
Tiara Agatha,..
Aku tidak pernah membayangkan akan benar benar menjadi seorang istri,
jujur hatiku masih bimbang, perasaan ku pada sang suami belum jelas, aku masih menyimpan Rio dalam hatiku, lelaki yang beberapa tahun mengisi hari hari ku, lelaki yang sudah ku rencanakan kehidupan kedepan nya, laki laki yang telah ku sakiti hati nya, bahkan aku belum pernah bertemu lagi, komunikasi pun seolah terputus,.
Peran ku semakin hari semakin jelas, aku seorang istri dari Dokter Danu atmadja, namun istri macam apa aku, tanggal ulang tahun nya pun aku tak pernah tau,
namun di sinilah aku sekarang, suami ku danu meminta kado nya, hal yang tak pernah aku pikirkan sebelum nya, karna aku berencana meninggalkan nya saat enam bulan pernikahan kami,
entah lah, mengapa aku sangat menikmati sentuhan sentuhan yang danu berikan dia sangat lembut, ditambah mungkin danu di bekali ilmu dari kedokteran,
sentuhan nya, ciuman nya aku suka, danu membuatku melayang, aku mencoba menahan hasrat yang timbul begitu saja karna sentuhan nya. aku merasakan sentuhan lembut nya di area Sensitif ku, entah karna reaksi ilmiah aku mendesah, merasakan kenikmatan di sana, danu bermain di atas dada ku, tangan nya terlihat sibuk, yang satu di gunung, yang satu di lembah, aku tak tahan,
"massss" ada rasa yang ingin di puaskan dalam tubuhku, aku sedikit menarik tangan nya, danu bangkit, tubuh nya pas berada di atas tubuhku, kami saling pandang, ia menurunkan wajah nya, berbisik dengan lembut
"aku akan melakukan nya, bilang kalo sakit ya"
__ADS_1
bagai kerbau di cocok hidung nya
aku mengangguk begitu saja, danu menurunkan celana yang aku pakai, aku melihat nya membuang ke sembarang arah, aku memperhatikan gerakan nya, ia memberikan kecupan di paha dalam ku, membuat aku ingin mendesah, aku menahan nya, menggigit bibirku sendiri, danu bermain di bawah sana, memberikan kecupan dan hisapan yang membuat aku menggila, aku menginginkan nya sungguh..
"masss"
lagi lagi aku hanya bisa memanggil namanya, berharap ia tau kode yang aku berikan, danu menaikan tubuh nya, merangkak di atas tubuh ku, tangan ku begitu saja menggantung di leher nya, danu membuka kaki ku, aku terpejam, jantungku semakin berpacu, mata danu mengunci mata ku, sungguh malam ini aku suka tatapan matanya yang mendamba...
merasakan pergerakan di bawah sana, danu mencium bibir ku lembut, milik nya mulai masuk menerobos pertahanan ku, aku merasa danu menggigit kecil bibir ku,
beberapa kali hentakan ia lakukan, hingga akhirnya benteng pertahanan ku roboh, milik nya telah masuk sempurna, danu terpaku, mengangkat wajah nya untuk menatap lagi mata ku, ia mengusap keningku yang sepertinya mulai berkeringat.
"perih masss" untuk beberapa detik kami terdiam,
untuk kemudian ia menargetkan bibir ku lagi untuk ia kecup, danu mulai bergerak di bawah sana dengan ritme lambat, membuat perasaan itu jelas terasa, aku mendesah lagi, danu menenggelamkan wajah nya di ceruk leherku, dia mengeram, "oh sayang"
aku memeluk nya, kami benar benar memulai nya, tubuh kami saling berdempetan, tak ada celah sedikit pun, keringat mulai membasahi tubuh kami, danu terus bergerak, kini ritme berubah sedikit ter atur, ia tak segan mengungkapkan perasaan nya
__ADS_1
"love u sayang" danu berkata ditengah tengah kegiatan kami, aku merasakan sesuatu yang menguat dalam tubuh ku, rasa nya tak tahan, tapi aku mengingin kan danu terus bergerak di sana
"massss aku.. "
danu seperti mengerti apa yang aku rasa, ia mempercepat pergerakan nya
"lepasin sayang jangan di tahan"
"mas stop, ahhhhhhh" aku lagi lagi mendesah tubuhku bergetar hebat, entah perasaan apa itu aku seolah sudah berlari ratusan meter, aku ter engah, danu tersenyum menetap ku,
aku memejamkan mata, merasa malu atas tingkah laku ku, danu tertawa kecil, ia menggoda ku dengan mengecup beberapa kali pundak ku,
"kamu sangat sexy ara, ******* mu membuat aku semangat"
kata kata itu terdengar sangat vulgar, ara mencubit dada danu,
"masss, ara malu"
__ADS_1
"aku suka kamu yang malu malu sayang,
kamu siap? ayo kita lanjut".....