
Kayla segera masuk kekamar, lalu langsung mengambil selimut dan berjalan kearah sofa.
Ia langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Berpura-pura tidur agar bisa melarikan diri dari hukuman yang sedang menantinya saat ini.
Antoni masuk kedalam kamar, dia melihat Kayla sudah tertidur diatas Sofanya, dia bahkan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Antoni berjalan mendekat kearah Kayla.
"Kau semakin berani saja ya, kau bahkan mau melarikan diri dari hukuman mu," duduk di pinggir sofa, sambil berusaha membuka selimut yang menutupi wajah Kayla.
Kenapa gadis ini menutupi wajahnya dengan selimut, bagaimana jika dia tidak bisa bernafas nanti. Dasar gadis bodoh apa kau berfikir aku akan melepaskanmu begitu saja.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu kenapa aku bisa melakukan kesalahan itu," sambil berusaha mempertahankan selimut yang menutupi kepalanya.
"kalau begitu keluar sekarang dari selimut ini, dan terima hukumanmu dengan tenang," berdiri kemudian berjalan mendekat kearah kasurnya.
Kayla akhirnya bangun dan berjalan mendekat kearah kasur juga. Namun berhenti dijarak aman.
"Kenapa kau masih berdiri disitu, cepat kemari," perintahnya setelah melihat Kayla tidak melanjutkan langkahnya.
Cihh apa sekarang kau lupa dengan peraturan yang kau buat sendiri, kau melarangku untuk mendekat kekasurmu itu lebih dari dua langkah. Kalau aku mendekat kau pasti akan memarahiku bukan. Oceh Kayla tanpa bergerak selangkah pun.
"Apa kau tidak dengar, cepat kemari," mulai meninggikan suaranya.
Aku benar-benar ingin mencekik pria ini sekarang, dia benar-benar pria yang sangat menyebalkan. Kayla memaki dalam hati.
"Saya tidak berani mas," jawabnya.
"Kenapa tidak berani hah," semakin marah.
Tentu saja aku tidak berani mendekat jika aku mendekat nanti bagaimana jika kau langsung menerkamku. Meskipun aku sudah melakukan kesalahan hingga tiga kali tidur dikasurmu itu, aku tidak akan pernah mau melakukannya disaat aku masih sadar.
"Kenapa hanya diam saja," membentak kesal.
"Kau ini benar-benar pria aneh, bukankah kau sendiri yang melarangku untuk mendekat kekasurmu itu lebih dari dua langkah. Dan sekarang kau malah memarahiku," mulai marah juga, karena kesal karena Antoni terus memarahinya tanpa alasan.
"Jadi kau masih patuh dengan perintahku itu ya, jika kau patuh dengan perintahku itu maka kau juga harus patuh dengan perintahku yang ini. Kemari dan mendekat cepat," perintahnya lagi, dengan nada yang mulai santai.
"Tapi kau janji dulu kepadaku,"
__ADS_1
" kenapa aku harus berjanji kepadamu, aku ini akan menghukummu sekarang jadi cepat,"
"Jika kau tidak berjanji maka aku tidak akan mau mendekat,"
"Kenapa jadi kau yang malah mengaturku begini sih,"
"Jika tidak mau ya sudah," akan kembali ke Sofanya
"Baiklah katakan aku harus berjanji apa padamu," mulai mengalah.
"Kau harus berjanji, jika aku mendekat kau tidak akan memarahiku memukulku ataupun membentakku,"
"hanya itu saja, baiklah aku berjanji," jawabnya dengan santai.
Apa hanya itu saja, jika dia tidak akan memarahi atau memukulku maka dia akan menghukummu dengan cara apa.
Kayla berjalan mendekat kearah kasur. Saat Kayla sudah berada didekat kasur Antoni melemparkan bantal kearah wajah gadis itu.
"Ambil bantal itu, dan mulai sekarang kau tidurlah dikasur ini,"
"Apa, lalu anda akan tidur dimana," bertanya penasaran.
"tentu saja aku akan tidur disini, dimana lagi aku akan tidur,"
"Anggap ini sebagai hukumanmu, dan kau tau bukan jika aku tidak ingin," kata-katanya juga terpotong.
"Yayaya aku tau kau tidak ingin barang yang sudah kau beli dengan harga mahal itu terluka atau lecet sedikitpun,"
Cihh kau selalu menggunakan alasan tidak masuk akal itu.
Antoni tersenyum mendengar kata-kata Kayla.
"Sepertinya kau benar-benar sudah mulai mengenalku ya,"
Kayla tidak merespon lagi dia kini sudah berbaring, dan menutup matanya.
Tidurlah Kayla jangan fikirkan monster yang ada disampingmu ini.
Antoni menutupi tubuhnya dan tubuh istrinya dengan selimut, kemudian berbaring juga didekat Kayla sambil memeluk gadis itu dari belakang.
__ADS_1
Pria ini benar-benar tidak waras, kenapa sekarang dia memelukku seperti ini sih. Apa dia sangat senang membuatku sengsara, baiklah Kayla jangan perdulikan kau harus kuat menghadapi monster ini. Sekarang hanya tutup matamu dan setelah itu tidur dengan tenang, menunggu esok pagi.
Akhirnya Kayla tertidur di dalam dekapan hangat suaminya, dia benar-benar merasa nyaman dengan pelukan itu.
Sementara Antoni terus tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Kayla ketika mendengar nafas gadis itu yang sudah teratur. Menandakan ia sudah masuk kedalam alam mimpinya.
Sangat nyaman sekali, aku ingin selamanya seperti ini. Aku tidak akan pernah melepaskanmu Kayla.
***
Pagi pun datang, Kayla membuka matanya perlahan. Dia tidak melihat keberadaan Antoni disampingnya. Yang seketika langsung membuka matanya lebar dan terduduk panik.
"Gawat apa aku kesiangan, bagaimana bisa aku kesiangan,"
Kayla segera turun dari kasur dan berlari menuju kamar mandi. Karena panik Kayla segera membuka pintu kamar mandi dan...
"Ahhhhhhhhh," berteriak histeris.
Kayla sepertinya tadi tidak sadar jika Antoni ada dikamar mandi karena sangking paniknya.
Kayla segera menutup pintu kamar mandi dan berjalan kesana kemari dengan wajah yang merah padam.
Bagaimana bisa aku tidak memerhatikan jika dia sedang ada dikamar mandi. Apa yang harus kulakukan sekarang. Sambil terus mondar mandir.
Antoni keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih setengah basah dan juga handuk yang melingkar di pinggangnya.
"Kau benar-benar gadis yang mesum ternyata, bahkan kau mengintip ku yang sedang mandi," berjalan mendekati Kayla.
Kayla diam mematung ketika melihat pemandangan didepannya.
Ahhh jantungku akan meledak sepertinya. Masih diam membeku sambil terus menatap tubuh Antoni.
"Apa kau benar-benar menyukainya hingga kau tidak berhenti menatapnya seperti itu,"
Seketika Kayla tersadar dan mengalihkan pandangannya.
"Ahh maafkan aku, aku tadi itu apa aku tadi hanya tidak aku tadi sedang ingin kekamar mandi dan aku tidak tau jika kau ada didalam kamar mandi, sungguh aku tidak bermaksud untuk mengintipmu," salah tingkah sendiri.
"Benarkah," sambil terus berjalan mendekati Kayla hingga tubuh gadis itu mentok ditembok.
__ADS_1
Mata mereka kembali bertemu. Tubuh Antoni kini menghimpit tubuh Kayla diantara tembok.
Deghhh..