Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
melahirkan 2


__ADS_3

"mass, sakit"


bisik ara tepat di telinga suami nya


"sabar sayang, kamu kuat, kamu bisa oke, tarik nafas jangan tegang"


danu mengusap perut nya,. menciumi wajah istri nya, mata mereka bertemu pandang, ara melihat danu menangis


"love U ara"


ara mengangguk, ada seutas senyum di sana


"maafin ara mas... "


"syuttt, kamu ga salah sayang, mas yang salah... "


mengenggam tangan istri nya, danu menciumi nya,, dokter dan perawat sudah sibuk, pembukaan ara bertambah,


genggaman tangan ara menguat di tangan danu, danu mengusap keringat nya..


"setelah ini kita akan bulan madu ok" ucap nya di telinga ara, membuat ara mengangguk terpaksa,


danu ingat, istri nya ingin bulan madu ke Paris,.


"masssss" ara mulai mengejan... mengatur nafas nya atas permintaan sangat dokter...


"it's perfect mam, let's work together"


(sudah sempurna bu, ayo kita bekerja sama)


ucap dokter memberi semangat,


"mengejan saat bayi kita terasa mendorong sayang ayo kamu bisa"


danu memberi semangat, rasa itu datang lagi,


"tarik nafas" bisik danu..


ara menurut,


sebanyak banyak nya ia menghirup nafas mengumpulkan tenaga, dalam dua kali erangan yang kuat... bayi mereka lahir,


ara seketika merasa lemas, semua nya begitu saja terjadi, rasa mulas nya hilang seketika,


ia masih mengatur nafas nya mata nya terpejam,


danu menangis,


"kamu ibu yang hebat sayang... " bisik danu di telinga ara, danu mencium beberapa kali pipi dan kening nya,


"congrats mam, sir, baby girl"

__ADS_1


sang dokter berseru senang, mengangkat anak mereka, ara membuka mata, bibir nya tersenyum, tapi mata nya menangis..


tangis bayi mereka pecah, menggema di ruang persalinan


"honey" bisik ara..


di pandang lagi suami nya


"dia pasti cantik seperti ibu nya" kata danu, menyatukan kening mereka, danu mengecup bibir ara lama, mengalirkan kasih sayang dan rasa terimakasih nya


"terimakasih sudah berjuang sayang"


ara tersenyum.. ia mengangguk


“sir, let's see your daughter,“


(tuan, mari lihat putri mu)


"mas akan melihat nya, dan akan bawa putri kita ke sini"..


ara tersenyum lagi, ia mengangguk senang..


ara melihat bu nina di belakang perawat, ia melambaikan tangan dan mendekat,


" selamat sayang, kamu luar biasa... "


"makasih bu" jawab ara lemah,


ara mengangguk, bu nina mencium kening nya, dan pergi keluar,


danu lagi lagi di buat salah tingkah, bagaimana ia melihat anak nya sendiri di sana terbaring menangis,


"sayang ini ayah... " ia memberikan jari telunjuk naya untuk putri nya genggam


lolos lagi air mata di pipi nya,


ini rasa berbeda, betul, karna ia hanya orang tua di sini, bukan dokter.


danu dan perawat mengecek keadaan bayi nya, semua begitu sempurna ciptaan Allah, bayi nya menangis kencang, ia begitu sehat, dengan bobot 3,5kg dan panjang 53cm.


danu menandatangani beberapa berkas, ia melihat ara sedang di beri minuman oleh perawat, selesai, bayi mereka di bersihkan, ia terus menangis, danu kembali pada ara yang terlihat sudah rapih,


senyum tak luput dari kedua nya


"kenapa anak kita nangis terus mas? "


"dia sedang mandi, itu wajar"


ara mengangguk, ia tau danu pasti lebih paham


"ara... "

__ADS_1


"hmmm"


"mas kangen,.. "


ara menangis lagi,


"dari mana mas tau ara di sini? "


"mas punya mata mata" jawab nya tersenyum.


"siapa?? " tanya ara penasaran


"bu nina"


ara menggelengkan kepala, ya siapa lagi kalo bukan mantan bos nya itu...


"bi Nur juga di sini, tapi dia ga ikut ke rs" ucap danu lagi


ara mengingat bubur kacang hijau


"bubur itu..? " tanya nya


danu mengangguk senang


"bi Nur yang buat, dan aku yang mengantarkan nya"


membawa tangan ara untuk dia kecup terus menerus,


"makasih mas sudah datang"


"itu kewajiban mas sayang"


putri mereka sudah cantik, perawat membawa nya pada ara


"this is your daughter mom"


"thanks, owh... sayang.. bagaimana aku menggendong nya? " tanya ara pada suami nya, itu membuat danu tertawa, danu mengarahkan tangan istri nya menerima anak nya di tangan nya.


hati ara menghangat,


"dia masih merah " ucap nya mengelus pipi yang chubby..


"lihat, bibir nya punya mu"


ara tertawa,


"aku tidak mendapat kan bagian ku" kata danu lagi,. ara menatap suami nya


"aku harap sifat nya seperti mu mas, penyabar dan penyayang... "


danu tersenyum., merangkul pundak istri nya, menggoda putri mereka yang tertidur lelap kini, ara tak henti mengusap pipi nya...

__ADS_1


__ADS_2