Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
Hampa


__ADS_3

Pulang ke rumah dengan kehampaan, ara melihat sekeliling rumah, setiap sudut melihat kenangan nya dengan sang papa,


ara masuk ke kamar papa,


coklat kesukaan nya sudah tampak rapih, bi Nur sudah membereskan nya,.


ara meraih satu coklat, ada sebuah amplop di sana, ara membuka nya, itu tulisan tangan papa,


_ Tiara putri papa satu satu ya,


nak, terimakasih telah menemani papa setelah papa kehilangan mama mu,


segala yang mama punya tercetak dalam diri mu,


dia cantik seperti mu,


mata nya, rambut nya, bibir nya,.


rindu papa pada mama mu terobati jika papa memandang wajah mu,


sifat tegas dan keras kepala nya sama persis dengan mu, ia punya ambisi yang kuat untuk mengejar cita cita nya, ya seperti mu kini.


namun akhir akhir ini rindu papa pada mama mu entah kenapa tidak bisa terobati,


semalaman menjelang pernikahan mu papa memandangi foto nya, ingin sekali papa bertemu walau dalam mimpi, menceritakan kini kamu telah menikah..


tiara,


hiduplah dengan baik, papa yakin danu bisa papa andalkan untuk menggantikan papa menjaga mu,


milikilah anak yang banyak, buat lah ramai rumah ini, karna papa dan mama akan selalu ada di sini, di rumah masa kecil mu,


maaf sayang, hanya coklat ini yang bisa papa berikan untuk hadiah pernikahan kalian, kamu masih menyukai coklat kan?? maaf papa telah lama tidak membelikan mu _


ara menangis lagi,


patah hati nya semakin parah,


bagaimana papa bisa menulis hal seperti ini di saat detik detik terakhir hidup nya, danu memandangi istri nya dari belakang ara terduduk di lantai bersandar di lemari baju ayah nya, danu mendekat duduk bersebelahan dengan ara,


ara memberikan surat pemberian papa pada danu,, danu menerima nya, membaca nya kata demi kata, mata nya memanas,


ara bersandar di bahu nya, sudah tak ada tangisan lagi memang, namun hati ara pasti sangat sakit,

__ADS_1


"kamu kuat sayang" danu mengusap lengan istri nya,


tamu masih berdatangan sampai sore hari, rekan kerja papa dulu pun datang dengan keluarga nya,


mata ara bergitu sembab, danu tak tega melihat istri nya itu,


malam ini ara duduk di sofa ruang tamu, TV di sana menyala namun ia melamun,


danu mengingatkan nya untuk makan,


bi Nur membawakan nya untuk ara,


ia tidak mau walaupun danu memaksa,


tidak ada selera, tidak ada cahaya di wajah nya, duka ara begitu dalam.


dulu saat mama meninggal, ara tak begitu bersedih mungkin ia belum begitu mengerti, kini saat papa meninggal, ara begitu sakit hati,.


"ara, makan ya sedikit aja ya"


"mas ara ga selera"


"ini udh jam 9 sayang, kamu belom makan lagi dari pagi"


ara tidak menjawab, ia malah memeluk danu, mereka bersandar di sofa,


**


ara terbangun, melirik jam yang ada di dinding, ini sudah jam 5 subuh,


ara berharap semua hanya mimpi saat ia terbangun dari tidur nya,


namun tidak, ini kenyataan, danu terbangun, karna merasa ada pergerakan di tempat tidur,


"sayang mau kemana? "


"ke kamar mandi mas"


danu tersenyum, ia mengangguk,. tak terasa ia terlelap lagi, mendengar sayup sayup suara air di kamar mandi,


namun setelah beberapa menit ia terbangun lagi, mencoba mengumpulkan nyawa, sudah tidak ada suara di kamar mandi, ara juga tidak ada di tempat tidur, namun danu terkejut, melihat ara begitu saja tergeletak di lantai, ia buru buru bangun, meraih tubuh istri nya yang Ringkih, ara pingsan, badan nya panas, ia demam, danu segera mengangkat nya untuk di bawa ke tempat tidur


"ara sayang" danu menepuk pelan pipi ara, danu sangat sedih melihat kondisi ara, ia memeluk nya menangis di sana..

__ADS_1


bi Nur membawa kompres untuk ara, danu tadi meminta nya,


"pa dokter, apa non ara ga apa apa? "


"engga bi, ara syok, dia drop"


"ya Allah non"


"saya minta tolong beliin bubur sama obat ini bi (danu memberikan resep) untuk ara sarapan ya bi, biar istirahat dulu ara nya"


" siap pa' apa lagi pa? "


"sementara itu dulu bi, makasih ya"


bi Nur langsung ke luar kamar, menyiapkan pesanan tuan nya, ia meminta kang ujang untuk membeli bubur dan obat,


"mah.... " ara mengigau


danu mengusap kening istri nya yang berkeringat,


ara merasa mata nya sangat perih, sulit untuk di buka kan, melihat suami nya berada di samping,


ara mencoba Tersenyum,


"kan, aku bilang kamu harus makan, kamu lemah, jadi pingsan"


"maaf mas"


danu membetulkan selimut yang ara pakai,


"mas jadi repot ya? harus nya kita pergi jalan jalan, papa kemarin bilang buat kita pergi kan? tapi kenapa dia yang pergi?? "


"mas ga repot sayang, jangan sungkan, kamu ga usah bayar jasa dokter untuk sakit mu yang sekarang, dan seterusnya nya, karna aku yang rawat, jangan banyak pikiran ya? "


ara tersenyum mendengar candaan itu,


"ara juga minta maaf karna belum bisa jalanin kewajiban ara sebagai istri mas, ara juga masih belum bersih, ara baru beres halangan"


danu tersenyum.,


mengusap pipi istri nya,


"mas ikhlas sayang,

__ADS_1


bi Nur lagi beli bubur sama obat, kita makan, terus minum obat ya, kalo kamu gini terus, kasian papa, papa pasti sedih liat kamu"


"iya mas, ara mau makan.. "


__ADS_2