Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
pamit


__ADS_3

Danu mengocek kopi nya, memandangi cairan hitam yang pekat, sepekat pikiran nya kini,


mama memandang nya dari depan, danu bahkan memiliki jenggot tipis, ia terlihat tidak mengurus diri nya, mungkin beberapa hari ini ia tidak mencukur jenggot nya.


HP mama bergetar, danu melirik nya,


mata nya memicing melihat kiriman video wawancara ara tadi di resto nya


"danu" mama memanggil putra nya, tapi mata nya masih memandangi HP, ia juga mendapat kiriman video danu dan yona sama seperti yang ara Terima


danu menatap mama nya. "ada apa mah? "


"lihat ini" mama menyodorkan HP nya, danu melihat ara di sana dengan santai menjawab pertanyaan wartawan, ara bahkan terlihat tertawa, walaupun mata nya sembab


"ini di resto ya? ara bilang tadi mau ke makam papa nya"


mama menggeleng,


"lalu itu video apa satu lagi? "


danu membuka nya, ia memejamkan mata, lalau danu menghapus nya


mamah sudah berlinang air mata nya, danu sana gt frustasi, melihat wanita wanita yang di sayangi nya menangis karna nya,


"maaf mah" hanya itu, danu malas membela diri nya, entah lah, biarkan saja bagaimana orang lain menilai nya


danu bangkit, ia pergi ke kamar nya,


mama sempat melihat video nya tadi, ia menangis menyembunyikan wajah nya dengan kedua telapak tangan..


**


ara masuk ke resto, kepala nya sangat pusing,


kebetulan sedang tidak ada pelanggan, rima siaga, melihat bos nya sedikit oleng, dan ia terkejut melihat rambutnya


"ibu. kenapa ke resto, kan masih sakit"


"engga rim, aku ga apa apa,


tutup resto, kita meeting rim"


rima masih terkejut, ini darurat pikir nya, bos nya tak pernah melakukan meeting dadakan begini.


rima di bantu agus, menutup semua tirai, resto benar benar di tutup, ara duduk di sebuah kursi di tengah restoran nya,


satu persatu karyawan nya datang, duduk menghadap ara,


"kalian banyak juga ya? " ara tersenyum


namun ketegangan terlihat di wajah karyawan nya,


"oke, maaf aku ganggu waktu kerja kalian, seperi yang kalian tau, aku ga pernah tutupin masalah pribadi aku, supaya apa? supaya kalian ga berpikir buruk tentang aku.


kalian semua pasti tau masalah yang lagi aku alami, tadi pun di luar banyak wartawan,

__ADS_1


aku cuma mau biang,


kalian aku liburkan selama 3hari kedepan"


karyawan ara saling lirik, mereka bingung


"kenapa? karna situasi sedang tidak memungkinkan, jadi aku akan tutup resto dulu, dan kalian bisa quality time di rumah.


saya harap kalian memaklumi, tidak ada pemotongan gaji, anggap. ini liburan buat kalian oke"


semua mengangguk, mereka seperti tidak rwla mendapat bonus, bukan kah itu aneh??


jhony mengangkat tangan, ia ingin bertanya


"apa jhon? " tanya ara


"bu, bahan baku baru turun kemaren sore, kalo. kita libur gimana? "


ara terdiam sejenak


"buat bahan baku yang awet, simpan saja di dapur, tapi untuk makanan yang exp nya sebentar kalian bisa bawa, bagikan saja, bagi rata,


untuk hari ini juga saya rasa tutup saja resto, kebetulan belum ada pelanggan kan? "


jhony menunduk,


mereka berduka apada bos nya, ara terkenal cuek namun baik pada semua karyawannya, mereka sayang pada ara.


"saya harap, tidak ada pertanyaan lagi"


nada suara ara bergetar, ia menunduk.


"minta doa nya ya, supaya saya kuat, dan supaya masalah ini cepat selesai" ara terisak, ia menutup mata nya dengan tisu, rima memeluk nya ia menangis.. 15 orang karyawan ara juga mengikuti, semua nya berhamburan memeluk ara, walaupun tidak bisa memeluk nya langsung, untuk beberapa saat ara terdiam, dan semua sudah kembali duduk.


ara tersenyum, walaupun masih ada airmata di mata nya,.


"aku beruntung punya team solid kaya kalian, terimakasih sudah bertahan selama ini.


dan untuk hari ini, sudah sampai di sini saja.


jhonn" ara memanggil kepala koki itu


"siap bu"


"bagi rata semua bahan yang saya bilang tadi"


"oke bu"


ara bangun dari duduk nya


"selamat berlibur gais" ia tersenyum


"emh Jhon, saya pengen kopi ya"


"laksanakan bu"

__ADS_1


karyawan nya hanya mengangguk, mereka sangat bersedih,


"rim ikut ke ruangan "


"iya bu"


rima membuntuti ara,


tak lama jhony datang membawakan kopi,


"makasih jhon"


jhony tidak menjawab, ia malah memandang bos nya yang tampil beda,


"hey, kenapa kamu? " ara tertawa melihat jhony yang tampak sedih


"ibu jelek, rambut ibu bagusan panjang"


ara manyun, ia pura pura sedih


"lha, rambut rambut gueh.. ahahaaa"


jhony mendesah, ia pamit keluar ruangan.


ara menyesap kopi nya, rima telah menunggu,


"rim. kamu orang pertama yang aku percaya di resto, kami siap dapet perintah? "


ara tampak serius, rima terlihat bingung


"perintah apa bu?? "


"saya mau pergi rim, mau nenangin diri, nanti setelah libur anak anak, satu hari sebelum nya kamu pesan barang seperti biasa"


"ibu mau kemana? "


"entah lah aku pun belum tau, tapi nanti aku kabarin kamu oke"


rima mengangguk lemah,


"bu, apa bisa ibu ga pergi, saya malah ga senang dapet tanggung jawab begini"


ara tertawa. melanjutkan lagi kopi nya yang terasa nikmat, sudah beberapa hari ia melupakan kopi.


"aku perlu refresing rim, masalah ini membuat aku susah tidur. bahkan aku ga nafsu makan"


"iya ibu terlihat kurus"


ara mengangguk


"aku mohon rim, kalo nanti aku hubungin kamu, jangan kasih tau siapa pun no aku ya? "


"baik bu"


ara menyelesaikan kopi ny,.

__ADS_1


"kamu masukin laporan hari ini ya, udah itu kalian boleh pulang, selamat berlibur oke" ucap ara sambil tersenyum.


rima mendekat lagi, memeluk ara lagi, mereka memang cukup dekat, hingga pasti rima maupun ara akan merasa kehilangan.


__ADS_2