
" Ahh maafkan aku," ucap seorang gadis yang tidak sengaja menabrak seseoarang dihadapannya.
" Jika jalan tolong berhati-hatilah," ucap sekertaris Kim kesal sambil mulai mengambil kembali berkasi yang sudah berserakan dilantai.
" Ehh Kim," memperhatikan wajah sekertaris Kim dengan sangat baik.
" Se...Selly," nadanya bergetar ketika menyebutkan nama yang sudah lama menghilang dari kehidupan sekertaris Kim itu.
" Ahh maaf yah, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu, tapi sudah lama sekali yah. Sekarang bagaimana kabarmu," ucapnya sambil memberikan berkas terakhir kepada pria yang masih terpaku pada tempatnya berdiri.
" Kim kau baik-baik saja bukan, apa kau terluka," mencoba mencari masalah pada pria itu.
" Ti...tidak maaf aku harus pergi sekarang," ucapannya begitu gelagapan kemudian langsung saja pergi dari sana tanpa menunggu lagi jawaban dari gadis itu. Bahkan sangking paniknya sekertaris Kim hampir saja menabrak Kayla yang baru saja keluar dari lift.
" Ehh ada apa sekertaris Kim, kenapa wajahmu merah seperti itu apakah kau sakit," ucap Kayla memperhatikan wajah sekertaris suaminya itu.
Sekertaris Kim hanya menunduk hormat kemudian segera berlari memasuki lift. Ada apa sebenarnya dengan pria pemuja tuannya ini.
" Selly ayo kita berangkat," ucap Kayla ketika mendapati temannya itu kini juga bertingkah sangat aneh.
Ada apa dengan semua orang, kenapa mereka semua sangat aneh hari ini. Fikir Kayla sambil mengangkat bahunya tidak perduli.
" La, Lo kenal sama cowok yang tadi masuk lift itu," mulai membuka pembicaraan disaat mereka berada didalam mobil pribadi milik Kayla.
" Cowok??, cowok yang mana setauku tadi aku tidak bertemu dengan pria manapun," mencoba fokus ke ponselnya yang kini sedang penuh dengan notifikasi pesan dari sang suami.
" Itu loh tadi orang yang hampir nabrak Lo, masa Lo gak ingat sih,"
" ohhh maksudnya sekertaris Kim yah, emangnya dia sejenis laki-laki yah," ucapnya seolah tanpa dosa.
__ADS_1
" Kay Lo lagi bercanda kan," memutar bola matanya malas.
" Bagi aku hanya ada satu laki-laki didunia ini yaitu suamiku tersayang," menatap layar ponsel hpnya yang terdapat foto Antoni dan dirinya. Keluarlah wahai para pembucin internasional, kini saudara baru kalian telah terlahir.
" Gila yah, kemaren berantem sekarang malah jadi bucin banget gini," bergumam kesal melihat tingkah laku sahabatnya itu.
" Ehh tapi emangnya kamu Tiba-tiba tanya tentang sekertaris Kim, jangan bilang kamu suka lagi sama makhluk itu. Jangan sampai itu terjadi karena aku gak mau temanku yang paling baik ini jatuh cinta sama makhluk astral sepertinya," menatap dengan wajah imutnya itu. Imut-imut *** ayam gitu.
" Gak lah Kay, gue pikir dia orang yang gue kenal sebelumnya tapi kayaknya sih salah orang deh," menunduk sedih.
" Ehh kenapa, aku salah ngomong yah. Aku benar-benar gak punya maksud apa-apa kok serius," ucap Kayla mulai panik ketika mendapati teman yang sudah sangat lama dia kenal kini menangis.
" Hikss nggak Kay, gue cuman tiba-tiba aja ingat orang itu lagi," menghapus air matanya.
" Maksudnya cowok yang gak bertanggung jawab itu, aku minta kamu untuk lupain diakan. Cowok kayak dia itu gak pantas buat diingat apa lagi sama cewek sebaik kamu Selly," tersenyum ramah kearah Selly.
" Iya Kay, gue lagi coba berusaha buat ngelupain dia. Tapi hati gue sampe sekarang masih mentok cuman kedia doang gak ada yang lain lagi," menatap Kayla.
***
Sementara itu Antoni sedang menjelaskan beberapa tugas untuk sekertarisnya guna menyambut pesta ulang tahun pertama Faris.
" Kim bagaimana apakah ideku itu bagus, aku akan mengadakan pesta ulang tahun putraku itu dengan sangat megah, aku akan mengadakannya di lima negara yang berbeda dan juga," ucapannya terpotong ketika mendapati wajah sekertarisnya yang seperti tak berfokus pada pembicaraan mereka itu.
" Kim apa kau mendengarkanku," ucap Antoni kesal.
" Iya tentu tuan muda, semua yang anda sarankan semuanya sangatlah luar biasa dan kami pasti akan mempersiapkan semuanya dengan sangat baik," tersadar dari lamunannya setelah mendapati sebuah bolpoin melayang didekat kakinya.
" Kim apa yang kau fikirkan sebenarnya semenjak tadi aku melihatmu seperti orang yang tidak fokus. Apa terjadi sesuatu,"
__ADS_1
"Tidak tuan muda, tidak terjadi apapun, semua baik-baik saja," meletakkan kembali bolpoin yang sempat melayang mengenai kakinya tadi ketempat asalnya lagi.
" Cih... terus saja kau berbohong. Kau fikir aku tidak akan tau jika kau sedang berbohong atau menyembunyikan sesuatu dariku," ucap Antoni kesal kemudian segera meniggalkan ruangannya, meninggalkan sekertaris Kim yang masih setia berdiri ditempatnya dalam keadaan diam dan juga tatapan yang kosong.
***
Jadi dia benar-benar sudah kembali lagi kemari. Lirih sekertaris Kim dalam hati sambil memandang keluar jendela apartemennya.
Flash back.
Hari ini adalah hari membahagiakan bagi sorang pria dan juga seorang wanita. Yang mana hari ini mereka akan mengikat janji suci bersama diatas altar dengan mengucapkan sumpah pernikahan yang sakral, saling berjanji hidup bersama untuk selamanya.
Namun apa jadinya apabila ketika tiba waktunya mengikat janji suci itu sang mempelai pria malah kabur dari pelaminan karena alasan yang tidak masuk akal sama sekali.
" Aku harus pergi sekarang, tuan muda sedang membutuhkanku," ucapnya ketika mendapatkan kabar duka dari sang bos.
" Apa kau akan meninggalkanku lagi kali ini," lirih wanita itu pelas sambil menatap nanar kearah mempelai prianya.
" Maaf tapi yang terpenting bagiku sekarang hanyalah tuan muda Antoni, aku tidak akan membiarkan dia merasa sendiri dan terpukul disaat-saat seperti ini," Langsung pergi dari sana.
Semenjak saat itulah kedua orang yang seharusnya sudah saling terikat kini menjadi dua orang asing yang tak saling mengenal.
Selly sudah berusaha memohon kepada kedua orang tuanya untuk memberikan kesempatan sekali lagi kepada pria yang ia cintai. Dan kini gadis itu hanya bisa berharap jika Kimuranya akan tiba tepat waktu dan menghentikan kepergiannya.
" Sudahlah Selly dia tidak akan pernah datang, baginya tuan mudanya itu adalah segala-galanya. Dan kau tidak ada artinya sama sekali dalam kehidupan pria itu.
" Tidak ibu, aku percaya kepadanya. Kimura pasti akan datang aku yakin kimuraku pasti akan datang dan menjemputku disini,"
Dan pada akhirnya semua kepercayaan itu luntur seketika, tak ada tanda-tanda akan datangnya orang yang ditunggu-tunggu itu.
__ADS_1
" Kita harus pergi sekarang Selly, kita sudah terlambat. Dan sesuai perjanjian kau harus lupakan pria tidak bertanggung jawab itu,"
Akhirnya saat itu Selly memutuskan untuk melupakan semuanya, melupakan sosok pria itu dan juga melupakan tentang cinta mereka selama ini.