Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Periksa kedokter


__ADS_3

Setelah satu pekan menghabiskan waktu berbulan madu, Kayla dan Antoni akhirnya bisa kembali lagi kerumah mereka dengan keadaan selamat.


Hari demi hari tak terasa kini kandungan Kayla sudah menginjak usia enam bulan. Kini Kayla hanya bisa tinggal dirumah tanpa melakukan apapun karena perintah dari suami over protektifnya itu.


Dan hari ini Kayla sangat senang karena akhirnya bisa keluar dari rumah setelah sebulan lebih dikurung oleh Antoni. Hari ini adalah jadwal cehckup kandungannya.


Dan seperti biasa Antoni sendirilah yang akan menemaninya.


" Mas aku bisa sendiri," ucap Kayla yang terus merengek ingin mencari pakaian yang akan ia pakai sendiri.


" Sudah kubilang kau tidak boleh banyak gerak bukan, lihat saja perutmu itu sudah semakin membesar. Kau pasti lelah bukan membawa anak kita," ucap Antoni yang masih fokus membongkar isi lemari Kayla.


" Tapi mas," ingin menyela lagi.


" Sudah mas bilang duduk aja dengan tenang," Akhirnya selesai membongkar pakaian Kayla.


Semakin hari sikap Antoni semakin mengekang Kayla, sekarang bahkan dia tidak mengizinkan Kayla untuk melakukan semuanya sendiri bahkan hanya untuk mengambil pakaiannya sendiri.


Akhirnya selesai juga drama yang tercipta diruang ganti itu.


Kayla kini memakai baju terusan yang pastinya nyaman untuk digunakan oleh ibu hamil.


Sedangkan Antoni seperti biasanya memakai setelan jas formalnya, namun kali ini senada dengan pakaian yang dikenakan oleh Kayla.


Mereka berangkat menuju kerumah sakit dengan diantar oleh sekertaris Kim.


Dan seperti biasanya pula, terdapat sambutan ketika mereka telah tiba disana. Kayla juga sudah merasa terbiasa dengan gaya kehidupan dari suaminya yang satu itu.


***


Kayla kini sedang berbaring diranjang menunggu seorang dokter kandungan yang tengah memulai mengecek kondisi Kayla dan anaknya, dengan ditemani Antoni yang selalu setia berada disisinya.


" Kondisi janinnya baik-baik saja, semuanya sehat baik ibu maupun bayinya," ucap dokter itu sambil tersenyum.


" Kalau begitu bisakah kita melakukan USG lagi dok aku ingin tau bagaimana kondisi bayiku sekarang," ucap Antoni yang tiba-tiba.


" Tentu saja tuan Antoni," mulai menyiapkan alat-alat nya.


" Sayang lihat anak kita sudah semakin besar," ucap Antoni semangat sambil menunjuk kearah layar monitor.


" Iya mas, bentuknya juga sudah berubah lagi," ucap Kayla tidak kalah semangatnya ketika melihat bayinya.


" Benar nona Kayla, bayi anda tumbuh dengan sangat baik, nona dan tuan Wijaya sudah menjaganya dengan sangat baik," ucap dokter wanita itu lagi.


Setelah pemeriksaan kini Kayla dan Antoni berada disebuah ruangan pribadi dirumah sakit itu.


Mereka sedang menunggu kedatangan seseorang disana, yang Kayla sendiripun tidak tau siapa orangnya.


" Tuan Antoni," ucap seseorang yang baru masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


" Dokter Firman," ucap Antoni ketika melihat sosok yang baru saja masuk kedalam ruangan.


Kayla hanya tersenyum kaku ketika melihat interaksi kedua orang itu.


" Hei paman apa kabar," ucap Antoni.


" Kabar paman baik nak, bagaimana denganmu." ucap Pria yang mungkin hampir seumuran dengan pak Mut itu.


" Apakah paman bertanya tentangku atau tentang putra paman," tanya Antoni balik.


" Ahh keduanya, tapi dimana dia apakah dia masih belum mau bertemu dengan ayahnya ini," ucap pria itu.


Kehadiran Kayla disana sempat terlupakan sesaat karena kedua orang yang sepertinya baru bertemu lagi setelah sekian lamanya.


" Eh paman apakah paman sudah berkenalan dengan istriku," ucap Antoni yang mengalihkan pembicaraan.


" Ohh halo nak," menyapa Kayla sambil tersenyum hangat.


" Halo tuan," ingin berdiri dan membungkuk hormat, namun secepat mungkin Antoni menahannya.


" Sudah kubilang kau tidak boleh banyak bergerak bukan," ucap Antoni menegur Kayla.


Kayla hanya tersenyum masam, dia tidak berani untuk berdebat dengan Antoni ketika ada orang lain disekitar mereka.


***


Setelah cukup lama mereka mengobrol Antoni memutuskan untuk membawa Kayla kembali kerumah.


" Baiklah hati-hati yah, paman juga akan pergi ke kota XXX sebentar lagi,"


Kayla hanya tersenyum, karena jangankan berpelukan seperti yang dilakukan oleh Antoni untuk sekedar berjabat tangan saja pria itu tidak akan mengizinkan.


" Paman kalau begitu kami pergi dulu," ucap Kayla ramah, sambil menundukkan kepalanya hormat.


***


Rasa penasaranpun merasuki Kayla, dia tidak tahan untuk bertanya kepada Antoni ketika mereka sudah berada didalam kamar mereka.


" Mas," ucap Kayla ragu.


" Hemm," sibuk mengelus perut Kayla.


" Siapa pria yang tadi kita temui," tanya Kayla memberanikan dirinya.


" Dia adalah dokter Firman," masih sibuk mencium perut Kayla.


" Aku tadi sudah mendengar kalau itu, yang aku tanyakan itu apa hubunganmu dengannya," tanya Kayla kesal.


" Sudah kubilang kau tidak boleh lagi marah-marah bukan, tidak baik untuk anak kita," malah mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Mas, kau lah yang membuatku kesal," mempautkan bibirnya.


" Baiklah maafkan aku yah, dia itu adalah pamanku. Dia adalah ayah dari sekertaris Kim," menghujani ciuman pada pipi Kayla.


" Ayah sekertaris Kim, jadi maksudmu putra yang tidak mau menemuinya itu adalah sekertaris Kim," Kayla kini berfikir sangat keras untuk mencerna semua perkataan suaminya.


" Sayang sejak kapan kau perduli dengan urasan orang lain," asik bermain dileher Kayla.


" Mas apa kau merahasiakan sesuatu kepadaku," tanya Kayla mengintimidasi karena sadar melihat tingkah aneh Antoni yang terus saja berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Hemm," Tidak menjawab dengan pasti dan malah memilih untuk memeluk Kayla erat dengan kepalanya yang masih bersembunyi dileher Kayla.


" Mas, apa kau ingin membuat anakmu kesal karena penasaran," ucap Kayla yang mengeluarkan senjata barunya lagi.


" Hemm," menggeleng pelan dileher Kayla.


" Mas ada apa sebenarnya," ucap Kayla.


Tapi lagi-lagi hanya mendapatkan gelengan dari Antoni.


Akhirnya Kayla tidak melanjutkan pembicaraan itu, karena sepertinya Antoni belum siap untuk menceritakannya kepada dirinya.


" Mas aku lapar," ucap Kayla pelan.


" Apakah anak papa sudah lapar lagi," mengelus perut Kayla lagi.


" Iya," memasang wajah imutnya.


" Baiklah kau ingin makan apa," tanya Antoni.


" Dia ingin makan masakanmu," memasang wajah yang membuat Antoni tidak akan bisa menolaknya.


" Tapi aku gak bisa masak sayang," ucap Antoni.


" Hemm biar nanti aku yang ngajari mas, yang penting mas yang buat,"


" Oke mas coba yah, tapi kamu cuma boleh duduk aja gak boleh ngelakuin hal yang lain," memperingatkan Kayla lagi.


" Iya oke aku janji," memasang dua jarinya tanda berjanji.


***


Antoni menuntun Kayla keluar dari kamar menuju kelift pribadi.


Semenjak usia kandungan Kayla semakin bertambah Antoni memutuskan untuk membuat sebuah lift dirumah mereka agar istrinya tidak kelelahan naik turun tangga lagi.


" tuan muda, nona muda apa yang bisa saya bantu," tanya bik Sum yang terkejut akan kedatangan kedua majikannya itu.


" Tidak perlu bik, bawa saja semua pelayan keluar dari dapur, karena mas Antoni akan memasak sekarang," ucap Kayla semangat.

__ADS_1


" Apa, tapi nona muda. Sebaiknya biar saya yang masakan saja, nona tinggal bilang saja ingin apa," ucap Bik Sum kaget.


" Tidak usah Sum, anakku ingin makan masakan papanya sekarang," kali ini Antonilah yang berbicara.


__ADS_2