
TV di hadapan nya menyala, tapi seperti nya ara tidak ada niatan untuk menonton, danu bangun kesiangan ara tidak membangunkan nya,
"sayang mas kesiangan"
ara tidak menghiraukan nya, rambut nya masih tergulung handuk, acara gosip di mulai, danu meraih remote tv di meja,
ara menatap nya heran?
"jangan nonton gosip" kata danu pelan,
"aku sengaja nonton tv, karna di HP banyak notif masalah kamu, dari berita, sampai acara gosip"
ara membentak danu,
"aku harap aku hidup di jaman batu" ara menendang meja di hadapan nya,
danu meletakan lagi remote di meja, ia bergegas mandi,..
ara bersiap, ia uring uringan karna danu membuat tanda di leher depan nya, ini akan terlihat oleh semua orang, ara akan pergi ke resto, ia suntuk di rumah,
ara menggosok leher nya dengan kasar, hingga menimbulkan kulit nya kemerahan, danu melihat nya ia baru keluar kamar mandi masih dengan handuk di pinggang nya
"ara"... danu meraih tangan istri nya, ia melukai diri nya sendiri
" liat, kamu sengaja bikin ini?? " ara menunjuk leher nya, danu tidak sengaja, ia khilaf, ia benar benar merindukan istri nya
"sayang aku ga sengaja"
"semua nya ga sengaja, sampai kamu hamilin cewe lain apa itu ga sengaja mas? "
"ara... " danu membentak nya
ara terdiam, nafas nya terlihat memburu,
danu melewati nya, ia bergegas memakai baju, ia akan bertemu lagi dengan kuasa hukum nya,
ara duduk lagi di sofa,
"kamu ga ke resto? "
"kamu pikir aku mau pamerin tanda merah yang kamu bikin sama orang orang mas? aku sendiri aja males liat nya"
danu memilih pergi, ara rasanya tambah sensi saja,..
ara termenung, ia ingin sekali curhat, tapi pada siapa,. ara ingat tas nya, anggi memberikan alamat dan no HP Rio,
ara mencari, dan menemukan nya,
"yo, apa kamu mau dengerin curhat aku? apa aku bener kalo curhat sama kamu?? “
ara mengetikkan angka di keyboard HP nya, menekan tombol panggil pada no HP Rio, ara mendesah, no nya tidak aktif.
ara memutuskan akan pergi ke resto saja, ia menutupi lehernya dengan plester, biarlah semoga tidak ada yang berani menanyakan ini pada ara, siapa pun itu..
ara bergegas, ia meminta kang ujang mengantar nya,
**
ara sungguh tak percaya, saat dia sampai di parkiran resto, banyak wartawan di sana, ara bingung harus bagaimana.
"non, gimana ini? " tanya kang ujang,
"ga apa apa kang, ara mau masuk aja ke resto"
__ADS_1
kang ujang turun, mencoba menghalangi pintu mobil, ara akan keluar,
"ibu tiara... mohon konfirmasi nya tentang kasus suami anda dengan mba yona ibu"
suara wartawan bersahutan,
"mba tiara, lihat sini dong, kami hanya ingin menanyakan kabar rumah tangga anda"
pertanyaan pertanyaan yang menambah hati ara geram, ara menerobos masuk ke restoran.
mila melihat bos nya tergesa,
"ibu... " wajah nya nampak sedih, sejak masalah suami nya mencuat, ara baru lagi datang ke resto
"mila, apa semua baik? "
mila menggeleng,
"ikut ke ruangan"
"iya bu.. " mila membuntuti bos nya
"bu maaf sebelum nya, beberapa orang datang sebagai pelanggan, namun setelah kami layani dia bertanya tentang masalah pak dokter. "
ara terdiam, kepala nya sakit, ia mendadak mual,
wajah nya juga pucat,
"ibu. ibu ga apa apa? " mila ingat apa kata jhony yang curiga tentang kehamilan bos nya
"mila, bawain aku minum tolong"
"iya bu"
mila cepat, ara meneguk air nya habis,
"aku mual mil"
mila mendekat, memijat bahu bos nya.
"ibu mau apa? biar mila cariin, makanan? minuman? atau mau apa? "
jika benar bos nya hamil, ini waktu nya ia ngidam, dan pasti banyak mau nya, mila menawarkan jasa nya,
"engga mil, aku ga mau apa apa-apa, pijat bentaran ya, ini enak banget"
"siap bu"
ara merasakan mual yang sangat kuat, ia buru buru ke toilet yang ada di ruangan nya, ara benar benar muntah, namun tidak ada sedikit pun keluar dari dalam mulut nya, ara sangat sengsara.
mila dengan telaten memijat tengkuk bos nya, hingga ara merasa lebih nyaman,
ara bangun, berjalan menuju kursi nya,
kenapa mendadak di resto mual begini,? di rumah ia tidak merasa apa apa,
mila mengoleskan minyak angin di pundak bos nya, ara buru buru menghindar,
"mil, bau apa ini?? "
"ini minyak angin bu, ibu suka pake ini kalo ga enak badan"
"engga mil, ga tau kenapa bau nya ko jadi aneh"
__ADS_1
fix, bos nya hamil, ara biasa nya senang menghirup aroma minyak angin langsung dari botol nya, namun kini malah berbeda,
**
"pak dokter, non ara kasian tadi, sampai resto banyak wartawan, tanya ini itu“ mang ujang melapor melalui telpon
" terus ara gimana kang? "
"non masuk aja, ga jawab apa apa..
" makasih kang, kalo ada kabar, kabarin saya lagi ya"
"baik Pak"
danu menjemput ara di resto, ini sudah sore, semoga ara mau ia jemput,
di parkiran resto begitu sepi, seperti tidak ada pengunjung dan aktifitas di dalam, danu keluar dari mobil nya, ia masuk lewat pintu samping,
mila langsung berdiri melihat siapa yang datang
"bapak"
"ara di dalam?"
mila terlihat bingung,
"ibu udah pulang dari jam dua pak, tadi ibu muntah muntah, wajah nya pucat sekali".
" jadi ara pulang? ".
" iya Pak, tadi bilang nya mau pulang".
"ya sudah, makasih ya"
"iya Pak sama sama"
danu hendak membuka pintu mobil nya, agus melintas
"lho Pak dokter ko di sini? ibu kan udah pulang"
"iya a, ini saya mau pulang juga"
agus terdiam, ia seperti sedang berpikir
"tapi saya perhatikan, ibu naik mobil bukan mobil yang kang ujang bawa deh Pak"
"maksud kamu apa? " danu jadi khawatir
"iya, tadi mah yang jemput ibu pake avansa silver"
danu mengerutkan dahi nya,
"avansa?? siapa yang jemput ara?? "
danu langsung meraih HP nya dalam saku,. menelpon kang ujang
"hallo kang, ara dimana? "
"iya Pak, lho ibu kan masih di resto? "
"tadi ada yang jemput pake avanza silver kata agus"
"ya Allah, siapa ya? saya langsung pulang setelah antar ibu, dan standby di rumah Pak"
__ADS_1
danu meremas rambut nya
no HP ara tidak aktif, danu tambah panik, pergi kemana ara dan dengan siapa??