Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Peraturan aneh pertama


__ADS_3

"Terimakasih Kayla, terimakasih banyak," memeluk Kayla.


Kayla membalas pelukan kakak iparnya itu.


" Kakak ipar semoga saja semua masalahmu dapat terselesaikan dengan baik. Dan juga jangan khawatirkan Clara aku pasti akan menjaganya baik-baik," tersenyum didalam pelukan itu.


Sementara itu disisi lain seseorang sudah terbawa amarah karena melihat istrinya yang dipeluk oleh orang lain.


Apa-apaan itu kenapa mereka berpelukan seperti itu. Kakak bukannya tidak suka dengan Kayla lalu kenapa dia sekarang memeluk istriku. Berjalan mendekat kearah kedua wanita yang disayanginya itu.


"Kakak apa yang kau lakukan," berbicara dingin.


Reynata melepaskan pelukannya.


"Apa yang ku lakukan Antoni, aku tidak melakukan apapun," bingung dengan perkataan adiknya itu.


"Tidak melakukan apapun katamu, lalu apa maksudmu dengan memeluk istriku tadi,"


"Apa," Kayla dan Reynata sama-sama terkejut.


" Mas apa yang kau maksudkan hah, kakak ipar hanya memelukku bukan apa salahnya dengan itu," Ucap Kayla bingung.


" Kau masih bertanya, tentu saja salah bagaimana bisa kau memeluk orang lain selain diriku," merasa dirinya benar.


" Mas..," ucapannya terhenti.


" Jadi sekarang kau sudah benar-benar termakan oleh cinta yah. Dasar adikku yang lugu," mencubit pipi adiknya gemas lalu berjalan pergi begitu saja.


Apa yang kulakukan barusan Antoni pasti akan marah, dia paling tidak suka jika ada wanita yang menyentuhnya. Fikir Reynata, dan karena merasa takut gadis ini lebih memilih untuk melarikan diri dari tempat itu sebelum merasakan amarah Antoni.


Sementara itu Antoni terus saja menatap Kayla tajam.


"Kau kenapa sih mas, aneh sekali," ingin masuk juga menyusul kakak iparnya.


"Apa kau ingin kabur dari masalah ini," menahan tangan Kayla.


Memangnya masalah apa lagi yang aku perbuat, aku hanya memeluk kak Reynata, kalaupun dikatakan pria ini sedang cemburu bagaimana bisa aku memeluk seorang wanita dan dia adalah kakak iparku sendiri. Gerutu Kayla.


" mas kau taukan aku ini sedikit bodoh jadi bisakah kau menjelaskan apalagi kesalahanku sekarang,"


"Kau masih bertanya apa kesalahanmu hah, jelas-jelasnya kau berani memeluk orang lain selain diriku," mulai marah lagi kan.


"Mas aku benar-benar tidak habis fikir dengan dirimu. Aku memeluk seorang wanita dan dia adalah kakakmu sendiri, kenapa kau seperti menangkap diriku sedang selingkuh saja sih," gerutunya kecil namun masih bisa didengar oleh Antoni.


" Aku masih bisa mendengarmu gadis bodoh," menjentikkan jarinya kedahi Kayla pelan.


"Baguslah jika kau dengar," mengerucutkan bibir mungilnya.


"Kau masih ingat dengan kontrak perjanjian kita bukan,"


Cih dia mengingatkanku dengan kontrak itu lagi. Tentu saja tuan muda aku pasti tidak akan melupakannya bagaimana caramu memberikan kontrak itu dan memaksaku menandatangani nya. Lagi-lagi Kayla menggerutu didalam hati.

__ADS_1


"Tentu saja mas aku tidak mungkin lupa," tersenyum terpaksa.


"Kalau begitu kau pasti tau aturan utama dari kontrak itu bukan,"


"Iya aku tau," menjawab singkat dan datar.


"Kalau begitu mulai sekarang turuti perintahku, mulai sekarang kau tidak boleh berpelukan dengan orang lain selain diriku baik perempuan apalagi laki-laki kau mengerti,"


Yayaya terserah kau saja, aku malas berdebat denganmu. Lagi pula kenapa sempat-sempatnya kau cemburu disituasi semacam ini, ketika kakakmu dalam masalah rumah tangga yang bisa saja berdampak kedapa putrinya yang tidak tahu apa-apa itu.


"Baik mas," hanya menjawab malas.


" Baik sekarang peluk aku dulu, aku ingin menghilangkan bekas Kak Reynata tadi,"


Kayla menghela nafas kasar.


Turuti saja Kayla jangan memperpanjang hal ini karena perdebatan.


Akhirnya dengan malas Kayla memeluk tubuh Antoni.


Kayla melepaskan pelukannya kemudian ingin masuk kedalam.


"Ingat dengan peraturanku barusan," mengancam dengan tatapan mematikannya.


Kayla bergidik ngeri, dia hanya bisa tersenyum kemudian menganggukan kepalanya tanda mengerti.


***


" Mama mau kemana, mama kok ninggalin Clara sendiri," dengan wajah cemberut.


" Clara sayang mama ada urusan sebentar, jadi Clara tinggal sama paman dan juga bibik yah disini. Clara senangkan main sama bibik Kayla," berusaha menjelaskan kepada putrinya.


" mama Clara gak mau pisah sama mama," mulai menangis dan memeluk ibunya.


"Clara sayang," berusaha sekuat tenaga untuk tidak meneteskan air mata.


Antoni dan Kayla hanya terdiam melihat ibu dan anak itu.


"Mama gak boleh pergi, pokoknya gak boleh pergi," semakin mengeratkan pelukannya.


"Sayang mengertilah nak," berusaha melepaskan pelukan anaknya.


Antoni tiba-tiba saja terbayang akan masa lalunya lagi.


Masa lalu yang selalu membuatnya merasa takut.


Kayla yang sadar melihat perubahan ekspresi dari Antoni segera menggenggam tangan suaminya itu. Berusaha menenangkan suaminya agar tidak menjadi lemah dengan masalah ini karena hanya dialah yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini.


"Mama jangan pergi mah," air matanya sudah membasahi wajah manisnya.


"Mama cuman pergi sebentar kok Clara, nanti mama balik lagi kesini buat jemput Clara yah," terus membujuk anaknya.

__ADS_1


Clara terus menangis dan menggelengkan kepalanya, selama ini dia tidak pernah berpisah dari ibunya.


Dan apa yang dirasakan oleh Clara saat ini juga dirasakan oleh Antoni dan juga Kayla, mereka sama-sama ditinggalkan oleh orang yang mereka sayang.


Kayla menahan air matanya berusaha tidak menunjukkan kesedihannya, sedangkan Antoni dia merasa sedikit tenang karena genggaman tangan istrinya, genggaman tangan itu seolah mengatakan jika Kayla tidak akan meninggalkan Antoni sendiri.


" Kayla tolong jaga Clara yah," menatap Kayla sambil terus menahan tangisnya.


"Iya kak pasti,"


Kayla dan Antoni berjalan mendekati Reynata.


"Kakak ipar hati-hati yah," Kayla tersenyum, dia sebenarnya ingin memeluk wanita itu sebentar untuk sekedar menguatkannya karena Kayla tau jika sekarang ini adalah saat terberat bagi Reynata. Namun karena mengingat peraturan Antoni dia berusaha menahan dirinya.


" Bisakah aku memelukmu sebentar," ucap Reynata kepada Kayla.


Kayla menatap Antoni, berharap pria itu mengizinkannya. Namun Antoni justru mengeratkan genggaman tangan mereka seolah tidak rela.


"Kumohon sebentar saja," menatap Antoni.


Baiklah akan ku izinkan karena saat ini kau sedang membutuhkan sebuah dukungan. Tapi hanya kali ini tidak ada lain kali.


Antoni akhirnya melepaskan genggamannya tanda mengizinkannya.


Reynata dan Kayla berpelukan sebentar. Antoni berusaha menahan dirinya untuk tidak marah.


"Antoni Kayla kuharap kalian tidak memberitahu yang lain masalahku ini, aku tidak ingin yang lainnya menjadi khawatir,"


"Hemm baiklah," jawabnya dingin.


"Jaga putriku yah," menepuk bahu Kayla lalu berjalan keluar pintu.


"Ibuuuuu," Clara berlari dan memeluk ibunya.


"Sayang biar ibu pergi dulu yah,"


"Tapi ibu harus janji akan segera kembali," sambil sesegukan.


"Iya sayang ibu janji,"


Mereka membuat janji kelingking.


"Jangan nakal yah sayang jangan merepotkan paman dan juga bibikmu,"


Clara mengangguk mengerti.


Akhirnya Reynata pergi untuk menenangkan dirinya.


Sementara itu Kayla memeluk Clara berusaha menguatkan gadis itu.


Tapi lagi-lagi perasaan Antoni menjadi kesal, dia benar-benar tidak suka jika ada orang lain entah siapapun itu yang memeluk istirnya.

__ADS_1


Cih kenapa aku menjadi seperti ini sih.


__ADS_2