Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
akad


__ADS_3

Keluarga danu telah siap,


danu sangat begitu menawan, semua keluarga yang hadir memuji nya,..


ara pun telah siap, menggunakan adat Sunda ara begitu mangling di tambah Siger dan bunga melati segar di kepala nya, papa terus saja mengusap air mata nya yang meluncur tanpa permisi,


memandang ara dengan mata sendu nya, papa mendekat, mereka berpelukan...


"makasih sayang, kamu memang putri kebanggaan papa, papa pastikan kamu harus bahagia"


ara mengangguk dalam pelukan papa nya


"udah ah, jangan sedih sedih, makeup ara luntur nanti pah"


papa tertawa, merenggangkan pelukan nya, ia mengecup kening sang putri yang tertutup siger itu,


"papa bahagia?? " tanya ara


"tentu sayang, kenapa papa tidak bahagia? apa alasan nya?? “


ara tersenyum,


" jika danu berani menyakiti mu, papa yang akan berdiri paling depan, akan papa jewer cambang nya sampai dia kesakitan"


papa begitu terlihat lucu, berkata sambil memeragakan dengan tangan nya menjiwir,


ara dan papa berpelukan lagi,


**


mobil iring iringan pengantin pria datang,. papa dan yang lain nya menyambut di pintu rumah yang terbuka lebar,


papa tersenyum pada danu, betapa sang dokter sangat terlihat gagah dan tampan mengenakan stelan jas putih pengantin nya,


jika di setiap penyambutan mempelai pria seorang ibu mengalungkan kalung melati pada calon menantu nya, kini papa yang turun tangan melakukan itu,


danu memberi salam, papa mengalungkan melati ke leher nya


mereka berpelukan,.


"papa titip ara nak, papa yakin kamu pilihan yang tepat, kamu bisa menjaga ara dengan baik, jika dia melakukan kesalahan, tegur dia dengan cara baik baik, tapi jika kamu menyakiti nya, papa yang akan memarahi mu, akan papa jewer cambang mu dengan kencang"


papa berkata sambil menunjuk nunjuk dada danu, tapi itu tidak terlihat menyeramkan karna papa sambil tertawa mengatakan nya,


"danu janji akan membahagiakan ara pah, papa bisa pegang kata kata danu"


papa menepuk Pudak calon menantu nya mantap,

__ADS_1


"papa percaya sama kamu nak"


"sebelum kamu menjewer nya, aku yang akan menjewer nya dulu sam" dr danu berkata


papa dan dr danu berpelukan, saling memberikan selamat, tak lupa juga dengan mama yang terlihat sangat bahagia.


"aku ga akan biarin kamu nyulik anak ku Retno, mereka akan tinggal di sini setelah menikah"


kata papa


"ga mungkin mas, ara sudah jadi anak ku juga, mereka harus gantian tinggal di rumah"


"kalo berdebat saja kapan mau menikah nya"


pak penghulu menengahi mereka, semua tertawa, papa mempersilahkan para tamu masuk danu dan orang tua nya sudah siap,


papa dan pak penghulu pun sudah di tempat nya,


danu beberapa kali terlihat mencari ara, papa memperhatikan nya,


"kamu ga akan ketemu ara sebelum sah nak"


danu tersenyum, ia mengangguk mengerti,


ijab kabul di laksanakan, danu dengan mantap mengucapkan ijab kabul dalam satu kali, menandakan bahwa ia sungguh sungguh telah siap jadi imam untuk keluarga nya kelak,


dr aryo memeluk papa erat,


"selamat besan, misi kita telah berhasil"


"terimakasih aryo, aku harap kamu menerima putri ku seperti putri mu juga"


"itu sudah pasti sam, percayalah pada kami"


papa mengangguk, danu terlihat gelisah, istri nya belum keluar juga dari dalam, sungguh ia sangat rindu, ara tidak membalas pesan nya dari malam.


ara sedang sibuk menyusut air mata nya dengan tisu, ia mendengar dengan jelas papa dan danu melangsungkan ijab kabul nya,


detik ini, semua telah terjadi, ara sudah menjadi seorang istri dari dokter danu atmaja yang di jodohkan dengan nya kurang lebih dari dua bulan lalu, semua nya begitu cepat, ara bahkan belum sempat lagi bertemu dengan Rio, Rio seakan menjauhi nya setelah bersiteru dengan ara,


"ya Allah, aku pasrah aku mengalah pada takdirku, aku ingin membahagiakan papa walau rasa ku pada danu belum begitu jelas, semoga kedepan nya akan baik baik saja"


ara berdoa dalam hati nya, MUA yang merias ara mengajak nya bangun,


bi Nur di depan sana memanggil ara dengan senyuman merekah, ia pasti bahagia, bagaimana bi Nur tau nyonya kecil nya itu tumbuh dewasa tanpa seorang ibu,


"non"

__ADS_1


ara tersenyum. memulai langkah nya, langkah menuju pertemuan nya dengan sang suami, tatapan mata ara tertuju pada papa pertama kali masuk ke ruangan tamu yang di pakai untuk akad,


ara tak tahan, bagaimana lelaki itu papa nya samsul hadi telah membesarkan nya sendiri, papa mendekat, menaruh telunjuk nya di bibir, mengisyaratkan ara untuk tidak menangis,


tapi kemudian setelah berhadapan dengan sang putri, malah ia yang menangis, di peluk nya erat putri semata wayang nya itu, gadis kecil yang dulu sering ia gendong ketika pulang kerja.


gadis kecil yang menunggu nya dengan setia di depan pintu, ia akan merajuk ketika sang papa tidak membawa coklat untuk nya saat pulang kerja, namun semenjak mama ara pergi selama nya, gadis ini tak pernah kedapatan menangis lagi, dia dewasa oleh keadaan dia berhasil meraih cita cita nya, dan kini tugas papa sudah selesai, mengantarkan ara pada jodoh nya.


di raih nya pipi sang putri, papa menghapus air mata nya.


"sudah lama papa tidak membelikan mu coklat kesukaan mu sayang, papa janji akan membelikan yang banyak untuk hadiah pernikahan mu"


ara meraih jari papa yang ada di pipi nya, mencium nya beberapa kali,.


"papa tau sudah berapa lama papa melupakan coklat kesukaan ara?, ara akan meminta nya kali ini, untuk hadiah pernikahan ara"


"papa janji sayang"


papa membalikan tubuh nya, bagaimana bisa ia melupakan suami dari anak nya, papa menggenggam tangan ara, membawa nya pada danu, danu terlihat menyusut ujung mata nya, bagaimana adegan yang ia lihat tadi menguras emosi nya,


papa menyerahkan tangan putri nya untuk danu genggam, danu tersenyum dan menggenggam nya,


"makasih pah"


papa mengangguk


menyentuh dengan kedua tangan nya pipi putra putri nya,


"selamat menempuh hidup baru sayang berbahagia lah... "


papa mundur, bagaimana dr aryo dan istri nya menenangkan nya,


ara mencium tangan sang suami untuk pertama kalinya,


dengan senyuman bahagia nya, danu mengatupkan tangan nya di pipi ara


"istri ku... " ucap nya lembut


hati ara sungguh tak karuan mendengar kata itu, jantung nya bergemuruh, ada rasa lega dalam hati nya karna telah sampai di keinginan sang papa.


ara tersenyum. namun air mata nya menetes lagi, danu mencium kening nya beberapa detik,


para tamu yang menyaksikan adegan demi adegan ikut terhanyut,


danu memeluk istri nya,


perempuan yang akan menemani nya mulai detik ini..

__ADS_1


__ADS_2