Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
Terluka


__ADS_3

Lagi lagi, ara begitu lahap menikmati asinan itu, menyeruput air nya, ara menambahkan banyak kacang tanah goreng di mangkuk nya,


"non, ada paket"


"paket? dari siapa kang? "


"ga tau non, katanya buat non ara"


kang ujang menyerahkan paket itu, sebuah amplop coklat, ara menyimpan nya dulu, karna ia sedang menikmati rujak asinan nya,


HP nya tertinggal di kamar, ara membawa paket itu ke kamar nya,


"apa ini? "


**


mama melotot, melihat acara gosip di TV pagi ini, bagaimana mungkin seorang model bernama yona pamit undur diri dari dunia hiburan karna ia tengah hamil, sebagaimana orang mengetahui, ia belum menikah, dan parah nya lagi, yona mengabarkan bahwa anak yang di kandung nya itu anak dari sang mantan seorang dokter.


"papa.... " mama sedikit berteriak, papa sedang membaca koran di meja makan, menikmati waktu nya sebelum siang nanti jadwal praktek nya


"apa sih tereak tereak"


"itu lihat"


papa menyaksikan berita itu, bagaimana yona di sana sedang menangis mengumumkan pengunduran diri nya


"pah mantan yona kan danu pah, danu kan dokter, apa iya?? "


"husss, kita belum tau apa apa, jangan menyimpulkan seperti itu"


"tapi pah, kalo ara lihat berita ini gimana? "


papa terdiam, dia juga jadi khawatir.


**


danu kedatangan rekan kerja nya di ruangan, meminta waktu sebentar pada suster untuk menunda pasien.


"sis ada apa? "


"dan, lo udah baca berita belom?, cek HP lo, gue kirim link berita"


"danu mengangguk, dan Siska undur diri"


"Sus, jangan dulu panggil pasien, saya mau cek HP dulu"


"baik dok".


danu penasaran,


sudah ada beberapa panggilan dari mama dan papa di sana, no Siska juga, danu membuka pesan yang Siska kirimkan, meng-klik link di sana, ia terkejut berita yang beredar cepat itu menyangkut nama nya

__ADS_1


" ah sial" danu mengumpat,


mata nya seketika menajam, yona sungguh cari mati seperti nya. hanya satu yang ia takut kan


"ara, apa dia udah baca kabar ini?? "


**


ara membuka amplop di kamar nya, paket yang tertera untuk nya itu terlihat seperti amplop uang dari bank.


ia menyobek atas nya, ara mengeluarkan isi nya,


entah ada beberapa lembar foto di dalam nya, merosot begitu saja, sampai foto berhamburan di lantai,


mata ara membulat sempurna, melihat foto siapa yang ada di sana,


foto suami nya dan wanita yang ia kenal sebagai mantan kekasih nya yona,


ara meraih foto foto itu di lantai, melihat satu persatu perbuatan suami nya dengan wanita itu tanpa sensor, tubuh nya melemas, tubuh nya bergetar, kaki nya bahkan hampir saja tidak bisa menopang tubuh nya sendiri, ara menangis, ia histeris, bagaimana danu laki laki yang ia percaya untuk menemani hidup nya melakukan ini, ara sempat tidak percaya,


hati nya mengatakan tidak, tapi tangan nya terus menggulirkan foto itu satu demi satu, ini jelas pengkhianatan, "massss" ara memejamkan mata nya, ia tidak bisa melakukan apa apa, tubuh nya sangat lemah, namun ia mampu membereskan foto itu, bagaimana pun danu suami nya,


ia tidak mau orang lain melihat ini, ara memasukan lagi foto itu ke dalam amplop, mengunci pintu nya, dan berbaring, ara menangis sejadi jadi nya, sedangkan ia belum tahu kabar yang beredar tentang kehamilan yona.


ara memandangi tes kehamilan yang baru pagi tadi ia dapatkan,


"pah, katakan ara harus gimana?"


ara menangis lagi, pernikahan nya belum sampai dua bulan, tapi ia dan suami sudah di uji se dahsyat ini, mata nya begitu sembab,


danu tancap gas, ia akan pulang secepatnya, semoga ara belum tau tentang masalah ini,


tanpa basa basi, danu masuk ke rumah, mencari istri nya


"bi Nur, ara dimana? "


"di kamar pak"


danu berjalan dengan cepat, pintu kamar terkunci,


tokk tokk tokk,


"sayang, ini aku.. kamu di dalam.. ara.... "


tidak ada sahutan, danu mendengarkan dengan seksama keadaan di dalam, tidak terdengar suara air, ara mungkin tidak di kamar mandi,


"ara sayang... " danu mengetuk lagi pintu kamar nya


ceklek, pintu terbuka, ara berdiri di sana, danu melihat ara sungguh berantakan, mata nya merah dan sembab


"ara" danu maju beberapa langkah

__ADS_1


"stop mas, ara mohon jangan masuk"


"sayang aku bisa jelasin semua nya"


ara menggeleng, ia terlihat menangis lagi,


"aku nyesel mas, aku nyesel Terima perjodohan kita, kamu janji sama papa buat bikin aku bahagia, tapi mana? "


danu mendekat, ia menerobos masuk, dan cepat mengunci pintu


"ara aku mohon dengerin dulu"


"apa yang harus aku denger, kamu mau bela diri kamu mas? “


" itu semua bohong, aku ga tau dia hamil sama siapa, kami belum pernah melakukan nya"


Duarrrrrr,


bagaikan petir menyambar, ara tidak bisa berkata, setelah melihat foto foto itu, ia malah mendengar dari suami nya sendiri wanita itu hamil,


"hamil.??? siapa yang hamil? "


danu terdiam,


ara bertanya, berarti ia belum tau kabar dari yona, lalu kenapa dia marah??


"dia hamil? anak kamu?? kamu bilang belum pernah tidur dengan nya? lalu ini apa mas?? "


ara meraih amplop coklat di atas meja, mengeluarkan isi nya, dan menyerahkan nya di tangan danu


"ya Allah" danu menutup wajah nya


" 'kalian belum melakukan itu? lalu siapa laki laki di foto ini?, lalu kenapa dia bisa hamil jika kalian tidak melakukan nya mas" ara berteriak ia menangis lagi sampai terduduk


danu ikut duduk, hendak memeluk istri nya, ara terlihat begitu rapuh,


"diem kamu jangan peluk peluk, jadi kamu ga mau sentuh aku karna kamu sudah puas di ranjang dia hah?? kamu sibuk belakangan ini, ternyata sibuk sama dia?? kamu bahkan lupain rencana bulan madu kita mas"


mama mendengar nya, ia ada di balik pintu, melihat kabar itu di TV hati nya gusar, ia datang ke rumah ara, mama menangis, "danu kamu keterlaluan" mama bergumam, papah juga diam terpaku di tempat nya,


"aku nyesel mas demi Tuhan aku nyesel nikah sama kamu, aku ninggalin dia yang aku sayang demi penuhin permintaan papa buat nikah sama kamu aku nyesel sumpah mas"


"ara sayang.." danu sudah menangis ia ingin sekali memeluk istri nya, danu salah, dia memang salah,


ara limbung, semua nya menjadi gelap, ia pingsan, danu sigap memeluk nya


"ara sayang,," danu menepuk pipi ara pelan, ia mengangkat nya, membaringkan ara di tempat tidur


mama menatap suami nya, "pah ara?? "


papa tak tahan, ia mengetuk pintu kamar danu

__ADS_1


"danu, ini papa"


danu panik, foto nya masih berserakan di lantai, ia membereskan nya, danu tidak ingin orang tua nya melihat itu semua


__ADS_2