Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
teror


__ADS_3

menyelesaikan makan siang nya, ara juga membawa jus buah untuk suami nya,


danu merasa sangat senang mendapat perlakuan seperti itu,


jam istilahnya hampir selesai, danu akan membawa jus nya ke ruangan, memamerkan nya pada rekan dokter bahwa sang istri membawakan nya makan siang


"ara ke supermarket dulu ya mas, mas pulang jam berapa? "


"jam 5 harus nya beres, semoga tepat waktu, nanti mas jemput oke"


"oke, aku jalan ya... "


danu bukan nya keluar mobil, malah mengungkung istri nya,


"aku jadi pengen pulang aja"


"kenapa pulang mas? “


" pengen denger ******* kamu lagi"


"massss," ara mencubit perut suami nya


"aduh, sakit sayang"


"abis nya, ngomong nya gitu" ara mengusap perut danu bekas cubitan nya


danu tersenyum., cubitan ara tidak lah sakit sebetulnya,


ia mendekat, memberi ciuman pada istri nya, tadi nya berniat sebentar saja, namun sungguh danu tidak bisa menahan nya, sampai ara kehabisan nafas dan melepaskan ciuman mereka,


"masss, nanti ada yang lewat, ada kang ujang juga di luar" danu membuang nafasnya kasar, mengusap bibir sang istri, ara menggunakan lipstik kecoklatan hari ini,


"kalo di rumah jangan pake lipstik ya"


"kenapa emang nya? "


"rasa bibir kamu udah manis, jangan pake apa apa lagi"


"hmpppp", ara menahan tawa nya bagaimana mas dokter bisa segombal itu


" mas belajar dari mana kata kata itu? “


"liat kamu kata kata itu keluar begitu saja ara"


"ahahaa" ara semakin tertawa, kang ujang sampai mendengar nya dari luar


"udah sana masuk, kasian pasien nya pada nunggu"


"yaaah, baik lah" danu menarik tengkuk sang istri, satu kecupan mendarat di kening nya


"hati hati ya.. "

__ADS_1


"iya mas, semangat kerja nya"


"semangat dong, kan udah dapet " lagi lagi danu mengedipkan mata nya centil,


ara tertawa lagi


**


berbelanja memenuhi kebutuhan dapur nya, danu mentransfer sejumlah uang untuk ara berbelanja,


"ya, aku sekarang seorang istri, mendapatkan uang belanja dari suami nya"


ara tersenyum.. danu menyukai buah buahan, ara membeli beberapa macam,


kang ujang ikut masuk ke supermarket untuk mendorong troli ara, ara bahkan memberikan bonus untuk sopir papa nya itu, kang ujang dan bi Nur sudah jadi keluarga ara


**


hari beranjak sore, pasien pun tinggal dua orang lagi, danu mendengar HP nya bergetar di dalam laci, membuka nya sebentar, sudah beberapa panggilan dari no yang sama, no yona yang baru, danu tidak berniat menanggapi nya, hingga pasien selesai, danu hendak menghubungi ara, namun ia penasaran, begitu banyak pesan yang di kirim yona pada WA nya,


"sayang, aku bertemu istri mu siang tadi di supermarket"


yona mengirim foto ara yang sedang memilih buah buahan


"bagaimana jika aku mencelakai nya lagi?? “


lagi?? apa maksud nya lagi? danu berguman dalam hati,


" apa maksudmu Yona? "


"maaf aku harus jemput istri ku pulang" danu cepat mengirim pesan,


"oya?, kalo begitu, biarkan saja istri mu pulang dengan kekasih nya, siapa nama nya Rio?? apa benar? "


danu memicingkan mata, mencerna apa yang yona katankan di pesan nya,


"datang ke apartemen ku, aku tunggu, kalau tidak, aku akan mencelakai nya lagi, seperti saat kemarin"


danu berpikir, apa kecelakaan ara waktu itu karna yona?, ia cepat melakukan panggilan pada yona


"sial" no nya sudah tidak aktif


"apa maksud nya? kenapa dia tiba tiba datang dan mengancam" danu jadi pusing sendiri memikirkan itu, ia menghawatirkan ara, danu takut terjadi sesuatu pada istri nya itu,


menghubungi no ara, ara sedang berada di dapur, membantu menyiapkan sayuran yang akan di olah,


"ayolah sayang, angkat telpon nya" danu semakin khawatir, yona tidak bisa di hiraukan, dia sangat keras kepala.


danu bergegas pulang, ia akan menjemput ara saja ke resto nya langsung,


ara malah asik mengobrol dengan yang lain, ia meninggalkan HP nya di ruangan,

__ADS_1


danu menemukan titik kemacetan, ia berniat mengambil jalan pintas, "tumben banget lagi macet" danu menggerutu,


ia jarang sekali melalui jalur ini, biasa nya jalanan tidak macet,


hari beranjak malam, langit sudah menggelap, di depan ada pertigaan, danu sedikit bingung, mengecek HP untuk mengecek jalur nya, kebetulan sekali tidak ada sinyal,


"kenapa ga ada sinyal? " danu terus menggerutu, dia menepi, bermaksud menunggu seseorang lewat, ia akan mencari tau jalur.


nihil, tidak ada yang melintas,


danu memicing ketika melihat sebuah mobil mendekat, mobil itu berhenti di belakang nya


sang sopir keluar, laki laki berbadan tegap itu sedikit menyeramkan, danu memperhatikan nya melalui spion, sa ketika beberapa orang laki laki mengitari mobil nya, danu melihat mereka membawa senjata,


si sopir menggebrak kaca depan tepat di samping danu,


"keluar" katanya kasar


jujur danu takut, apa mereka perampok??


danu menurunkan kaca mobil nya sedikit,


"ada apa? "


"ikut kami tuan, nona kami ingin bertemu"


danu tersenyum sinis, jadi mereka suruhan yona?


"bilang pada nona mu, aku tidak menemui wanita lain selain istri ku"


si sopir menegakan tubuh nya


"prankkkk" danu menunduk kaca belakang mobil nya di hantam sesuatu hingga pecah,


"mari tuan, jangan persulit kami, jangan sampai kami menggunakan kekerasan"


danu emosi, ia keluar dari mobil nya,


menutup pintu dengan kasar.


"berapa yona membayar kalian? “


" itu bukan urusan anda tuan"


seseorang datang dari belakang menyerang, danu mendengar nya, ia menghindar,


mereka terlibat baku hantam, danu terkena pukulan beberapa kali, bahkan pelipis mata nya pun berdarah,


namun ia dapat bertahan, memiliki bekal ilmu bela diri, danu rak menyia nyiakan ny,


lelaki berjumlah lima orang itu tumbang,

__ADS_1


danu masuk lagi ke mobil nya, ia memundurkan mobil nya,menabrak mobil orang suruhan yona itu, mereka bangun, dan lari ketakutan,


danu mengakhiri semua nya,, ini sudah jam 8 malam ternyata, ia berbalik arah, lebih baik menempuh kemacetan dari pada tersesat


__ADS_2