Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Kedatangan tak terduga


__ADS_3

Setelah seharian bekerja akhirnya Kayla kembali kerumah.


Didalam kamarnya dia sedang merapikan pakaian-pakaian yang ada didalam lemari bajunya. Memilah mana baju yang sering ia gunakan dan yang


jarang bahkan tidak pernah ia gunakan.


Saat masih sibuk dengan urusannya tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Mas kau sudah pulang," sudah tau jika sudah pasti itu Antoni.


"Iya sayang aku sangat merindukanmu," mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya di bahu Kayla.


"Hemm tapi kita hanya berpisah beberapa jam saja mas," ucapnya masih terus memilah pakaian.


" Kita berpisah selama tujuh jam tiga puluh menit empat belas detik sayang," menghirup dalam aroma tubuh Kayla.


"Kau bahkan sampai menghitung detiknya," tersenyum tidak percaya.


" Hemm," hanya sibuk menghirup aroma Kayla.


"Mas lepaskan dulu, mandi sana setelah itu bersiap makan malam,"


" Ayo mandi bersama," ingin membawa Kayla kekamar mandi.


"Ahhh tidak aku baru saja selesai mandi, masak iya aku mandi dua kali," ucapnya menolak.


"Kalau begitu mandikan saja aku," memasang wajah imutnya lagi.


Ohhh Tuhan aku benar-benar tidak sanggup melihat raut wajah yang menggemaskan ini. Akan lebih baik wajah ini tanpa ekspresi saja. Gumam Kayla didalam hati.


" Mas aku masih memiliki pekerjaan kau mandilah sendiri yah,"


Dengan cepat Antoni menggeleng.


"Tidak aku maunya dimandikan memang kau sedang melakukan apa,"


"Aku merapikan pakaianku mas, terlalu banyak yang tidak digunakan jadi rencananya aku akan menyumbangkannya saja agar tidak memenuhi lemari,"


" Istriku ini memanglah sangat baik, tapi kau bisa menyuruh para pelayan bukan. Mereka digaji untuk itu,"


"Aku tidak ingin merepotkan yang lain mas, lagipula dari pada aku hanya duduk diam saja lebih baik aku mencari kegitan bukan,"


"Hem biklah lakukan apapun asalkan kau senang. Tapi pakaianmu jadi semakin sedikit nantinya, sepertinya aku harus menyuruh sekertaris Kim untuk membawakan pakaian model terbaru untukmu karena sepertinya semua pakaian itu sudah sedikit ketinggalan jaman," memperhatikan pakaian Kayla.


"Ahhh tidak mas kau tau aku ini hanyalah gadi biasa aku sudah nyaman dengan pakaianku saat ini. Lagipula aku rasa sekertaris Kim juga telah tidak terlalu mengerti tentang pakaian wanita," menolak tawaran Antoni.


"Baiklah kalau begitu aku akan menyuruh bik Sum untuk menemanimu belanja sendiri, aku akan menyuruh sekertaris Kim membuatkan janji disalah satu toko baju terbaik,"


"Bukan begitu mas, aku tidak memerlukan baju baru. Lagipula pakaianku masih sangat banyak sekali,"


"Hemm baiklah terserah kau saja, tapi jika kau ingin pergi berbelanja katakan saja kepadaku,"


Kayla hanya mengangguk.

__ADS_1


Antoni duduk disofa menunggu Kayla yang masih sibuk merapikan lemarinya.


"Sayang apakah masih lama aku bantu yah, aku ingin manda badanku sudah sangat lengket," ucapnya mengeluh.


"Mas sebentar lagi selesai, tapi sebaiknya kau pergilah mandi lebih dulu ini sudah hampir malam tidak baik mandi terlalu malam,"


"Tidak mau aku mau dimandikan, aku tidak bisa menggosok punggungku sendiri sayang," rengelnya lagi.


Lalu kemarin-kemarin bagaimana caramu mandi. Bergumam didalam hati sambil menutup lemarinya.


"Kau sudah selesai ayo," langsung berdiri antusias ketika melihat Kayla sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Aku akan menyiapkan air hangatnya lebih dulu," Kayla langsung masuk kekamar mandi dengan disusul Antoni dibelakangnya.


Antoni melepaskan pakaiannya kemudian berjalan mendekat kearah Kayla yangasih mengisi air hangat di bathtub.


"Sayang," memeluk Kayla dari belakang tanpa menggunakan pakaian.


"sebentar lagi airnya siap tunggu sebentar yah," tidak sadar jika Antoni memeluknya tanpa pakaian.


"Mas airnya sudah siap, ayo masuklah,"


Antoni melepaskan pelukannya kemudian masuk kedalam bathtub.


"Mas kenapa kau tidak memakai bajumu seperti itu," menutup matanya.


"Aku ingin mandi tentu saja harus melepas bajuku, lagipula bukankah kau sudah sering melihatnya, jadi untuk apa malu seperti itu," ucapnya santai tanpa dosa.


Aku masih belum bisa terbiasa dengan tubuhmu itu tau, lagipula kau senang sekali yah memperlihatkan tubuh berototmu itu kepadaku. Ucapnya pelan sambil menuangkan sabun kedalam bak mandi.


"Tidak mas aku sudah mandi tadi," sambil terus menggosok punggung Antoni.


***


Niat Kayla untuk tidak ikut mandi gagal total, pasalnya Antoni sengaja menyiramnya dengan air dan membuatnya basah. Sehingga terpaksa dia harus mandi dua kali.


Sambil mandi pun sempat-sempatnya Antoni melakukan serangan kepada Kayla.


Kayla memakaikan baju kepada bayi besarnya itu, sedangkan Antoni sibuk memainkan rambutnya yang masih basah itu sambil mengeringkannya dengan pengering rambut.


"Sayang mulai sekarang kita harus mandi bersama terus," ucapnya sambil masih fokus menyisir rambut istrinya.


Tidak mau, bisa-bisa yang ada kau akan terus menyerangku saja. Yang harusnya mandi hanya membutuhkan waktu beberapa menit menjadi beberapa jam. Menolak dengan jelas namun hanya berbicara didalam hati.


"Tapi mas," ingin menolak tapi Antoni memotong ucapannya.


" Jika mandi bersama akan menghemat waktu dan juga akan lebih bersih sayang," ucapnya berbisik.


Apanya yang menghemat waktu yang ada aku menggil dibuatnya. Gerutu Kayla didalam hati.


" Sayang rambutmu bagus sekali, sangat lebat dan hitam aku sangat menyukainya," mulai mengalihkan pembicaraan dengan mengarah kepada rambut Antoni yang sedang disisirnya.


" Itu milikmu juga sayang, semuanya milikmu bukan hanya rambut tapi seluruh tubuhku hanya milikmu seorang," kembali mencium leher Kayla.

__ADS_1


Pria ini sangat suka yah sepertinya dengan leherku, sepanjang waktu dia terus menenggelamkan wajahnya disana.


" Paman es bibik Kayla kalian dimana, nenek muda dan juga nenek buyut sudah menunggu dibawah," tiba-tiba saja terdengar suara Clara masuk kedalam kamar.


" Mama sama nenek kesini mas," Kayla menatap Antoni yang terlihat tak kalah bingungnya dengan dirinya.


"Aku juga tidak tahu sayang, tidak ada pemberitahuan dari sekertaris Kim," ucapnya bingung.


" Kalau begitu ayo kita keluar sekarang," mengajak Antoni keluar dari ruang ganti.


***


Kayla bersama dengan Clara dan juga Antoni sudah turun kebawah danelihat dua sosok wanita yang tidak asing.


" kalian kemari kenapa tidak ada pemberitahuan lebih dulu," ucap Antoni yang duduk disofa kemudian disusul Kayla dan juga Clara yang duduk disofa dekat Antoni.


" Antoni kenapa kau menyembunyikan masalah ini dari nenek," ucapnya dengan tatapan penuh pertanyaan dan kekesalan.


Antoni menatap Kayla, mengisyaratkan untuk membawa Clara pergi dulu.


Kayla yang mengerti segera mengajak Clara kekamarnya.


" Apakah ini masalah kakak," ucapnya ketika memastikan Clara sudah masuk kedalam kamarnya bersama dengan Kayla.


" Apa lagi, katakan kenapa masalah sebesar ini dirahasiakan dari kami," ucapnya kesal.


" Ini adalah permintaan dari cucukmu itu nek, aku hanya mengikutinya saja," ucap Antoni lagi.


"Apakah kalian berfikir sudah tidak membutuhkan orang tua lagi sehingga tidak memberitahuku masalah ini,"


"Bukan begitu nek, Kami hanya tidak ingin membuat nenek khawatir,"


"Aku lebih khawatir sekarang Antoni, kakakmu adalah seorang wanita dan dia sekarang entah pergi kemana seorang diri dan meninggalkan putrinya sendiri,"


" Maafkan kami nek, Antoni tau Antoni telah melakukan kesalahan," ucapnya bersalah.


"Nenek sangat tidak percaya ini Antoni," menarik nafas dalam kemudian membuangnya kasar.


"Ibu tenanglah dulu, bagaimana jika penyakit ibu kambuh," berusaha menenangkan ibu mertuanya.


Antoni hanya menatap kearah dua orang itu.


"Dari mana nenek tau berita ini," tanya Antoni lagi.


"Maaf Antoni mama yang memberitahu nenekmu tentang masalah ini karena mama fikir nenekmu perlu tau," ucap wanita itu.


Saat Antoni ingin berbicara Kayla datang dan menepuk bahunya, menenangkan suaminya yang sepertinya mulai terpancing emosinya kedapa wanita itu.


"Mas tenangkan dirimu, jangan terbawa emosi ini memang adalah kesalahan kita karena telah menyembunyikan masalah ini dari nenek dan ibu," duduk didekat Antoni.


Akhirnya Antoni bisa menhan dirinya dan kembali mentap neneknya.


"Maafkan Antoni nek, tapi Kak Reynata pasti akan segera kembali lagi biarkan dia memenangkan dirinya lebih dulu sekarang. Kau tidak perlu khawatir karena aku selalu mengawasinya,"

__ADS_1


"Baiklah nenek percaya, tapi nenek akan membawa Clara ikut dengan nenek," ucapanya lagi.


" Tapi apakah Clara tidak bisa tetap bersama kami saja nek," Ucap Kayla yang jelas sekali terlihat sangat sedih.


__ADS_2