Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
menyesakkan


__ADS_3

_harus pada siapa mengadu, bahwa kenyataan telah begitu pahit mengambil alih rencana,


kini membahas nya saja terasa menyesakkan_


ara diam,


Rio menepati janji nya untuk datang,


papa kebetulan sedang tidur, mereka tidak bertemu secara langsung, Rio pun melihat papa dari pintu kamar rawat, berniat tidak ingin mengganggu


mengaduk sedotan yang ada di cup minuman yang Rio bawakan, ia tau ara senang dengan jus sirsak, ia membawa nya untuk ara,..


" Tiara... " (panggil Rio, membuat ara yang sedang melamun tersadar)


"ya...? "


"kamu kenapa? kok diem aja? "


ara tersenyum. tanpa sadar ia larut dalam pikiran nya, mengacuhkan Rio yang beberapa menit lalu di samping nya, mereka sedang duduk di kursi tunggu, di depan ruangan papa.


"yo, gimana sebenernya perasaan kamu sama aku? "


pertanyaan yang tiba tiba itu Rio Terima, ia cukup kaget,


"lho, kok gitu nanya nya"


ara menundukan kepala,


"kamu pernah ngajak nikah sama aku yo, lalu sekarang bagaimana? "


"bagai mana gimana?" (tanya Rio bigung)


"apa kamu masih mau nikah sama aku? "


Rio senyum. mendengar kata kata yang ara ucapkan..


"hey, kalo aku ga mau nikah sama kamu buat apa kita jalin hubungan, aku akan slalu nunggu sampai kamu siap sayang, nunggu kamu Terima aku jadi suami kamu"


sesak, seperti terhimpit batu besar, ara kesulitan nafas, bagaimana ara mengatakan keinginan papa nya pada Rio, apa yang akan terjadi nanti


"ara, kamu kenapa sih, apa yang terjadi? “


ara menggeleng,


" engga, aku cuma mau tanya aja...


malem ini kayanya aku nginep di sini, papa perlu perawatan "

__ADS_1


"aku temenin ya? "


"no.. (ara menjawab cepat, papa pasti ga akan suka itu)


" maksud aku, ga usah, di sini nyaman, sofa nya empuk aku bakal tidur nyenyak"


Rio terdiam,


tangan nya meraih tangan ara,


"kamu perempuan kuat, kamu pasti bisa lalui semua ini, semoga papa cepet sehat dan pulih lagi"


"aminnn, makasih ya... "


**


ara mengantar Rio sampai lorong ruang perawatan papa, ia akan pulang, sebentar lagi magrib,


mendapat pelukan semangat dari sang kekasih, se pasang mata menyaksikan adegan mengharu biru itu,


dokter danu berjalan, ia sudah menyelesaikan jadwal praktek nya hari ini,


ara melepas Rio untuk pulang, ia langsung kembali ke kamar papa,


danu berjalan di belakang Rio, tak sengaja parkiran mobil mereka berdekatan, danu memperhatikan lelaki itu,


ah, persetan, danu tersadar, kenapa juga dia memikirkan orang lain...


**


dr. aryo berkunjung,


memeriksa kondisi papa, syukur papa mulai mambaik,


"jam praktek saya sudah selesai, kabarin saya kalo ada apa apa sam, ( kata nya pada papa)


" apa aku ga bisa pulang sekarang? "


aryo tertawa,


"menginap lah di sini se malam saja.. besok pagi kondisi mu harus di periksa lagi..


kamu ga keberatan ara? nunggu papa kamu di sini semalam? "


"tentu engga dok, demi papa sehat lagi"


aryo mengangguk,

__ADS_1


"kabarin aja kalo ada apa apa ya, jam praktek saya sudah selesai, saya standby di klinik di rumah"


"baik dok, terimakasih"


"jangan lewatkan makan dan obat nya, kamu ga mau nambah waktu menginap nya di sini kan?? "


"se baik baik nya rumah sakit, masih lebih baik di rumah sendiri" jawab papa


"baiklah, semoga cepet membaik"


"salam buat Retno, " (kata papa)


"nanti saya sampaikan... "


**


ara mendapat kiriman makanan dari resto,


mereka peduli sekali pada ara,.


mempercayakan restoran pada rima kepercayaan nya, ara merasa tenang, setidak nya untuk sampai esok hari ia bolos.


"ara, apa kamu ga bosan ngurus restoran? “


papa tiba tiba bertanya


" ara ga akan pernah bosan pah, itu hobi ara restoran itu cita cita ara"


"setelah menikah nanti, apa akan sibuk di restoran juga?"


ara tersedak, bahasan tentang pernikahan entah kenapa jadi menyesakkan begini di dadanya,


"uhukkk uhukkkk"


"pelan pelan makan nya, kaya anak kecil aja"


(celetuk papa tanpa berdosa)


ara kehilangan selera makan nya,


menutup tempat makan Dengan perlahan, ara minta ijin pada papa nya untuk keluar,


ia butuh kopi saat ini...


papa menggeleng dan tersenyum. melihat tingkah anak nya


"maaf ara, papa ingin egois untuk kali ini"

__ADS_1


__ADS_2