
Kayla bersenang-senang dengan kedua saudara iparnya, mereka berbelanja dan juga berkeliling kota. Kayla melepaskan semua kebosanannya setelah sekian lama dikurung oleh Antoni dirumah.
" Wahh ini bagus kakak ipar," ucap Tina sambil menunjukkan sebuah kalung.
" Iya itu bagus," ucap Kayla.
" Ehh bagaimana setelah ini kita melihat gaun pernikahan," ucap Reynata.
" ahh benar juga, tujuan kita sebenarnya kan ingin membeli gaun pengantin. Untuk calon pengantin kita ini," menyenggol pelan Tina yang kini terlihat malu-malu.
Setelah membeli beberapa perghiasan, ketiga gadis itu pergi menuju kesebuah butik baju khusus gaun pernikahan.
" Aku suka ini," ucap Kayla melihat sebuah gaun putih dengan beberapa mutiara sebagai hiasannya.
" Tidak kakak ipar itu sangat tidak cocok dengan diriku," ucap Tina menolak.
Tina memilih sebuah gaun merah menyala dengan hiasan pernak pernik dimana-mana.
" Apa kau yakin memilih baju itu," ucap Reynata melihat adiknya dari atas hingga bawah.
" Tentu saja bukannya ini terlihat keren," ucap Tina semangat.
" Tapi apakah baik jika memakai warna seterang itu dihari pernikahan," timpal Kayla.
" Memangnya kenapa, apakah ada peraturan khusus tentnag warna gaun yang akan kita gunakan dihari pernikahan,"
Reynata dan Kayla saling menatap kemudian menggelengkan kepalanya kompak.
" Kalau begitu ini sama sekali tidak masalah bukan," ucap Tina masih ngotot.
" Baiklah terserah kau sajalah,"
Setelah puas berbelanja mereka bertiga memutuskan untuk mengisi perut disebuah kafe.
" Wahhh aku lapar," mata Kayla berbinar begitu melihat semua makanan yang tersaji dihadapannya.
" Emhh makanlah dengan puas sekarang kakak ipar, mumpung kak Antoni tidak ada," ucap Tina mulai menyantap makanannya.
Tiba-tiba Kayla teringat akan suaminya itu.
"Astaga aku lupa memberi kabar mas Antoni," ucap Kayla tiba-tiba.
Dengan segera Kayla mengambil ponselnya dan menekan nomor suaminya.
***
Sementara itu Antoni kini sedang duduk disofa sambil menatap ponselnya yang tak kunjung berbunyi.
" Ahh aku bisa gila jika terus menunggu seperti ini," mengacak rambutnya sendiri.
" Tuan muda apakah anda butuh sesuatu lagi," tanya sekertaris Kim yang baru masuk.
" Kim apakah kepulangan kita tidak bisa dipercepat," tanya Antoni.
" Maaf tuan muda tapi sepertinya itu tidak mungkin," jawabannya membuat Antoni kecewa.
Saat Antoni sedang asik mengutak Atik sebuah berkas, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan siapa lagi jika bukan istri kesayangannya lah yang menelfon.
__ADS_1
Tanpa berfikir lagi Antoni segera mengangkat panggilan itu.
" Kau kemana saja seharian ini hah," ucap Antoni ketika panggilan itu sudah terhubung.
" Emhh aku pergi jalan-jalan mas," ucap Kayla pelan.
" Kemana dengan siapa," Antoni langsung memburu Kayla dengan seribu pertanyaan.
" Aku kakak ipar dan juga Tina, kami pergi berbelanja," bicaranya cukup pelan karena takut Antoni akan marah kepadanya.
" Kalau begitu nikmati waktumu, ingatlah jangan sampai kau kelelahan. Kabari aku lagi nanti kau mengerti," balasan Antoni tidak seperti yang dibayangkan oleh Kayla. Antoni sama sekali tidak marah dia pergi keluar tanpa izinnya lebih dulu.
" Emng baiklah, kau juga jaga kesehatanmu yah, jangan sampai kau sakit disana," menutup panggilan telfonnya.
Kayla akhirnya bisa bernafas lega, karena Antoni tidak marah kepadanya.
" Aduh kakak ipar kenapa kau jadi istri yang penurut sekali sih. Sekali-kali kau kan bisa menentang kak Antoni," ucap Tina dengan mulut yang penuh makanan.
" Setidaknya habiskan dulu makananmu," ucap Kayla tersenyum.
" Habis ini kita sebaiknya pulang saja, nenek pasti sudah menunggu kita bukan," ucap Reynata.
Kayla dan Tina hanya mengangguk tanda setuju, karena mereka sudah pergi cukup lama.
***
Sementara itu Antoni.
" Kim apakah kau sudah menjalankan perintahku dengan baik," tanya Antoni dengan sekertarisnya.
" Bagus, lanjutkan pekerjaanmu," tersenyum lega.
Ternyata Antoni sejak awal sudah mengawasi setiap pergerakan dari istrinya, dia bahkan sampai mengutus orang untuk mengawasi keadaan Kayla. Jika saja Kayla tau hal itu entah apa yang akan dilakukan oleh gadis itu.
Antoni sengaja melonggarkan sedikit aturannya kepada Kayla, dia membiarkan gadis itu pergi bersenang-senang dengan para saudarinya karena Antoni tau betul jika Kayla merasa sangat bosan. Tapi tetap saja dia tidak akan membiarkan istrinya lalai sedikitpun dari pengawasan. Antoni menempatkan orang suruhannya disetiap sudut tempat yang Kayla datangi, tanpa disadari oleh gadis itu sama sekali.
***
Malam harinya Kayla sedang melihat-lihat barang belanjaannya tadi.
" Wah tanpa sadar aku berbelanja sangat banyak, bagaimana cara membawa semuanya yah. Apakah mas Antoni akan membolehkan ku membawa semua ini,"
Baru saja Kayla menyebut nama Antoni, kini ponselnya berbunyi dan tertera nama Antoni disana.
" Halo mas," dengan cepat Kayla menjawab panggilan itu.
" Apa kau sudah tidur," suaranya sedikit serak.
" Belum tapi ada apa dengan suaramu, apa kau baik-baik saja," tanya Kayla mulai khawatir.
" Tidak," jawabnya lesu.
" Apa kau sakit, cepat pergilah kedokter. Dimana sekertaris Kim apakah dia tidak merawatmu dengan baik," Kayla begitu cerewet jika berurusan dengan kesehatan suaminya.
" Aku hanya membutuhkanmu sayang,"
" Aku tapi kenapa aku," heran.
__ADS_1
" Aku merindukanmu, aku rindu aroma tubuhmu dan juga senyummu. Aku bahkan tidak bisa tidur meskipun aku sudah sangat lelah," keluh Antoni.
" Mas ini bahkan baru sehari, bertahanlah sebentar lagi yah," ucap Kayla lembut.
" Tapi aku tidak bisa tidur," suaranya sangat pelan dan dalam bahkan hampir tidak terdengar sama sekali.
" Mas apa kau menangis," tanya Kayla kerena merasa Antoni aneh.
" Tidak," jawabnya.
Iya aku menangis, aku begitu merindukanmu. Aku tidak tahan jika tidak melihat wajahmu itu, aku tidak bisa tidur. Ucapnya dalam hati.
" Kalau begitu tidurlah yah, bukankah kau bilang besok kau ada rapat pagi-pagi sekali,"
" Tidak bisa sayang, aku sudah mencoba sangat keras,"
" Baiklah matikan telfonnya," ucap Kayla.
" Tapi kenapa apa kau ingin menyiksaku labuh dari ini,"
" Aku punya cara agar kau bisa tidur sekarang," mematikan hubangan telfon itu.
Saat Atoni ingin marah dan protes Kayla menelfon lagi tapi dengan panggilan Vidio.
" Bagaimana dengan begini kau bisa melihat wajahku bukan," ucap Kayla tersenyum.
" Tetap saja aku tidak bisa memelukmu," gumam Antoni pelan.
" Tapi mas kenapa matamu bengkak," memperhatikan mata Antoni.
" Tidak mungkin karena kelelahan saja," jawabnya berbohong. Padahal mulai dari Maghrib tadi dia sudah menangis karena begitu merindukan istrinya.
" Baiklah sekarang letakkan ponselnya didekatmu, dan kau berbaringlah," suruh Kayla.
Antoni menuruti kata istrinya dia berbaring dan meletakkan ponselnya yang masih tersambung panggilan Vidio dengan istrinya.
Disisi lain Kayla juga melakukan hal yang sama, dia juga ikut berbaring.
" Ini akan membuat kita merasa tidur bersama, jadi tidurlah yah aku ada disini bukan," ucap Kayla lagi.
" Emhh," hanya menurut saja, dan memejamkan matanya.
Kayla melihat bayi besarnya yang tidak pernah berpisah lama darinya itu sepertinya sudah tertidur.
" Mas aku akan mematikan panggilannya yah, selamat malam," ucap Kayla pelan.
" Tidak jangan dimatikan aku tidak ingin sendiri," membuka matanya, ternyata Antoni sama sekali belum tidur.
" Baiklah tidak akan ku matikan,"
Sekarang sudah lewat tengah malam, Antoni masih terjaga dan terus menatap layar ponselnya yang menampilkan sosok wanita yang sangat dia cintai.
Sementara itu Kayla sudah terlelap sejak tadi karena tidak kuasa menahan kantuknya.
Antoni hanya diam sambil menatap wajah cantik yang tertidur pulas itu. Dan tanpa dia sadari dia juga ikut tertidur.
Panggilan itu tidak terputus hingga pagi hari.
__ADS_1