Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
tamparan


__ADS_3

Pikiran ara melayang entah kemana,


menemukan beberapa titik kemacetan ara semakin kesal,


"gimana bisa danu minta aku buat Terima perjodohan ini? jelas jelas dia punya pacar, apa rencana nya dia?? aku pikir dia juga akan nolak perjodohan ini"


ara memejamkan mata,


ingin sekali dia pergi jauh, tapi ara ingat lagi akan papa nya, papa nya pasti senang karna ara telah makan malam dengan keluarga danu,


**


Bibir danu tidak henti henti nya tersenyum,


kegiatan mereka di dapur tadi tercetak jelas diingatan nya,


bagaimana ara memasak, melihat nya tersenyum, kadang raut wajah nya cepat sekali berubah datar,


tadi di belakang pintu, danu ingin sekali memeluk ara, mengungkapkan rasa senang nya bertemu dengan wanita pemilik mata yang indah itu,


danu ingin sekali punya istri yang jago masak, ia senang makan, dan ara memiliki kemampuan itu.


kalau aku merasa senang bertemu dengan ara, bagaimana dengan ara, apa dia juga senang??


danu bertanya dalam hati nya,


ara tau dia punya kekasih, bahkan bersiteru dari hari pertama mereka bertemu, yang berakhir dengan ke jahilan ara mencium danu di depan yona,


danu tersenyum lagi membayangkan kejadian itu,


ia mengusap pipi kiri nya, yang pernah di cium ara. .


**


ara menaruh sandal di rak nya, ini sudah jam 9 malam papa pasti sudah tidur..


seperti biasa.. sebelum ara pergi ke kamar nya, ara mengintip kamar papa nya,


benar saja, papa sudah tidur,


ara membetulkan selimut yang papa pakai,


mengecup kening nya,


merapihkan buku yang seperti nya di baca papa sebelum ia tidur,


setelah semua nya tampak baik, baru ara beranjak pergi ke kamar,


ara berpapasan dengan bi Nur, yang seperti nya baru keluar dari kamar mandi


"bi papa udah makan? “


" udah non, banyak sekali makan nya"


ara tersenyum,,


"minum obat udah? "


"alhamdulillah udah juga non, papa tadi sangat senang kelihatan nya, terus papa bilang"


(bi Nur menjeda ucapan nya)


"bilang apa bi? "


"papa harus sehat, karna pengen liat non nikah dan berumah tangga"


hati ara mencelos mendengar itu,

__ADS_1


"ara tersenyum., baiklah, makasih ya bi, ara ke kamar dulu"


"non udah makan?"


"udah bi.. "


"baik non"


ara melemparkan tas nya sembarangan, ia ambruk di tempat tidur,


tidak memikirkan apa apa lagi, ia ingin tidur saja, biar segera berganti cerita hidup dengan cerita mimpi nya, semoga mimpi nya indah,


**


hari berganti,


ara kedatangan tiga orang kliennya,


akan ada tander cukup besar,


klien meminta menu nasi box untuk setiap acara kunjungan ke panti,


tak di sangka, kliennya itu adalah mama Retno,


ara sedikit bengong saat menyambut kedatangan mereka,


"surprise..... ( mama berkata, terlihat bahagia sekali dan tentu nya bersemangat, bagaimana tidak, dia merasa bangga di hadapan teman teman Socialita nya mengenalkan ara sangat owner)


" mah, ara ga nyangka ternyata mama" (ara memeberi salam pada mama dan teman teman nya)


"bukan mama sayang, ini punya big bos, mamah cuma memberi referensi saja semoga cocok ya"


ara tersenyum.


hampir satu jam mereka berbincang,


semua sudah deal, dari harga dan sistem kontak selama satu tahun ini, akan ada acara paling tidak 2x dalam seminggu, ara menyanggupi nya. membuat semua terlihat senang.


mereka melanjutkan acara dengan makan siang,


mama terus membanggakan ara, ia mengenalkan ara sebagai calon menantu nya pada teman teman.


namun tanpa ara sadari sepasang mata sedang menatap sinis pada nya,


yona ada di sana, di ujung ruangan,. hati nya terbakar, bagaimana tidak, melihat mama nya danu sangat akrab dengan ara,


sedangkan yona dengan mama tidak sedekat itu, memang mereka hanya beberapa kali bertemu.


syukur nya yona tidak mendengar sanjungan sanjungan yang mama danu katakan, hanya suara tawa yang ia dengar, jika ia mendengar, bukan hanya hati nya yang terbakar, tubuh nya pun akan ikut terbakar😄


yona kini datang tanpa danu, memang sengaja datang karna ingin memberi perhitungan pada ara karna masalah berapa hari lalu..


yona menunggu moment yang tepat, menunggu mama dan teman teman nya pulang, yona akan menghampiri ara.


namun bukan nya pulang, seseorang malah datang menghampiri mereka, membuat yona sedikit geram,


danu datang,


lebih lebih dia memberikan salam dengan cara cepika cepiki pada ara,


yona menggigit sedotan yang ada di mulut nya,


tidak bisa ia tahan lagi, yona datang menghampiri ara yang berdiri di samping danu,


yona menarik pundak ara secara tiba tiba dan sedikit kencang, membuat ara berbalik badan,


plakkkk,

__ADS_1


satu tamparan mendarat cantik di pipi ara,


hampir semua tamu di restoran melihat adegan itu,


ara terperangah, tidak menyangka akan mendapat tamparan di siang bolong begini,


danu tak kalah kaget nya, melihat siapa yang menampar ara dia tampak geram,


danu geram, ia menatap ara yang masih memandang yona dengan sinis nya, danu mendekat, membelai rambut ara yang jadi sedikit berantakan


"ara kamu ga apa apa"


ara menepis pelan tangan danu,


yona semakin tersulut emosi melihat danu malah memperhatikan ara,


"danu, kamu apa apa an sih" ( yona protes pada kekasih nya itu)


belum sempat danu menjawab, ara sudah maju beberapa langkah untuk bisa sampai di hadapan yona, ia tak akan Terima diri nya di perlakukan seperti ini di depan umum, terlebih ini di resto milik nya


"apa anda punya masalah dengan saya nona? "


plakkkk


ara membalas tamparan yona, hingga yona mundur beberapa langkah,


danu yang maju melihat itu,


ia malah memeluk ara di pundak nya, agar ara tidak tersulut emosi,


yona lagi lagi melihat adegan itu,


adegan mesra kekasih nya dengan wanita lain,


yona maju, mendorong bahu danu,


"kamu apa apa an sih, ko jadi ngebelain dia?? " (kata yona dengan nada tinggi)


danu malah melirik lagi pada ara, ia ingin memastikan kalau ara baik baik saja,


mama juga maju mendekati ara,


"sayang kamu ga apa apa? " (tanya mamah lembut, ara mengalihkan pandangan nya)


"ga apa apa mah"


perlakuan dari danu yang mendadak lagi lagi membuat ara tidak mengerti


danu mengusap kepala nya, memeberi kecupan di sana,


"aku keluar dulu sebentar" (bisik nya pada ara)


"danu...... ( yona menjerit melihat kelakuan kekasih nya)


danu menarik tangan yona supaya keluar dari resto, ini harus secepat nya di bicarakan..


" sayang bener kamu ga apa apa?, apa perlu di kompres?? (tanya mama sambil memeriksa pipi ara)


"ara ga apa apa mah, beneran"


"maaf ya sayang" ( kata mama, ada kesedihan di sana)


"kenapa mama yang minta maaf? "


mamah menggeleng, ia kesulitan bicara..


***

__ADS_1


__ADS_2