melihat ara baik baik saja pun ia sudah lega, danu meraih gunting di meja, membawanya keluar, ia takut ara melakukan sesuatu.