
Semangat nya bangkit lagi,
bu nina tidak berbohong, danu sempat berpikir apa hanya orang iseng yang tau tentang ara,
tapi danu jadi tambah yakin, ketika bu nina mengirim kan foto ara sedang menyiram tanaman,
danu benar benar menangis saking bahagia nya,
ia mengusap layar HP nya,
"sayang, kamu cantik sekali, benar perut mu sudah membesar"
danu amat senang, ia iseng mengirimkan foto itu ke papa dan mamah nya,
dr aryo tertegun ,
"ara?? " ia tersenyum., putra nya menemukan ara,
HP nya bergetar, panggilan dari sang istri,
"mah.. " dr. aryo tersenyum senang
"papa ini benar ara? "
"iya mah"
"ya Allah, putri ku, dia hamil besar pah"
"danu bilang sudah 8 bulan"
“ara sayang, cucu oma... "
"lalu dimana ara pah? "
" di Paris mah"
"apa?? paris, paris Perancis?? “ mama bingung, jauh sekali ara pergi
" iya, danu ngasih tau papa, tadi papa telpon dia"
"ya Allah. Terima kasih, yang penting, ara dan kandungan nya sehat ya pah"
"iya mah, kabar nya ara sangat sehat, ia hidup baik di sana"..
danu tak henti tersenyum, bu nina terus mengirimkan foto ara, bahkan saat USG ke RS pun, sebuah video memperlihatkan ara dan riko bernyanyi dengan bahasa Inggris,
__ADS_1
" kau sangat sehat ara, mas bahagia melihat nya, tunggu mas ya... "
danu berencana secepat mungkin ia akan terbang ke sana, di negara di mana istri nya tinggal, ia akan membawa bi Nur juga untuk menemani nya dengan ara di sana,
tapi bu nina berkata, ara tampak selalu murung saat membicarakan kepulangan nya ke Bandung, HPL ara pun sebentar lagi, jadi bu nina tidak menyarankan ara untuk pulang ke Indonesia,
Rumah di depan kediaman bu nina kebetulan kosong, diam diam, bu nina menyewa nya untuk beberapa bulan, untuk danu tinggal,
sementara ara belum bisa menerima keberadaan danu, dan bu nina akan membujuk nya tentang pertemuan ini,
mengurus surat surat nya dan bi Nur.. danu butuh waktu 2hari, semua telah siap,
papa dan mama menemani anak nya di bandara, danu begitu bahagia, senyuman tak luput dari wajah nya
"bawa anak dan cucu mama pulang y sayang, mama rindu ara"
"pasti mah, kalo situasi nya memungkinkan, kita akan cepat"
penerbangan nya telah tiba. danu dan bi Nur bersiap, mama dan papa melepaskan putra nya,
"lihat dia sangat senang dan bersemangat mah"
"cinta memberi banyak pelajaran pada mereka ya pah"
ia bangga pada danu yang begitu bisa menyayangi ara, padahal mereka belum lama dekat,
ara menyelesaikan mandi nya, memakai baju hamil berwarna hitam ia sangat memukau dengan perut nya yang buncit,
bu nina turun tangga dengan terburu buru,
"ara saya titip Riko ya, ada perlu mendadak"
"iya bu, hati hati ya.. "
"iya sayang, riko masih tidur"
suara bu nina hampir tidak terdengar, karna ia bicara sambil berlalu menuju mobil nya,
ara mencari sesuatu di kulkas, merry pelayan di rumah ini sedang masak, ara membantu nya..
bu nina sampai di bandara,
pesawat yang membawa dokter danu telah landing,
mereka harus bicara sebelum danu bertemu ara,
__ADS_1
berada di sebuah coffee shop di bandara itu, mereka berbincang
"mas danu, saya minta, jangan langsung ketemu ara ya. dia belum setuju untuk pulang ke Indonesia, kebetulan rumah depan kosong, saya sudah sewa, mas danu bisa tinggal di sana, dari rumah depan bisa memandang ke rumah saya"
"jadi saya belum bisa bertemu ara? "
"jangan dulu ya mas, ini pun saya takut ara marah karna saya rencanain ini,.
nanti mas naik taksi ya, kalo kita bareng bareng, ara tau dong"
danu mengikuti saja rencana bu nina, setelah bertemu bu nina,, danu tambah yakin kalo wanita ini bos ara dulu, danu melihat album foto lama ara di rumah nya yang bi Nur tunjukan,
bnyak foto bu nina bersama ara.
Bu nina telah sampai ke rumah lebih dulu, setelah memestikan ara di kamar nya, ia memberi tahu danu untuk masuk ke rumah depan,
rumah cukup luas itu masih lengkap dengan perabotan nya, bi Nur dan danu membersihkan rumah, mereka tampak semangat,
setelah cukup bersih, danu hendak istirahat di kamar nya, tapi ia mendengar suara, suara yang begitu familiar di telinga nya,
"de, pelan pelan nanti jatuh"
danu bangun dari duduk nya, mengintip di jendela kamar yang begitu pas berhadapan dengan depan rumah bu nina,
ara di sana, ia hendak keluar rumah menemani riko ke minimarket,
menggunakan baju tertutup, dan bando di kepala nya, mata danu memanas begitu saja bibir nya kelu, bagaimana ia melihat wanita pujaan nya di sana, dengan perut yang benar benar membesar, danu menggigit bibir bawah nya, air mata meluncur tanpa permisi
"ara... " danu bergumam,
dompet yang ara pegang jatuh, ara mencoba meraih nya, ia kesulitan karna perut nya, danu melihat nya begitu gemas, ia ingin membantu istri nya, namun akhir nya ara bisa menggapai dompet nya, ia berjongkok dan tangan nya bertumpu pada pagar di sana, ia kesulitan bangun,
danu tersenyum.,
"bagaimana bisa kamu se cantik ini sayang, anak. kita memberikan cahaya untuk mu, aku ingin peluk kalian"
riko sudah siap, danu melihat ara dan riko menjauh, mereka berjalan kaki..
ini lebih menyiksa Tuhan,
dulu di sana rindu hanya rindu,
tapi di sini rindu dan tersiksa..
bagaimana mungkin aku tidak bisa memeluk istiku, sedangkan dia ada di depan ku...
__ADS_1