Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Makan malam dikamar


__ADS_3

Didalam kamar Kayla masih melihat Antoni berbaring dengan selimutnya.


Dasar keras kepala. Gumam Kayla dama hati sambil meletakkan nampan itu dimeja.


Kayla berjalan mendekati Antoni dan mencoba memanggil suaminya.


" Mas apa kau sudah tidur," tanya Kayla lembut.


Tidak ada jawaban dari Antoni, pertanda jika pria itu sudah terlelap.


Kayla memperbaiki posisi tidur Antoni , dia juga mengganti pakaian suaminya dan membetulkan selimut yang menutupi tubuh Antoni.


Kayla tidak membangunkan pria itu karena tau jika suaminya pasti sangat lelah sekarang ini.


Setelah semua selesai Kayla ikut berbaring disamping Antoni, dia masuk kedalam dekapan hangat suaminya dan ikut tertidur juga.


Kini waktu telah berjalan tengah malam, perlahan Antoni membuka matanya dan melihat Kayla yang tertidur sambil memeluknya erat.


Ohh aku lapar sekali. Gumam Antoni dalam hati.


Antoni bergerak kesana kemari hingga Kayla juga ikut terbangun.


" Ada apa mas, apa kau lapar," tanya Kayla dengan suara serak khas bangun tidur.


" Apa aku membangunkanmu, tidurlah lagi jangan perdulikan aku," bangun dari tempat tidur.


Bukannya tidur kembali Kayla justru ikut terduduk dan berjalan kearah sofa.


" Kemarilah aku tau kau sangat lapar bukan sekarang," memanggil Antoni yang baru keluar dari kamar mandi.


Antoni berjalan kearah Kayla dan duduk disamping istrinya.


" Ini sudah dingin, aku akan turun dan menghangatkannya dulu, kau tunggu disini yah," ingin berdiri dan membawa nampan makanan itu.


" Tidak perlu, begini saja masih bisa dimakan," mulai memakan makanannya,"


" Tapi kaukan paling tidak suka dengan makanan dingin, tunggu saja disini hanya sebentar saja kok,"


" Apa kau sudah makan malam," tanya Antoni tiba-tiba.


" Bagaimana mungkin aku makan tanpa dirimu," jawab Kayla cepat.


" Jadi," ucapannya terpotong.


" Sudah mas, berhentilah memikirkan hal-hal aneh lagi mengerti," menuangkan segelas air untuk Antoni.


Apa aku melakukan kesalahan lagi sekarang, kenapa selalu berakhir dengan aku yang bersalah. Fikir Antoni.


" Kau serius bisa memakan makanan dingin itu, jika dipanaskan itu hanya memerlukan waktu lima menit saja," tanya Kayla sekali lagi karena melihat Antoni yang sepertinya tidak menikmati makanannya.

__ADS_1


" Makanan yang dipanaskan justru lebih tidak baik lagi bagi kesehatan sayang,"


" Kalau begitu aku akan membuatkanmu sesuatu yang baru," Ingin pergi lagi.


" Sudah tidak perlu, biar aku makan ini saja," menarik tangan Kayla.


Akhirnya Kayla hanya menuruti Antoni dan memandang suaminya yang makan itu dengan sangat serius.


" Ini kau juga makanlah, kau pasti juga lapar bukan," menyuapi Kayla.


" Tidak mas, aku punya makanan sendiri," menunjuk sepiring porsi makanan lainnya.


Akhirnya Kayla dan Antoni menikmati makan malam mereka dikamar hanya berdua saja, sedangkan putra mereka masih terlelap.


" Kau tidurlah lagi mas, ini sudah sangat larut, besok bukannya kau harus kembali kekantor lagi," menenangkan anaknya yang terbangun.


" Tapi bukannya kau juga butuh tidur, kau pasti lelah bukan," tanya Antoni ragu.


" Tidak apa, aku akan tidur setelah anak kita tidur. Kau tidur saja dulu, atau kau tidak bisa tidur karena suara tangisannya, maka aku akan pergi kekamar sebelah dan menidurkan dia disana saja yah,"


" Tidak perlu, aku sama sekali tidak terganggu sayang. Aku hanya menghawatirkan dirimu, bagaimana jika kau sakit nantinya,"


" Tidak akan mas, kau tidurlah yah, sebentar lagi dia juga pasti tidur lagi," terus menggendong bayinya berusaha menidurkannya kembali.


Bukannya menurut kepada Kayla dan kembali tidur, Antoni justru terus memperhatikan Kayla yang mondar mandir kesana kemari sambil menggendong putranya.


Dalam hatinya ada rasa kasian dan juga bangga, ada juga rasa bersalah karena Antoni merasa dia tidak bisa membantu istrinya dengan baik.


" Sayang tidurlah yah, mama juga butuh tidur sayang," meletakkan anaknya dikasur didekat Antoni yang kini terlelap. Mungkin Antoni tanpa sadar tertidur ketika terus memperhatikan Kayla.


Hingga pagi hari menjelangpun Antoni perlahan membuka matanya dan mendapati Kayla yang tertidur dalam posisi duduk, kepala Kayla berada dikasur dan tangannya berada diperut anaknya yang masih tertidur didekat Antoni.


Dengan cepat Antoni memperbaiki posisi tidur Kayla, dan menyelimuti tubuh istrinya yang terlihat jelas sekali diwajahnya jika dia sangatlah kelelahan.


Belum sempat Antoni pergi, Kayla sudah membuka matanya.


" Mas kau sudah bangun," duduk sambil mengucek matanya.


" Kau tidur pukul berapa semalam sayang," tanya Antoni.


" Emhh entahlah sepertinya pukul lima," menyelimuti anaknya.


" Maaf karena aku tidak bisa membantu apa-apa," kecewa terhadap dirinya sendiri.


" Tidak apa mas, sekarang pergilah mandi yah. Aku akan menyiapkan pakaianmu dulu," masuk keruang ganti.


Belum sempat Antoni menolaknya Kayla sudah menghilang dibalik pintu ruang ganti itu.


Antoni tersenyum kemudian masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Saat ini Kayla sedang memakaikan dasi untuk suaminya seperti sebelum sebelumnya.


" Mas hari ini aku menyiapkan dasi yang berwarna cerah untukmu," sambil memakaikan dasi dileher Antoni.


" Seharusnya kau tidak perlu repot seperti ini, kau pasti sangat lelah bukan,"


" Tidak aku sangat suka melakukan semua ini," mengecup pipi Antoni sekilas.


Saat Antoni ingin mencium Kayla, si bayi tiba-tiba saja bangun. ( Author bingung nama anaknya siapa).


" ehh anak mama sudah bangun toh," menggendong putranya.


Dengan rasa kecewa Antoni mencium anaknya yang baru bangun itu.


" Selamat pagi jagoan," ucap Antoni semangat.


Sangat mudah bagi Antoni untuk membuat sang putra tersenyum.


" Lihat dia selalu tersenyum jika melihat wajahmu mas," memperhatikan putranya.


" Kau mandilah dulu biar aku yang menjaganya," mengambil alih putranya dari gendongan Kayla.


" Baiklah tapi ingat jangan sampai membuatnya menangis mengerti," ucap Kayla sebelum meninggalkan kedua orang itu.


Antoni terus saja mengajak anaknya berbicara.


" Sayang mama itu hanya milik papa kau mengerti, jadi kau tidak boleh mengambilnya dari papa," ucap Antoni mencium pipi putranya.


Seakan tidak terima bayi itu langsung menangis begitu keras, hingga membuat Antoni panik sendiri.


" Ehh kenapa kau menangis sayang," menggendong putranya.


Mendengar suara tangisan Kayla segera keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.


" Mas ada apa kenapa dia menangis sangat kencang seperti itu," tanya Kayla khawatir.


" Aku tidak tau, tadi aku hanya mengajaknya berbicara dan dia langsung menangis seperti itu,"


Dengan cepat Kayla mengambil putranya dan berusaha menenangkannya.


Setelah menenangkan putranya yang kini kembali tidur lagi. Kayla menatap Antoni bingung.


" Ada apa kenapa kau menatapku seperti itu," memperhatikan tatapan tidak biasa Antoni.


" Apa kau sengaja ingin menggodaku pagi-pagi begini," memeluk Kayla.


" Menjauhlah dariku, kau itu sangatlah mesum. Bagaimana mungkin aku mau menggodamu, aku hanya panik ketika mendengar suara tangisan dari putraku," melepaskan pelukan Antoni.


Dengan segera Kayla berlari kedalam ruang ganti dan menutup pintunya rapat.

__ADS_1


" Ahh gagal lagi," gumam Antoni pelan.


__ADS_2