Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
deg degan atau gemuruh??


__ADS_3

HP nya bergetar, panggilan dari mama, tapi danu belum bisa mengangkat nya, ia sedang melakukan USG pada pasien,


mama tidak menelpon lagi, ia pasti tau anak nya sedang sibuk,


setelah menyelesaikan pemeriksaan nya, danu meminta pada perawat untuk tidak memanggil dulu pasien selanjutnya nya,


ia akan menelpon mama lagi,


membuka pesan dari sang mama, mata danu membulat sempurna,


ini lebih parah, ada bangkai kucing tergeletak di dus itu beralaskan tilam putih,


danu langsung menelpon mama nya


"danu (mamah menangis)


" mah, mamah tenang ya"


"siapa yang ngirim ini danu? mamah jijik"


"entah lah mah, danu juga ga tau.. "


selama ini yang ada masalah dengan nya hanya yona, dan yona pun sudah lama tidak menghubungi nya, namun danu tidak mau berprasangka buruk,


"sudah di buang mah bangkai nya? "


"sudah nak, danu mama jadi ga enak hati"


"danu juga sama mah, tapi semoga itu cuma orang iseng"


"tapi kenapa kebetulan kamu dan ara yang Terima paket nya?? "


"huhhhh (danu mendesah, ia memijat kepalanya)


" pernikahan kalian dua hari lagi nak, mamah takut terjadi apa apa, sebaik nya kamu dan ara di rumah saja jangan kerja "


"iya mah, tapi besok danu ada jadwal oprasi"


"iya sayang, ya sudah, nanti kita bicara di rumah ya"


"baik mah".


danu tidak bisa berkonsentrasi, karna paket itu,..


ini sudah jam 5 sore, danu ingin pulang, tapi ia juga menghawatirkan ara,


ara sudah ada di rumah nya ketika danu menelpon, danu berniat mengunjungi nya,.


" mas, kita kan lagi di pingit , ko mas ke sini? “

__ADS_1


"aku khawatir ara" danu memeluk nya,


"aku takut mas" danu mengeratkan pelukan nya, mencium beberapa kali rambut ara,


"kita berfikir positif ya, semoga itu hanya orang iseng saja, apa papa tau? "


"engga mas ara ga ngasih tau"


" iya jangan, kasian papa"


untuk beberapa saat ara membalas pelukan danu, entah mengapa, ini sangat menenangkan nya, papa melihat mereka dari arah pintu kamar nya. ia haus,


"dasar anak sekarang, ga bisa di bilangin di pingit, apa mereka malah tidak tau arti di pingit??"


papa menggerutu, bi Nur yang sedang mencuci piring tertawa kecil,


"pa dokter sama neng ara kan baru ketemu tuan, maksud nya ga pacaran lama, jadi mungkin lagi seneng seneng nya ketemu, eh harus di pingit hihiii"


"ya seperi nya,


tau gitu, saya nikahkan saja mereka tanpa saling bertemu dulu, mereka bisa pacaran setelah nikah"


"hehee sudah jalan nya begini tuan, semoga lancar sampai waktunya ya tuan"


"amiiiinnnn Nur,


jangan lupa, bawa keluarga mu buat bantu saya di rumah besok ya, kita persiapkan untuk akad nikah ara"


sudah mau magrib, tapi danu enggan melepas ara, ara pun terlihat nyaman,


"sayang.. "


ara tersenyum., ia masih aneh dengan panggilan itu, "hmmmmm"


"apa ada permintaan untuk kado pernikahan kita? "


ara menaikan kepala nya, menatap danu, danu mendekat kan wajah nya, jadi seolah ara mencium pipi nya


ara mencubit perut danu, danu tergelak


"dasar dokter mesum"


"apa?? " danu merasa aneh dengan gelar yang ara sematkan..


"dok ter me sum"


ara sengaja mengeja kata kata nya, membuat danu kini berpindah posisi, siap menyerang ara,


danu menggelitik pinggang ara, membuat ara tertawa lepas

__ADS_1


"ahaaahaaa ampun ampun dok stop stop"


papa dan bi Nur saling lirik, mendengar keseruan antara danu dan ara, mereka sama sama geleng geleng kepala😄,


ara kesulitan nafas karna lelah tertawa,


"aku biasa melihat itu ara, kamu tau aku dokter kandungan? “


ara masih mengatur nafas nya


" melihat apa? “ dengan polos nya bertanya


"itu.. jalan lahir"


ara langsung terdiam, pipi nya merona seketika, . "jalan lahir berarti? " ara malah balik bertanya membuat danu tertawa


"harus aku sebutkan? "


"stop" ara menyimpan telunjuk di bibirnya sendiri


danu menatap nya,


"aku biasa menangani melahirkan, akan sedikit lucu jika kamu nanti melahirkan dan aku dokter nya ya? "


ara terdiam, membicarakan melahirkan entah mengapa hati nya menghangat, dulu membicarakan pernikahan dengan Rio saja ia masih canggung, tapi dengan danu malah sudah membahas melahirkan,


danu masih menatap wajah calon istri nya itu, menelusuri karya alami Sang Pencipta yang danu nilai sempurna,


meraih tangan ara untuk ia genggam, danu membawa nya ke bibir, mengecup nya berkali kali, ia suka dengan kegiatan baru nya itu, bagi danu ini cara nya mengungkapkan betapa ia sayang pada ara, yang dua hari lagi akan menjadi istri nya..


"apa mas ngerasa deg degan? " (tanya ara)


"tentu saja ara, jangan kan membahas pernikahan, bersiap menunggu kita bertemu saja aku deg degan. (ara tersenyum) " kalo kamu? apa deg degan?? "


terbesit dalam hati ara untuk menggoda danu,


ara menggeleng "biasa aja" jawaban yang sontak membuat danu merasa (ya ampun ini cewe, bener bener danu gemas oleh tingkah laku ara, terlebih itu jawaban yang jujur/ tidak danu tidak peduli)


cepat, danu menyentuh tengkuk ara, menarik nya perlahan agar menempel sempurna, ara terbelalak tidak menduga reaksi dari jawaban nya akan seperti ini,


untuk beberapa saat, mereka terbuai, lagi lagi hati dan tubuh ara berkata lain, hati nya ingin menolak, tapi tidak dengan tubuh nya, ara malah membalas ciuman itu, ciuman yang terasa menenangkan ara mengakui, danu sangat lah lembut dalam permainan nya, hingga ia terbuai dan merasa nyaman..


perlahan danu melepaskan bibir nya, memandang lagi mata ara yang teduh, ia menempelkan punggung tangan nya pada dada ara, ara terkejut, danu tersenyum.


"kamu bohong ara, apa namanya ini kalo bukan deg degan?, ini bukan lagi deg degan, tapi gemuruh".


ara malu betul, jantung nya serasa mau copot mendapat ciuman dari danu,.


" ich mas godain aja deh.. "

__ADS_1


danu tersenyum lagi, ia menarik tubuh ara untuk di peluk lagi sebelum ia akan kembali ke rumah nya, untuk sesaat, mereka melupakan kado misterius itu


__ADS_2