Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Larangan Antoni (part 1)


__ADS_3

Pagi ini Kayla sudah merasa jauh lebih baik. Hubungannya dengan Antoni juga sudah cukup baik. Ya meskipun masih belum ada kepastian yang jelas dari hubungan mereka ini.


Tapi Kayla tidak mengambil pusing, membiarkannya mengalir dengan sendirinya.


Kayla sudah mau berangkat menuju ketoko rotinya, Dia berjalan kaki menuju halte bis.


Saat ini Kayla sudah berada didalam bis. Dia berdiri karena memang tidak mendapatkan tempat duduk, memang kondisi bis saat ini sedang padat-padatnya.


Saat bis berhenti di halte berikutnya, mata Kayla terbuka lebar mulutnya juga terbuka. Terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Terlihat seorang pria dengan berstelan jas rapi menaiki bis tersebut, setelah orang itu masuk dibelakangnya disusul lagi seorang pria yang bersetelan sama dengan pria itu.


Semua mata tertuju kepada dua pria itu.


"Wah ganteng banget, dia artis ya," para gadis sibuk berbisik-bisik.


"Eh bukannya itu tuan Antoni kan," ucap salah satu penumpang.


"Eh benarkah, apakah dia pemilik perusahaan paling terkenal itu," temannya menyambung.


________________


Readers:Thor kenapa nama perusahaan nya gak disebutin aja sih, kan jadi sedikit bingung.


Author: Sorry readers author itu punya penyakit lupa tingkat akut. Author aja kadang masih lupa siapa nama kepanjangan dari para tokoh, makanya kalau salah-salah author mohon maaf yak. Author lupa nama perusahaannya Antoni itu apa, yang author ingat cuma perusahaan paling besar itu ajalah ya. Pokoknya Antoni itu salah satu orang terkaya lah.


_____________________


"Mas," Kayla sangat terkejut melihat sosok pria yang sudah menjadi suaminya ini, berada didalam bis.


Apa lagi yang kau rencanakan hah, seorang Antoni menaiki angkutan umum itu adalah hal paling gila yang aku saksikan secara langsung.


Antoni menatap Kayla dengan tatapan yang tidak bisa terbaca. Dia mendekati gadis yang sedang berdiri mematung menatapnya.


"Mas, kau ngapain disini," Kayla sedikit berbisik agar tidak merebut perhatian banyak orang lagi.


"Tentu saja, aku ingin melihat dan merasakan secara langsung kendaraan yang biasanya digunakan oleh istriku ini," sambil tersenyum manis kepada Kayla.


Apa kau tidak tau betapa menderitanya menaiki bis ini. Baiklah terserah kau saja aku tidak perduli.


Saat bis sudah mulai berjalan kembali Antoni terjungkal, dia hampir terjatuh jika Kayla tidak menahan tubuhnya dengan cepat.


"Apa kau tidak papa, pegangan lah jika kau tidak ingin jatuh," menyuruhnya berpegangan kepada tempat pegangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


Namun bukannya berpegang pada tempat pegangan itu, Antoni lebih memilih merangkul pinggang istrinya dan berbisik.


"Aku akan memegang mu agar kau tidak terjatuh, kau tenang saja aku akan melindungimu," berbisik ditelinga Kayla.


Bukannya melindungiku kau malah membuatku semakin susuah, akulah yang harus menanggung beban tubuhmu itu tau, apakah kau fikirntubuh ini kecil dan ringan. Kau sudah seperti teraktor saja tau, sangat berisik dan besar.


Terlihat beberapa orang terlihat menertawakan Antoni.


Sekertaris Kim yang melihat itu langsung berubah menjadi seperti harimau uang kelaparan, yang siap menerkam mangsanya kapan saja.


"Kenapa kau menaiki kendaraan seperti ini, sangat panas disini. Apakah kendaraan ini tidak memiliki pendingin udara," tanyanya kepada Kayla.


Hei tuan muda kau fikir ini mobil mewahmu itu apa, ini adalah bis.


Antoni melihat sekitarnya.


"Kenapa kau berdiri, dan orang-orang itu duduk dikursi,"


"Mereka mendapatkan tempat duduk jadi tentu saja mereka akan duduk," jawabnya sekenanya.


"Cih, mereka berani sekali, mereka tidak memberikan istriku tempat duduk. Aku pasti akan memberikan mereka semua pelajaran nanti," ucapnya kesal.


"Jangan coba-coba lakukan itu, kau ingin membuatku malu ya," Kayla mengoceh kecil.


Otomatis semua orang yang berada di bis itu semuanya melihat kearah mereka berdua.


Kayla tersenyum, berusaha menunjukkan ekspresi semanis mungkin dan meminta maaf kepada semua orang yang ada disitu. Dia menutup mulut Antoni agar pria itu tidak banyak bicara.


Antoni melepaskan tangan Kayla, kemudian berbicara lagi.


"Apa kaki mu pegal," bertanya sambil melihat kaki Kayla.


Tentu saja kakiku sangatlah keram sekarang, ini semua karena tubuhmu yang besar itu tau. Kenapa kau tidak melepaskan tanganmu itu saja sih dipinggangku alih-alih bertanya apakah aku pegal. Kayla tidak merespon dan hanya mengoceh didalam hati, sambil tetap tersenyum manis.


"Hei kau berdiri, istriku ingin duduk," ucapnya seenaknya kepada seorang pria yang duduk didekat mereka.


Kayla membulatkan matanya, dia kembali tersenyum manis. Walaupun kedongkolannya sudah mencapai titik maksimum.


"Tidak tuan, duduk saja aku baik-baik saja," ucapnya.


"Kenapa kau membelanya hah, dan apa-apaan senyummu itu hah," mulai marah lagi.


pria ini maunya apa sih.

__ADS_1


Karena Kayla tidak tahan lagi dia segera berjalan turun dari bis tanpa memperdulikan Antoni lagi.


"Hei kau mau kemana, aku belum selesai bicara. Kayla kemari kau,"


Antoni ikut turun dari bis.


Setelah kedua orang itu pergi para penumpang terlihat sangat bingung, mereka seperti mendapatkan tontonan menarik dipagi hari.


***


Kayla terus berjalan tanpa memperdulikan Antoni yang terus mengejarnya dibelakang.


Dia kali ini benar-benar kesal sepertinya.


Dasar pria tidak waras, dia membuat pagiku menjadi kacau saja.


Sementara kedua orang itu terus berkejar-kejaran dijalan tanpa memperdulikan orang lain, sekertaris Kim segera menelpon anak buahnya untuk segera membawakan mobil secepatnya ketempat mereka.


Setelah mobil sudah siap Antoni segera menggendong Kayla dan membawanya kedalam mobil.


"Apa yang kau lakukan, aku ingin pergi ketokoku cepat turunkan aku sekarang," terus memberontak.


"Diam, saja," memasukkan Kayla kedalam mobil.


Saat ini Kayla terus mengoceh tidak jelas. Antoni yang berada disampingnya dibuatnya sangat kesal kemudian.


Chuppp... Antoni mengecup sekilas bibir Kayla yang terus mengoceh itu agar diam.


Dan itu seperti senjata baru bagi Antoni untuk membuat ini diam seribu bahasa.


"Sudah selesaikan, sekarang diam lah. Aku akan mengantarmu ke toko rotimu itu,"


Kayla tidak berani mengangkat suaranya lagi. Dia menjadi diam seribu bahasa setelah mendapat kecupan singkat dari Antoni.


Wajahnya kini merah padam, dan jantungnya memacu begitu cepat.


Sementara Antoni yang melihat itu tersenyum kecil.


Bukankah dia sangatlah menggemaskan. Ucapnya dalam hati.


***


Disaat mobil sudah melaju, tinggallah sekertaris Kim ditempat itu seorang diri. Antoni meninggalkannya ditempat itu. Dia mengatakan tidak ingin diganggu oleh Siapapun.

__ADS_1


Tuan kau sangat tega kepadaku, kau bahkan meninggalkanku di sini sendirian. Nona anda benar-benar hebat rupanya. Tersenyum sambil berjalan menuju halte bis yang tadi, tempat mereka turun. Menunggu anak buahnya yang lain mengantarkan mobil untuknya juga.


__ADS_2