Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
jalan jalan


__ADS_3

Danu membawa ara ke sebuah mall, entah kemana ia akan membawa nya ara mengikuti saja,


ara melihat stand penjual eskrim ia menarik tangan danu, untuk pergi ke sana, mengantri beberapa orang di depan nya, banyak sekali pilihan rasa di sana membuat ara bingung,.


"mas mau yang mana? "


"mas yang coklat deh"


"aku yang vanilla yang ada Choco chip nya, dua ya. mba"


"di tunggu ya ka"


mata ara memperhatikan bagaimana penjaga stand itu me nyendok eskrim ke dalam mangkuk, ara terlihat senang saat menerima eskrim itu, danu membayar nya,.


mereka duduk di bangku yang di sediakan.


"duhh ara kapan terakhir makan eskrim ya, udh lama banget "


"oya? ayo kita makan"


"emhhhh," satu suapan masuk ke mulut ara ia sangat menikmati eskrim itu


"emh, enak mas" mulut nya masih penuh dengan eskrim tapi ara tidak tahan untuk mengutarakan rasa dari eskrim itu,


danu menyodorkan sendok penuh eskrim pada ara, "coba yang ini, ini juga enak"


danu menyuapi nya,


"gimana? “


" emhhhhh" ara manggut manggut, "enak juga mas, ayo kita saling icip" ara tertawa, ia jadi ingin semua eskrim nya,


mereka saling suap, hingga eskrim kedua nya tandas,


"mau lagi? " tawar danu


"engga mas cukup, makasih ya"


danu mengangguk, ara mengeluarkan tisu basah dari tas nya, ia membersihkan mulut danu, ada sedikit eskrim tersisa di sana


"berantakan mas"


danu diam, menikmati moment itu.


"udah bersih"


"makasih sayang, mau kemana lagi kita? "


"emh, ayo lah jalan jalan aja, cari sesuatu"


"ayo" danu menggenggam erat tangan ara, menunjuk apa yang menurut ara lucu, namun ia tak berniat membeli nya, melewati babyshop di sana, langkah ara memelan, merasa gemas melihat baju bayi yang menjadi display di sebuah kaca itu, danu memperhatikan ara,


hati nya menghangat, apa ara sudah terpikirkan soal anak? pikiran danu melayang, mereka bahkan belum melakukan itu, melakukan proses pembuatan anak,. danu tidak mau memaksa, terlebih mungkin ara masih berduka.

__ADS_1


"lucu ya mas"


"sangat sayang.. " tak lama, ara memalingkan lagi pandangan nya, mengajak danu melanjutkan perjalanan,


danu mengajak nya ke toko perhiasan,


ara terlihat bingung,


"lihat lihatlah dulu, siapa tau ada yang kamu suka"


ara tersenyum.


mencoba menuruti apa kata danu,


seseorang menemani ara memilih, danu diam diam memberikan kwitansi pembelian nya, ia memesan sesuatu untuk ara,.


"apa ada yang kamu suka? "


"belum mas ara bingung"


"tenang saja, kita ga buru buru ini"


"tapi memang ara ga ada niat beli sesuatu mas, jadi ara bingung"


"hmmm, ya kalo begitu"


seorang pelayan memberikan tas kecil untuk danu,


"makasih mba"


danu mengangguk, mengajak ara untuk melanjutkan perjalanan, ara heran sebenar nya dengan apa yang danu beli, namun ia tidak akan menanyakan nya, mungkin itu privasi, nanti saja kalo danu cerita ia juga akan tau,


turun ke lantai dasar, mereka mencari makanan danu sudah lapar,


memilih soto mie untuk makan siang nya,


ara memilih siomay yang menggugah selera aroma nya,


danu senang, ara mulai lahap lagi makan nya,


"kamu suka ara kita jalan jalan? "


"ya mas ara suka, tapi kalo tanpa tujuan gini ara bingung mau beli apa, kecuali. memang sudah ada niatan mau beli apa"


danu tersenyum, inti nya ara tidak. membeli barang yang tidak ia butuhkan, berbeda sekali dengan yona, ia akan membeli apa saja yang menurut nya bagus dan lucu. bahkan tas nya pun hampir memenuhi lemari,.


hari sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang saja, tidak ada lagi tempat yang mereka tuju, ara pun tidak akan kembali ke restoran.


sesampai nya di rumah, ara melihat pintu rumah terbuka, seperti ada tamu, melirik pada danu, danu pun tidak mengetahui nya siapa yang kira kira berkunjung,


ara masuk ke rumah,


"surprise... " mama Retno di sana ada sebuah kue di tangan nya

__ADS_1


"mama" ara tersenyum, ia tidak merasa hari ini ulang tahun nya


ara mencium pipi mama nya,


"danu ulang tahun hari ini sayang" bisik mama pada ara, ara terkejut, istri macam apa dia ini, ulang tahun suami nya pun ia tak tahu,


danu tersenyum


"selamat ulang tahun pak dokter" mama merentangkan tangan nya, danu memeluk mama, "makasih banyak ma, mama sudah lama datang? "


"belum lama sayang, mama tau kalian pergi, mama telp ke resto tadi,


ayo kita tiup lilin nya"


mama sangat antusias,


mereka semua duduk, mama menyalakan lilin untuk danu


"semoga, kamu di berikan keberkahan di sisa umur kamu ya nak, semua yang kamu lakukan untuk menolong orang orang Allah lipat gandakan pahalanya, sehat selalu, lencar langgeng dalam rumah tangga nya, dan semoga mama cepat punya cucu ya" mamah tersipu malu mengatakan nya


danu dan ara tertawa,


"aminnn.... " danu meniup lilin nya yang berangkat 29, mama dan ara bertepuk tangan


"ayo nak potong kue nya"


danu menurut, bi Nur datang membawakan minuman,


menyuapi mama untuk potongan pertama kue nya


"makasih sayang" ucap mama


danu lalu menyuapi ara dengan kue,


"maaf mas, ara bahkan ga tau ini hari ulang tahun mas"


"itu ga penting ara, yang penting kamu ada buat aku, aku udah seneng"


ara memakan kue nya, mereka berpelukan,


mama tak henti henti nya tepuk tangan


papa aryo belum menyelesaikan tugas nya di RS, namun nanti se pulang nya, papa akan menjemput mama di sini


mereka sudah berpindah di ruang keluarga, mama tak henti membicarakan danu kecil yang begitu lucu, ia sangat bawel, entah mengapa saat besar ia bercita cita jadi dokter, padahal dari kecil ia ingin menjadi pilot, membawa terbang pesawat menembus awan,


danu merajuk ketika aib aib nya mama bongkar, tapi hal itu. membuat ara tertawa, bagaimana ia juga pernah melakukan hal hal konyol saat remaja,


waktu cepat berlalu, papa datang untuk menjemput mama, mereka bahkan tidak. makan malam, menurut mama mereka akan makan malam romantis di suatu tempat.


danu dan ara mengantar orang tua nya, ke depan pintu, melambaikan tangan saat kedua nya pergi,


"yahhh sepi lagi deh" kata ara memerosotkan bahu nya,

__ADS_1


"ayo kita istirahat, kamu pasti lelah"


__ADS_2