
kini ia duduk berhadapan dengan danu, calon suami nya, tidak pernah ara merasa se grogi ini, jantung nya berdetak mungkin dua kali lebih cepat, mata nya tak bisa lepas dari mata danu,
_maaf... kata itu ingin ara ungkapkan, bagaimana pun ara telah melukai hati nya, selama ini dia selalu berusaha sebisa mungkin tidak melukai hati siapa pun, tapi ara tau hati danu terluka_
danu membuka kotak cincin yang ia bawa, meraih benda berbentuk lingkaran itu, benda kecil yang akan menjadi saksi keseriusan hubungan nya,
danu menatap lagi mata ara,
mendalami nya, mata yang ia harapkan hanya akan melihat nya, tak akan berpaling melihat siapa pun,
danu mengangkat tangan nya, meminta tangan ara untuk datang,
ara tersenyum, memberikan tangan nya untuk danu genggaman,
bismillahhirahmannirahim,
ara menatap jari tangan nya, memperhatikan dengan lekat bagaimana benda bulat itu tersemat di jari manis nya dengan sempurna, cahaya permata nya berkedip, menyadarkan ara bahwa ini telah selesai,
seketika semua penghuni resto bertepuk tangan,
papa dan dr aryo berpelukan mang ucapkan selamat, bahwa misi pertama mereka telah usai, kini mereka tinggal merancang acara untuk pernikahan...
ara mendekat, memeluk danu, danu sedikit kaget dengan perlakuan ara,
"maaf.. " (bisik ara)
"untuk apa?"
"untuk kata kata ara yang kemarin"
"mari kita coba, semoga semua seperti harapan mu"
__ADS_1
danu merenggangkan pelukan mereka, memberi kecupan di kening calon istri nya,
_tepuk tangan lagi dari sang penonton🤭_
acara di lanjutkan dengan makan makan,
danu mengenalkan Siska dan andre, bagaimana mungkin mereka bisa bersekongkol se apik ini.. membuka prektek di RS yang sama, memudahkan mereka merancang rencana..
**
acara telah usai,
di sudut kota sana ada satu hati yang bergemuruh, rio melihat status whatshap milik rima yang memperlihatkan acara lamaran di restoran, adegan saat danu menyematkan cincin di jari ara,
"kamu sudah terikat ara? kenapa kamu ga ngasih tau aku? kamu bilang lagi siapin acara buat orang lain? kamu mulai bohong ara?? “
rio berulang kali memutar video itu, rima menyadari nama rio baru saja melihat status nya, ada rasa takut di sana, rima gemetar,
Namun itu tidak terjadi, beberapa menit berlalu dan rio tidak menanyakan nya..
danu mengantar ara dan papa pulang, papa memaksa nya untuk mampir, padahal ini sudah jam 9lewat,
danu mengalah, ia mampir sebentar, bukan mengalah tepat nya, tapi tadi ia berpura pura menolak, ia senang jika "dipaksa "
namun yang mengajak mampir malah masuk ke kamar, tinggal lah ara dan danu berdua, memilih teras belakang untuk mereka mengobrol,
ara duduk menghadap danu,
"istirahat lah ara, aku pulang aja"
ara menggeleng,
__ADS_1
"aku harus luruskan sesuatu"
"apa? (tanya danu penasaran)
ara bangkit, kaki nya bertumpu di kursi, mendekati danu, (danu sedikit heran, apa yang akan ara lakukan, namun dia diam memperhatikan gerakan yang ara buat)
danu sedikit mendongkakkan kepala nya, karna posisi ara jadi lebih tinggi, ara mencium nya tepat di bibir, mengalungkan tangan nya di bahu danu, ara memulai nya, membuat sedikit gerakan dan danu menikmati nya, jantung kedua nya berdebar hebat, danu menyentuh pinggang ara, lalu mengusap punggung nya, menarik ara untuk lebih dekat dengan nya, ciuman itu semakin dalam untuk beberapa menit, hingga mereka merasa sesak nafas, ara memberi jarak dengan danu, nafas mereka saling memburu,
namun dengan refleks, danu mendaratkan bibir nya lagi, hanya untuk mengecup bibir ara,
bibir yang terasa begitu manis,
ara memejamkan matanya, ia tertunduk, perlahan melepaskan tangan nya di bahu danu, ara duduk lagi di tempat nya,
seketika keadaan menjadi canggung..
"ehmmm, aku pamit ara.. (danu sangat pelan mengatakan nya, hati nya sungguh tak karuan)
ara mengangguk, ia mengikuti danu yang sudah berdiri, danu menggandeng tangan ara,
_ya Tuhan perasaan apa ini, kenapa seperti ABG yang baru pacaran saja?? _ gumam ara dalam hati
mereka sudah di luar rumah, ara mengantarkan danu ke mobil nya, danu mengusap pipi ara
" istirahat lah, mungkin setelah ini akan banyak kejutan lain nya"
ara terdiam, mencerna apa maksud dari kata kata danu,
danu pergi, setelah melihat ara masuk ke rumah nya, rio ada di sana, menyaksikan bagaimana wanita nya bersama lelaki lain,
"ini baru permulaan ara, hati ku sudah hancur bagaimana nanti melihat mu menikah?, dan kamu meminta ku untuk menunggu selama 6 bulan, itu siksaan bagi ku ara"
__ADS_1