Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Tenang


__ADS_3

Sudah tiga hari ini Kayla tidak mau bicara kepada Antoni, sedangkan pria itu juga sama masih memilih untuk bungkam. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan lebih dulu bahkan saat mereka berada didalam satu ruangan yang sama.


Bak dua orang asing yang saling tidak mengenal, hanya itulah ungkapan yang paling cocok untuk sepasang kekasih ini.


" Ohh ayolah Kayla sampai kapan kalian akan bertengkar seprti anak-anak seperti ini," ucap seseorang disebrang telfon.


" Ntahlah, dia sendirilah yang memicu pertengkaran ini. Bahkan sepertinya tidak ada niatan untuk meminta maaf sedikitpun darinya," lirih Kayla.


Kayla lagi-lagi menelfon teman baiknya itu, dia selalu menghubungi temannya itu jika memiliki masalah seperti ini dan menceritakan semuanya.


" Cobalah meminta maaf lebih dulu, bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kau percaya kepada suamimu itu. Jadi kau juga harus percaya jika dia pasti memiliki alasan untuk melakukan hal itu,"


" Hemm, ada sesuatu yang ingin aku pastikan dulu. Kau mau membantuku bukan," suaranya pelan namun terkesan dalam.


" Baiklah katakan aku pasti akan membantumu sebisaku,"


***


Antoni sedang menyelesaikan beberapa tugas kantor yang belum sempat dia selesaikan, sesekali dia melirik Kayla yang kini tengah sibuk menonton tv sambil bermain dengan putranya. Biasanya jika saat seperti itu Antoni juga akan ada disana, menghabiskan waktu bersama dengan keluarga kecilnya itu. Tapi kini dia sadar betul jika dia berbicara kepada Kayla maka pasti gadis itu akan menayakan semua kebenaran yang ada.


" Aku harus mengumpulkan semua bukti, barulah setelah itu aku akan menjelaskannya kepadamu sayang," lirih Antoni pelan sambil menatap kearah Kayla.


Angin malam serasa menembus kulit seorang gadis yang kini tengah berdiri di balkon kamarnya. Sesekali rambutnya yang bertebaran terkena angin malam dan mengenai wajah cantiknya.


" Ibu, ayah apa kabar kalian disana, kalian pasti sudah bersama disana dan hidup bahagia bukan. Aku juga sudah bahagia disini, aku memiliki seorang suami dan juga seorang putra yang sangat mencintaiku. Semua orang menyayangi dan juga menghormatiku disini, tapi sekarang aku benar-benar membutuhkan kalian, aku ingin kalian memberitahu apa yang harus kulakukan sekarang," bergumam pelan sambil terus menatap langit malam yang bertabur bintang.


" Aku sudah tidak tahan lagi, maafkan aku," gumam seseoarang di balik punggung Kayla.


tiba-tiba sepasang tangan kekar memeluk pinggang Kayla erat.


Antoni menenggelamkan wajahnya diceruk leher Kayla sambil tangannya masih melingkar di pinggang istrinya itu.


Hanya ada keheningan, dan juga suara malam yang menenangkan. Kini sepasang kekasih itu tengah terlarut dalam perasaan masing-masing. Ada sebuah kerinduan besar yang tersembunyi pada sekelebat angin malam yang berhembus.

__ADS_1


" Mas," lirih Kayla pelan ketika merasakan pundaknya terasa panas dan juga basah.


" Maafkan aku, tolong biarkan seperti ini sebentar saja. Aku sangat merindukanmu," lirih Antoni yang tetap masih menenggelamkan wajahnya diceruk leher Kayla.


Kini kembali tercipta keheningan diantara keduanya, membiarkan suasana seperti ini mencairkan kerinduan yang ada.


Hingga pada suatu titik Kayla membalikkan tubuhnya dan menangkap wajah Antoni dengan kedua tangannya, memaksa wajah yang terus menunduk itu untuk menatap wajahnya.


" Mas lihat aku, aku juga sangat merindukanmu. Maafkan aku karena aku sudah bersikap egois beberapa hari ini, seharusnya aku bersabar dan tetap percaya kepadamu seharusnya aku bisa menunggumu siap untuk menceritakan semuanya kepadaku," lirih Kayla.


" Tidak ini adalah salahku, maafkan aku karena masih tidak bisa menceritakan semuanya kepadamu tapi kumohon percayalah kepadaku,"


Antoni langsung ******* bibir Kayla penuh cinta. Malam itu runtuhlah semua pertahanan mereka, tidak dapat lagi membendung sebuah kerinduan yang tercipta dilubuk hati. Malam ini menjadi malam yang sangat panjang untuk kedua insan ciptaan sang maha kuasa itu.


***


Perlahan Kayla membuka matanya, tubuhnya terasa sangat lelah karena Antoni terus menggempurnya hingga dini hari.


Pagi ini ada semburat senyum diwajah Kayla ketika mendapati wajah lelap suaminya, yang terlihat sangat manis dimatanya.


"Emhh kau sudah bangun," lirih Antoni pelan, mungkin terasa terganggu dengan pergerakan Kayla.


" Hemm aku akan melihat Faris sebentar, kau tidurlah lagi kau pasti masih sangat lelah bukan,"


" Emhh tidak bisakah kau membiarkanku memelukmu seharian ini, aku merindukanmu sangat merindukanmu," menarik Kayla kembali kedalam pelukannya.


" Emhh tidak bisa mas, kau ingatkan jika hari ini aku harus pergi ketokoku untuk mempersiapkan pembukaan cabang baru Minggu depan," menghindar dari ciuman Antoni yang sepertinya ingin melanjutkan aktivitasnya semalam.


" Apa perlu aku menemanimu," menatap Kayla serius.


" Tidak perlu, aku hanya sebentar saja. Hari ini kau kekantor kan kalau begitu kau bawa Faris bersamamu yah, sepertinya juga para karyawan kantor suka bermain dengannya,"


" Emhh baiklah, aku akan membawanya bersamaku. Kau bersenang-senang lah hari ini, aku akan memberikanmu libur hari ini,"

__ADS_1


" Ouhh terimakasih kau memang suami yang terbaik," mengecup bibir Antoni sekilas.


" Tapi sebelum itu berikan dulu aku jatah pagiku, sudah lama sekali aku tidak mendapatkan jatah pagiku ini," tangannya sudah meremas sesuatu dibalik selimut.


" Mas kau sama saja seperti Faris, bahkan dia tidak semanja ini emhhh," merasa geli ketika Antoni mulai meminum s*su jatah paginya.


Setelah tiga jam lamanya akhirnya selesai juga kegiatan laknat Antoni itu.


" Mas diamlah kenapa kau terus saja menempel seperti ini," ucap Kayla yang merasa risih ketika Antoni masih saja terus menggerayangi tubuhnya didalam kamar mandi.


" Aku rindu kepadamu sayang, lagi pula aku suka karena ini semakin besar saja sekarang," tangannya mulai nakal lagi.


" Emhh.. mas sudah,"


Butuh waktu satu jam lamanya ketika Kayla mandi bersama dengan suami mesumnya itu.


"Mas aku berangkat yah, semua kebutuhan Faris sudah aku siapkan ditasnya," ucap Kayla yang sudah ingin pergi.


" Iya sayang tenang saja, lagi pula ini bukan pertama kalinya Faris ikut denganku kekantor bukan,"


" Faris sayang mama jalan yah, nanti mama jemput pas jam makan siang oke," mengecup pipi Faris beberapa kali.


" Emhhh cuman Faris aja yang dicium suaminya nggak nih," lihat kan masih aja gak mau ngalah sama anaknya.


" Baiklah sini, emuachhh.. aku jalan yah suamiku sayang,"


Hati Antoni terasa hangat ketika mendengar panggilan manis dipagi hari itu. Dia juga merasa lega karena pertengkaran mereka akhirnya selesai juga dan Kayla kembali lagi seperti dulu.


***


Bukannya pergi ketokonya, Kayla justru pergi kesuatu tempat, disana dia sudah membuat janji dengan seseorang yang akan membuat semuanya menjadi jelas.


" Hai," ucap seorang gadis menyapa Kayla.

__ADS_1


" Kau sudah lama disini," tanya Kayla ramah.


" Tidak, tapi mari langsung saja pada intinya,"


__ADS_2