Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
Kabar


__ADS_3

Jalanan cukup lenggang karena ini bukan jam pulang kantor, danu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia sedang menikmati perjalanan nya, ketika tiba tiba ada sebuah motor di hadapan nya dengan lampu rem menyala, danu dengan cepat membanting stir nya, membuat mobil yang danu berbelok mendadak ke sebelah kiri melewati pembatas jalan, naas nya sebuah mobil lain dari arah belakang danu datang dengan kecepatan tinggi ia menabrak mobil danu, kecelakaan tak bisa di hindari,


darah mengalir dari kepala nya, seketika jalanan menjadi ramai,


...*********...


Ara sedang duduk di sebuah taman, banyak anak kecil berlarian ke sana kemari, orang tua mereka tak henti memperingatkan agar tidak jatuh,


ara menyuapkan satu sendok eskrim ke dalam mulut nya, itu sangat terasa nikmat, perpaduan eskrim vanila, bertabur chochochip di atas nya,


ara menyuapkan eskrim satu sendok penuh ke dalam mulut danu, danu kewalahan, membuat eskrim belepotan di sekitar mulut nya, ara tertawa senang melihat nya, ia meraih tisu di dalam tas, lalu membersihkan mulut danu yang belepotan, mata mereka bertemu, danu tersenyum,


ia menunduk, menempelkan telinga nya di perut ara, ia menyapa anak nya


"apa kamu suka eskrim? "


itu membuat ara tertawa,


"yes dad.. " ucap ara,


danu mengusap perut sang istri, memberikan kecupan beberapa kali di atas perut nya, mereka saling melempar senyum bahagia, danu merangkul bahu sang istri, melanjutkan makan eskrim nya, memandang lurus ke depan, walau terlihat ramai di taman sore ini.


***


ara terbangun,


nafasnya tercekat, mimpi nya barusan sangat lah mengejutkan nya, selama ia pergi ia tak pernah memimpikan danu,


ara meraih tisu, mengelap keringat yang memenuhi kening dan leher nya,


"mas, ada apa? aku ga pernah mimpiin kamu sebelum nya? " ara gelisah, ia meraih HP nya, memeriksa waktu, jam 5pagi, ara menghitung mundur.. jika di sini jam 5 di Indonesia sekitar jam 12malam, ara memiliki kontak semua nya yang ada di sana, namun ia bimbang, siapa yang akan ia hubungi, dan bisakah nanti orang itu merahasiakan keberadaan nya di sini, tapi di sana juga tengah malam, ara bingung,..


***


Danu merasa sakit di semua tubuh nya bayangan kecelakaan itu datang sebelum dia membuka mata,


mama melihat gerakan di kepala putra nya, ia bangun dari duduk nya, mengecek keadaan,


"danu, sayang.. ini mama nak"


danu berusaha membuka mata yang terasa berat, ia merasakan usapan tangan mama nya di dada,


ia juga mendengar mama terisak, ia menangis,


mamah menangis? memang apa yang terjadi padaku?? pikiran nya terus berputar, hingga ia akhir nya membuka mata,


"mah.. "


mama tersenyum,


"akhir nya kamu bangun nak"


danu masih diam, mencerna keadaan, ia melihat jam di dinding yang terlihat luas itu, jam02.20 ini masih malam??


danu tersenyum pada mama nya,


"ara ......" danu berkata

__ADS_1


mama menggenggam jari tangan danu yang terpasang infus,


ia menangis lagi, putra nya telah kembali, namun dia menanyakan istri nya yang sudah lama pergi,


bagaimana danu bereaksi dalam ketidak sadaran nya dua hari ini,


nama ara terus mengudara, rasa sayang nya begitu dalam hingga saat dia tidak sadar hanya ara lah yang dia ingat, tidak ada yang lain.


"danu kecelakaan mah" kata danu tenang


"iya, dan ini sudah dua hari kamu baru sadar"


mama menatap mata putra nya,


"dua hari? “ tanya danu.


" iya sayang mama takut, tapi syukurlah kamu sadar"


danu memejamkan mata nya, ia tersenyum lagi, sudah dua hari dan ia merasa kejadian itu seperti baru saja,.


***


ara semakin gelisah, perasaan nya tak tenang, sudah dua malam ia terus memimpikan suami nya,


ia memandangi kontak rima di HP nya, ia sudah siap, ia akan menelpon rima assisten nya.


nada tunggu terdengar, ara hampir memutuskan telpon nya, saat rima menerima panggilan nya


"hallo"


"rim... "


rima terpaku di tempat nya, ia kenal suara itu, ia melirik lagi no HP baru di layar nya, no nya tampak aneh, tidak seperti biasa nya


"i.. bu... " rima menjawab ragu


"hehee, kamu tau? " tanya ara


"ini beneran ibu? bu ara?? "


"syuttttt, jangan berisik rim" ara mendengar rima menaikan volume suara nya,


"ibu, ya Allah.. "


"apa kabar rim?"


"rima baik bu, hick... "


"hey kamu nangis??? "


"hickk hickk.. akhir nya ibu telpon"


ara menunduk, memandang jari kaki nya, memain kan nya, merasa gugup,


"maaf ya, bagaimana anak anak dan resto? "


"semua masih baik baik saja bu, pak dokter sering datang dan belajar mengurusi semua"

__ADS_1


ara menggigit ibu jari nya, jadi danu memegang kendali?,


"oya? bagus lah kalau begitu, rima kamu bisa jaga rahasia, jangan bilang ke siapa siapa kalo aku menelpon"


"iya bu" nada suara nya bergetar


"bu pa dokter kecelakaan... " kata rima


tubuh ara seketika kaku, ia memejamkan mata, menggigit bibir bawah nya, mata nya seketika memanas, jadi ini firasat?? danu kecelakaan dan dia datang melalui mimpi nya.


ara berdeham,


"kapan rim? " ara mencoba tenang,


"sudah dua hari bu, rima baru dapat kabar pak dokter baru sadar, selama dua hari ini, beliau tidur"


ara menyeka air mata nya,


"kasus sudah selesai bu, saat ibu pergi, semua kebenaran nya terungkap, pak dokter ga salah, yona sekarang di penjara karna kesalahan nya menyebarkan fitnah, ibu tau? bukan dokter danu yang menghamili nya, tapi mantan kekasih ny yang dulu, dia selingkuh di belakang dokter".


jantung ara serasa copot,


ia baru tau semua setelah lama pergi,


"iya rim, syukur lah untuk itu, jadi bagaimana keadaan danu sekarang? "


"yang rima tau dokter danu sudah siuman, mobil nya rusak parah bu, di tabrak orang"


"oya..? " ara menanggapi nya dengan cuek, tapi rima mendengar bos nya itu menahan tangis suara nya bergetar,


"bu... "


"iya rim... "


"bagaimana kabar ibu? apa ibu sudah mau melahirkan? " tanya rima sangat antusias


"laki laki apa perempuan bu, apa ibu sudah tau jenis kelamin nya? “


apa? rima tau aku hamil?? dari siapa? ara mengerutkan kening nya.


"kamu tau aku hamil rim? "


"semua orang tau bu, dokter memberi tau kami, ia begitu senang, kabar nya bi Nur nemu tes kehamilan di kamar ibu, terus pas ibu pergi, bi Nur kasih tau pa dokter"


ya Tuhan, entah apa yang ara rasakan mendengar semua itu,..


jadi danu tau aku hamil??


"rima, aku tutup dulu telpon nya, nanti kita sambung ya, ini rahasia oke? "


"ibu telpon rima lagi ya..? "


"iya, nanti aku telpon"


"baiklah bu,. baik baik di sana ya bu... "


"makasih rim" ara tidak tahan, ia harus mengakhiri telpon nya..

__ADS_1


__ADS_2