
" Mas berhentilah mencari gara-gara dengan putraku," teriak Kayla dari kamar mandi ketika mendengar suara tangis anaknya lagi.
" Bukan aku sayang," Tidak mau disalahkan.
Kayla hanya memutar bola matanya kesal karena lagi-lagi Antoni membuat anaknya itu menangis.
" Kenapa lagi sekarang, kenapa kau tidak bisa membuatnya tidak menangis sebentar saja mas," ucap Kayla kesal sambil menggendong putranya.
" Sudah aku bilang bukan, aku tidak melakukan apapun, Faris menangis sendiri tanpa sebab," membela dirinya.
Saat Kayla ingin menjawab lagi, Antoni sudah berjalan keluar kamar dengan menghentakkan kakinya kesal seperti seorang anak kecil.
" Lihatlah nak, dia adalah ayahmu. Apa ibu salah memilihkan ayah untukmu," gumam Kayla kesal melihat tingkah laku Antoni yang ngambek itu.
Belakangan sifat Antoni semakin menjadi, dia seperti seorang anak kecil yang tidak terima ibunya diambil oleh orang lain. Ibunya itu sudah pasti adalah Kayla, gadis itu seperti diperebutkan antara suami dan juga putranya. Mereka berdua sama sekali tidak pernah bisa akur walaupun semenit saja.
***
" Sekertaris Kim, apa kau mencari mas Antoni," tanya Kayla begitu melihat sekertaris Kim.
" Iya nona muda," mengangguk hormat.
" Sepertinya tadi dia pergi kekolam belakang. Tapi hati-hati moodnya sedang jelek sekarang," memperingatkan sekertaris Kim tentang suasana hati Antoni.
Apa lagi yang terjadi sekarang, aku bahkan sudah mulai terbiasa dengan pertengkarann kedua manusia yang dimabuk cinta ini. Fikir sekertaris Kim sambil berjalan ke tempat dimana Antoni berada.
" Tuan muda," memberikan sebuah handuk kepada Antoni yang baru saja naik dari kolam renang.
" Ada apa kau datang pagi-pagi begini Kim," tanya Antoni dingin.
Benar dugaanku, tuan muda sekarang sedang berada di fase cemburu tingkat dewanya. Kalau begini pasti tidak akan ada gunanya aku mengatakan tentang pekerjaan, karena tuan muda pasti hanya bisa memikirkan cara agar apa yang dia inginkan terwujud. Yang lain mah tidak penting. Ucap sekertaris Kim dalam hati, sebelum membalas ucapan Antoni.
" Tuan muda nyonya nenek Minggu ini akan kembali kenagara XX bersama dengan nona Viona," ucap sekertaris Kim, menyampaikan tuajuannya mencari Antoni.
" Hemm kau urus saja semuanya," Seolah tidak perduli dengan apa yang barusan dikatakan oleh sekertaris Kim.
__ADS_1
Lihat, dia bahkan tidak menyadari jika aku menyebut nama nona Viona tadi. Gumam sekertaris Kim lagi.
" Tunggu Kim, maksudmu Viona putri dari wanita itu," tanya Antoni yang baru sadar jika ada nama seorang gadis yang paling dia benci disebutkan oleh sekertarisnya.
" Benar tuan muda, nyonya nenek akan membawa kembali nona Viona kenegara ini. Karena permohonan dari nyonya muda," jelasnya lagi.
" Aku tidak perduli apakah wanita ular itu akan kembali atau tidak, tapi aku tidak akan tinggal diam jika dia mengganggu keluargaku terutama istri dan juga putraku," ucapanya penuh dengan penekanan.
Ucapan yang penuh intonasi itu seakan menjadi sebuah peringatan kepada sekertaris Kim untuk waspada kepada wanita yang bernama Viona itu.
" Baik tuan muda," mengangguk tanda mengerti.
" Tapi tuan muda, bagaimana jika nona muda tidak sengaja bertemu dengan nona Viona," tanya sekertaris Kim lagi.
" Jangan sampai itu terjadi Kim, kau tau sendirikan bagaimana Kayla. Dia pasti akan dengan sangat mudah terpengaruh oleh wanita licik itu," mengingat betapa baik dan polosnya istrinya itu.
" Kalau begitu saya akan memperketat pengawasan untuk nona muda dan juga tuan muda junior," Sudah faham betul apa yang diinginkan oleh tuannya.
Setelah sekertaris Kim pergi, Antoni hanya berdiri sambil menatap tajam kedepan.
Kayla memperhatikan Antoni yang tidak kunjung bergerak dari posisinya.
" Ada apa dengannya, apa dia marah lagi," melihat Antoni dari kejauhan.
***
" Wahh apakah ini foto mas Antoni," tanya Kayla sekali lagi ketika melihat foto seorang pria kecil yang tersenyum sambil memegang setumpuk buku.
" Benar kakak ipar, aku baru mendapatkan foto ini lagi setelah sekian lama mencarinya. Kau tau sejak kecil kak Antoni itu adalah orang yang kaku, anak lain akan sibuk dengan mainannya sedangkan dia hanya akan sibuk dengan buku-bukunya itu," jelas Tina setelah puas terbahak-bahak.
" Ehh tapi jika diperhatikan wajah Faris kita sangat mirip dengan wajah ayahnya yah," ucap kakak Antoni.
Hari ini Kayla kembali bertemu dengan kedua saudari iparnya, mereka sibuk berbincang disebuah kafe terkenal yang kini telah di booking penuh oleh mereka.
" Ehh siapa ini," menunjukkan sebuah foto.
__ADS_1
" Ahh dia adalah ibu kandung kak Antoni dan juga kak Rey," jawab Tina sambil menatap kearah Reynata yang kini terlihat murung.
" Maksudnya, bukankah ibu mertua itu..," Kayla mencerna kembali semua fakta yang kini berputar diotaknya.
Ada ribuan pertanyaan yang terlintas dibenak Kayla sekarang ini.
" Ehh Kayla bukankah sudah saatnya kau pergi menemui Antoni, kau taukan dia orang yang paling tidak suka menunggu," Ucap Reynata mengalihkan pembicaraan.
" Ahh benar kakak ipar, kau pergi saja biar Faris kami yang menjaganya," ucap Tina yang kini baru sadar jika dia sudah membuat suana terasa sangat canggung sekarang.
" Ahh baiklah aku titip Faris yah, jika dia rewel segera kabari aku," pergi dari sana meninggalkan anaknya bersama kedua saudari iparnya itu.
***
Kayla memasuki kantor Antoni dengan setengah berlari, dan bukan hal yang aneh lagi jika semua orang yang berjumpa dengan Kayla segera membungkuk hormat. Karena siapa lagi dibelahan dunia ini yang tidak mengenal sosok Kayla, istri sah sekaligus wanita yang dicintai oleh seorang Antoni Wijaya.
" Mas," membuka pintu ruangan Antoni.
" Kau terlambat lima belas menit sayang," ucap Antoni yang kini menatap Kayla dari sebuah sofa.
" Itu hanya lima belas menit bukan mas, aku janji tidak akan mengulanginya lagi," cengengesan dan duduk disamping Antoni.
" Kau selalu mengatakan itu, bahkan waktu terlambatmu itu semakin bertambah setiap saatnya. Awalnya hanya satu detik dan sekarang merambat menjadi lima belas menit. Kau pasti akan mengatakan kata-kata yang sama meski itu lima belas menit atau satu setengah jam lamanya," gerutu Antoni tanpa jeda.
" Mas bukankah kau mengajakku kemari untuk makan siang, lalu dimana makanannya sekarang," sengaja mengalihkan pembicaraan.
" Kim segera siapkan makanan untuk nona muda yang satu ini," ucap Antoni ketika sambungan telfon sudah terhubung kepada sekertarisnya.
" Nona yang satu ini, memangnya ada berapa banyak nona yang kau miliki tuan muda," ucap Kayla mengejek Antoni.
" Tidak banyak, mungkin hanya sekitar sepuluh sampai dua puluh orang yang diganti setiap harinya," menjawab Kayla dengan nada tengilnya.
" Ohh jadi kau berani, apa kau ingin aku masukkan kedalam got dan aku mutilasi kau dulu sebelum itu," mencubit pinggang Antoni kesal.
" Awuhhh sakit sayang, baiklah-baiklah hanya akan ada kau saja oke. Nona Kayla Wijaya," mencium pipi Kayla sebentar.
__ADS_1