
Akhirnya setelah beberapa hari dirawat diruangan intensif ayah dari sekertaris Kim itupun mulai membaik. Bahkan dokter mengatakan jika dirinya akan segera sadarkan diri.
" Ayah," ucap sekertaris Kim ketika melihat ayahnya kini tengah membuka matanya perlahan.
" Kim kau disini," ucap Pria itu terkejut melihat putranya yang kini tengah berada disampingnya sambil menggenggam tangannya erat.
" Ayah baik-baik saja kan," tanya sekertaris Kim khawatir.
" Memangnya apa yang kau harapkan dari pria tua sepertiku," suaranya masih terdengar serak dan lemah.
" Sudahlah kau itu pria tua yang paling menyusahkan," gurau sekertaris Kim.
" Apakah Antoni ada disini jug," tanya pria tua itu lagi setelah tertawa menanggapi candda putranya yang sudah lama dia tidak dengar itu.
" Tuan muda sedang keluar untuk menjemput nona muda," ucapnya kembali dengan nada serius, sepertinya pria ini tidak bisa bersikap normal jika itu tentang tuan mudanya.
" Paman halo," ucap Kayla menyapa pria tua yang kini tengah berbaring lemah.
Energi positif yang selalu mengelilingi Kayla membuat suasana ruangan itu menjadi hangat dan menyenangkan, tidak ada ketegangan atau rasa canggung disana.
"tuan muda, nona muda," sekertaris Kim segera bangkit dari duduknya dan memberikan hormatnya kepada kedua majikan anehnya itu.
" Hey, siapa yang kau panggil tuan muda dan nona muda itu Kim, namanya adalah Antoni dan aku adalah Kayla. Jadi santai saja oke," berbicara sambil meletakkan semua makanan yang dia bawa diatas meja.
" Nak kenapa kau repot-repot membawa semua ini kemari," tanya dokter Firman lagi.
" Paman kau tau dia ini sudah sibuk sejak pagi tadi menyiapkan semua ini untuk paman, dia bahkan melarang semua orang mendekat kedapur satu langkahpun," ucap Antoni sedikit kesal ketika mengingat kejadian pagi tadi.
***
Flash back.
Kayla tengah bersiap dengan alat tempurnya didapur rumahnya itu. Dengan kemampuannya dia bisa mengubah sayuran yang tidak menarik menjadi makanan yang beraroma menggoda.
" Sayang kau dimana," teriak Antoni pagi-pagi karena tidak mendapati istrinya dikamar.
" Aku didapur mas," teriak Kayla.
Begitu Antoni ingin masuk kedalam dapur dia melihat semua pelayan berbaris disana sambil melirik kearah dapur.
" Apa yang kalian lihat," pertanyaan Antoni itu berhasil membuat semua pelayan itu terkejut dan segera kembali pada pekerjaan mereka.
" dudududududududu....," Kayla bersenandung kecil sambil mengiris beberapa potong daging segar.
" Sayang apa yang kau lakukan pagi," ucapannya terpotong karena Kayla kini tengah menyodorkan pisau berlumuran darah kearahnya.
__ADS_1
" Jangan mendekat, aku tidak ingin dapur ini jadi kacau lagi karena mu," ucap Kayla sambil menyodorkan pisau bekas memotong daging.
Siapapun yang berada diposisi Antoni pastinya akan merasa takut.
" Baiklah tapi apa yang kau lakukan pagi-pagi begini sampai membuat keributan dirumah ini," tanya Antoni sambil kembali mengambil jarak aman.
" Aku sedang memasak mas apa kau tidak melihatnya," ucap Kayla sambil masih asik terus memotong daging itu.
" Iya aku tau sayangku cintaku baby sweaty Hanny bunny ku. Maksudku itu kenapa kau memasak saja sampai membuat keributan, dan apa kau belum siap juga kita akan pergi kerumah sakit bukan hari ini. Akhirnya paman sadarkan diri juga setelah melewati masa komanya," jelas Antoni lagi, dengan nada yang dimanja-manjakan.
" Apa kau ingin bernasib sama dengan daging ini mas, dari mana kau mendapatkan kata-kata menggelikan seperti itu. Sana pergilah aku akan segera siap, kau jaga Faris dulu, aku sudah menyuruh pengasuhnya untuk menyiapkannya tadi putraku akan datang melihat kakeknya hari ini," kembali bersenandung kecil.
" Apa kakek apanya, coba katakan sekali lagi. Enak saja ayahnya adalah aku jadi tidak mungkin ayahnya Kim menjadi kakeknya," gak terima lagi kan, cemburu lagi pastinya ini.
" Pergi atau aku rebus kau," ancam Kayla karena merasa terganggu dengan Antoni.
Antoni hanya memanyunkan bibirnya kemudian pergi dengan keadaan sebal, bercampur cemburu tentunya.
Flash back off.
***
" Paman harus makan yang banyak yah, jangan sampai paman sakit seperti ini lagi. Paman tau putra paman yang kepala batu dan juga tuannya itu hampir menghancurkan rumah sakit ini," melirik Antoni dan sekertaris Kim bergantian.
Antoni dan sekertaris Kim dibuat bingung sendiri dengan sifat Kayla yang terkesan lebih ngelunjak dan tidak tau malu. Bahkan energi positifnya menjadi berlipat ganda rasanya.
" Ayo paman biar aku suap," menyendok kan sebuah sup hangat kepada laki-laki itu.
Yang tentunya membuat Antoni si raja cemburu itu menjadi panas.
Seharusnya sup itu untukku, aku juga ingin memakannya. Jerit Antoni dalam hati sambil terus melihat serius kearah Kayla yang tengah sibuk menyuapi dokter Firman.
Sekertaris Kim yang sadar akan hal itupun segera mengambil alih menyuapi sang ayah sebelum badai besar datang.
" Baiklah, Faris sayang lihatlah kakek makan dengan sangat baik bukan," mengambil Faris dari gendongan Antoni kemudian berjalan lagi mendekat kearah ranjang.
Kenapa aku merasa tercampakkan disini. Fikir Antoni lagi.
***
Ketika jam makan siang telah usai, Antoni memaksa Kayla untuk pulang karena Faris yang sepertinya sudah sangat lelah dan mengantuk.
" Padahal aku masih mau disini," ucap Kayla sambil mengucurkan bibirnya.
" Kita kesini lagi besok yah, sekarang pulang dulu karena kasian Faris," ucap Antoni dengan nada selmbut mungkin agar tidak membangunkan singa yang sedang tidur itu.
__ADS_1
***
Malam harinya setelah Kayla berhasil menidurkan Faris yang rewel ia memutuskan untuk kembali kekamarnya dan menangani si bayi besarnya yang satu itu.
" Masku sayang," ucap Kayla yang bergelut manja dilengan Antoni yang sepertinya tengah sibuk mengerjakan urusan kantornya.
" Apa sayang," tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
" Kau tidak memperdulikan ku lagi," menekuk kedua tangannya kesal.
" Apa sih sayang, mau apa. Mau dipeluk iya," tanya Antoni yang melirik sekilas kearah Kayla yang kini kembali mencari posisi nyaman di dada bidang Antoni.
" Mas apa kau merasa semakin gendut sekarang, otot-ototmu berkurang," mengelus dada bidang Antoni setelah berhasil menyelinap didalam pelukan suaminya.
" Tidak sayang itu masih sama saja, lagi pula aku memang jarang berolahraga karenamu bukan. Kau kan tidak suka berolahraga," masih fokus mengerjakan pekerjaannya.
" Apa kau lupa jika aku pernah berlari dan memanjat tembok belakang rumah, agar kau tidak mendahuluiku sampai rumah," ucap Kayla mengingat kembali kejadian itu.
" Apa hubungannya itu dengan olahraga sayang, lagi pula kau melakukan itu karena berada didalam situasi yang mendesak bukan," mengelus kepala Kayla lembut ketika merasakan jika gadisnya itu kini berbaring didada bidangnya.
" Tapi bukankah kita sering berolahraga bersama jika malam," ucap Kayla tiba-tiba.
" Apa sayang aku tidak dengar, coba ulang lagi,"
Kayla mencubit pinggang Antoni lalu kemudian menggigit leher prianya, melampiaskan kekesalannya pada suami mesumnya itu.
" Mas aku lapar, ingin makan nasi kuning," ucap Kayla lagi.
" Mana ada yang jual nasi kuning malam-malam begini sayang," ucap Antoni.
" Emhhhh tapi aku lapar mas," rengek Kayla lagi.
" Makannya yang ada aja yah, besok baru mas beliin nasi kuningnya,"
" Gak mau aku maunya nasi kuning dan itu sekarang," ucap Kayla kesal karena permintaannya tidak dituruti.
" Kalau begitu mas akan suruh bik Sum buatkan yah," ingin meletakkan Kayla dikasur.
" Gak mau aku maunya nasi kuning dari penjual kantin sd didekat rumah aku dulu," manjanya lagi.
" Sayang nasi kuning aja udah gak ada yang jual malam-malam begini apa lagi ini kamu maunya di penjual kantin sd kamu itu yah gak bakalan ada dong sayang,"
" Pokoknya aku gak mau tau mas, nasi kuningnya harus ada," masuk kedalam selimut.
Antoni menarik nafas dalam, sudah beberapa kali dalam waktu sebulan ini Kayla meminta yang macam-macam. Seperti rujak di jam satu malam, atau ingin makan rambutan tapi kulitnya doang. Dan sekarang istrinya ini malah minta nasi kuning di jam sebelas malam.
__ADS_1
" Kim, segera cari tau penjual nasi kuning di SD dekat ruamhnya Kayla yang dulu. Dan suruh dia membuatkan nasi kuning malam ini juga. Bayar berapapun yang dia minta," terpaksa menelfon sekertarisnya lagi.
" Hufthhh nona muda makin lama keinginan anda itu makin tidak masuk akal saja," gumam sekertaris Kim sambil mencari tau penjual yang dimaksudkan oleh Antoni barusan.