
hari berganti,
ara sedang membantu papa membersihkan badan nya, meneliti tubuh sang papa,
ara menyadari, seperti nya papa kehilangan beberapa kg bobot tubuh nya,
ara tersenyum, ketika mata nya bertemu dengan mata sang papa,
jadwal dr. aryo visit pukul 9 nanti, ini baru jam 7, ara menyuapi papa nya sarapan, dan tentu saja minum obat setelah nya,
**
"dan, kosongkan jadwal malam nanti, kita akan menjenguk teman papa mu "
danu terdiam,
"tumben ajak danu mah? "
mamah melirik sang papa, dr. aryo sedang sibuk memotong roti nya,
"hiduplah dengan baik setelah ini, papa akan menjodohkan kamu dengan anak teman papa"
danu terperangah,
"pah apa apa an sih, ini bukan jaman siti Nurbaya, danu punya pilihan sendiri pah"
"pilihan yang mana? pilihan kamu hampir saja tidak benar"
danu terdiam, ya. papa nya tau bebrapa teman dekat danu hanya memanfaatkan nya, hubungan mereka berakhir tragis,
"tapi danu udah sayang sama yona pah"
"papa berani taruhan, sebentar lagi kamu akan kecewa"
danu bangkit dari duduk nya.. meninggalkan sarapan roti nya begitu saja.. ia jelas kesal
"danu pamit ke RS "
katanya, sambil berlalu, biasa nya ia akan mencium sang mama dahulu sebelum pergi,
mama menggaruk alis nya yang tak gatal,..
"kasih tau anak mu, kalo model itu sudah memiliki kekasih, dia cuma manfaatin danu aja"
"mama bingung bilangin danu nya pah"
__ADS_1
"awas saja malam dia tidak ikut, ara anak yang baik mah, bagaimana papa menyaksikan dia telaten ngurusin papa nya"
mama mengangguk,.
"lalu mas sam gmn sekarang pah? “
" dia membaik, siang ini sudah boleh pulang, makanya nanti malam kita jengukin dia"
mama mengangguk,
mereka dulu bersahabat saat SMA,
aryo dan samsul,
sedangkan Retno dan puspa (mama ara),
tak menyangka jodoh mempertemukan mereka saat kuliah, memilih jurusan yang berbeda beda, dan kini mereka memiliki profesi berbeda pula..
**
ara menoleh ketika seseorang mengetuk pintu rawat papa nya,
dr. aryo datang, ya ini sudah pukul 9 pagi,
"hay ara, bagaimana apa papa mu ada keluhan? “
aryo mendekat,
"kamu senang akan pulang papa? “ berbicara sambil tersenyum.
" ayo berikan ijin mu, jangan basa basi" Jawab papa pura pura kesal,
"hehe kamu tetep ga berubah, ga sabaran,..
baik lah, kalian di ijinkan pulang, kondisi kamu sudah membaik, ingat pesan ara, jangan nakal oke papa"
papa mendelik, teman nya ini tentu saja mengejek,
aryo mendekat, menunduk sedikit mengatakan sesuatu,
"ingat, malam ini kita akan bertemu lagi"
kali ini papa tersenyum senang,
"apa aku harus menyewa koki handal untuk menjamu kalian"
__ADS_1
"ga usah repot repot, kami hanya menjenguk mu"
papa mengangguk, menyetujui apa yang di katakan dr aryo, specialis jantung yang bisa ia andalkan..
ara menyiapkan kepulangan mereka, setelah mengurusi administrasi dan menebus obat untuk papa,
kang ujang datang, membantu ara mendorong kursi roda papa,
"pah ara kan bawa motor, papa pulang sama kang ujang ya.. sekalian ara mau mampir ke restoran sebentar"
papa mengangguk mengijinkan putri nya itu
"jangan lama lama di restoran"
"iya pah"
ara menunggu sampai mobil sang papa berbelok menuju jalan raya,
ia mencari motor matic nya, belum berniat beranjak dari parkiran, ara terdiam di atas motor nya,
"apa yang harus aku bilang sama Rio tentang pejodohan ini"
ara sedikit kusut, tidak cukup tidur dan banyak pikiran membuat dia sedikit oleng,
"tiara.? "
terdengar seseorang memanggil dari arah belakang, ara menoleh, mendapati dokter yang sedikit aneh itu di depan nya kini,
"apa ada keluarga kamu yang di rawat?“ (tanya danu, karna dari kemarin memperhatikan ara berada di RS)
" iya dok, papa saya kemarin d rawat di sini, tapi sudah pulang, saya juga mau pulang"
danu mengangguk,
ara melirik nametag di jas danu,
"hati hati di jalan, semoga papa kamu cepet sehat" (tersenyum, entah mengapa danu senang menatap maik kecoklatan ara)
"iya dok, terimakasih, saya pamit "
mengangguk, danu memberi jalan untuk ara membelokan motor nya,
mata kamu indah ara,
aku belum pernah mengagumi wanita dari mata nya, seolah kamu berbeda,
__ADS_1
danu tersadar, ia masih di parkiran,
kenapa juga ia harus memuji wanita lain, dia sudah punya wanita nya, yona...