Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
panik


__ADS_3

" Sayang apa kau sudah tidur, bangunlah dulu aku sudah membikanmu nasi kuning sesuai dengan pesanan mu," ucap Antoni setelah meletakkan nasi kuning pesanan istri tercintanya itu.


" Emhhh mas, aku ngantuk," Hanya bergumam pelan kemudian melanjutkan tidurnya lagi.


Antoni hanya menggeleng pelan, dia sudah bisa menggoda jika Kayla pasti tidak akan memakan nasi kuning pesanannya karena alasan mengantuk.


Antonipun memutuskan untuk merebahkan dirinya disamping Kayla, lalu kemudian memeluk gadisnya itu dengan sangat erat.


***


Padahal sudah payah sekertaris Kim mendapatkan sebungkus nasi kuning itu, tapi justru malah disia-siakan begitu saja oleh Kayla.


Flash back.


Setelah mendapatkan perintah dari tuan mudanya itu sekertarisKim dengan segera melajukan mobilnya kearah rumah Kayla yang dulu.


Begitu sampai didepan sebuah rumah yang bisa dibilang cukup terawat dengan ornamen tanaman yang tersusun sangat rapi dihalamannya.


Susah payah sekertaris Kim untuk mendapatkan informasi tentang rumah yang menjual nasi kuning ini.


Tapi tentu saja siapa orang yang akan menjual nasi kuning dijam seperti ini.


Dengan ragu sekertaris Kim akhirnyaengetuk pintu rumah itu.


" Selamat malam, anda sedang mencari siapa yah," tanya seorang wanita ramah.


" Ahh saya ingin membeli nasi kuning," langsung pada intinya meskipun dengan sedikit ragu.


" Nasi kuning, apa kau sedang bercanda. Mana ada orang yang membeli nasi kuning dijam segini," ucap wanita itu yang memperhatikan sekertaris Kim dari atas hingga bawah.


Fikirannya tentang pria yang ada dihadapannya ini adalah rapi dan tampan tapi tidak waras.


" Saya mohon nyonya nasi kuning milik nyonya sekarang telah menjadi taruhan untuk hidup dan mati saya," ucap sekertaris Kim memohon, karena jika dia tidak mendapatkannya maka pastinya tuan mudanya akan menghukumnya.


" Tunggu jangan bilang jika ini untuk istrimu yang sedang mengidam," tanya wanita itu lagi.


Sekertaris Kim melongo seketika, bagaimana mungkin dia membeli untuk istrinya yang mengidam jika kekasih saja dia tidak punya. (Sebenarnya ada, tapi dianya aja yang kekeh kagak mau)


" Hahaha, baiklah kau tunggu disini. Kebetulan aku baru selesai membuatnya,"


Setelah mendapatkan seporsi nasi kuning ditangannya, dengan segera sekertaris Kim memberikan beberapa lembar uang untuk wanita itu.


" Ini nyonya, anggap saja sebagai terimakasih saya dan sekaligus permohonan maaf karena telah mengganggu anda dimalam hari seperti ini," ucapnya dengan sangat sopan.


" Ehh tidak perlu, ambil saja. Semoga bayinya sehat yah,"


Sekertaris Kim ingin menjelaskan keadaan yang sebenarnya namun wanita itu keburu masuk kerumah dan menutup pintunya rapat.


Akhirnya sekertaris Kim hanya menarik nafasnya dalam. Terserahlah toh dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan sekarang.

__ADS_1


***


Pagi harinya begitu Kayla membuka matanya dia sudah disambut dengan Clara yang duduk didekatnya sambil tersenyum lebar.


" Selamat pagi bibik," sapa Clara dengan riang.


" Selamat pagi sayang, kau sama siapa kemari," tanya Kayla sambil mengucek matanya.


" Sama nenek, katanya nenek kangen sama dedek Faris. Jadi kita kesini deh,"


Kayla hanya manggut-manggut tanda mengerti, kemudian segera kekamar mandi diikuti Clara.


" Bibik kapan kita akan ketoko kue lagi, aku ingin makan kue sekarang," tanya Clara antusias.


" Hemm bibik juga tidak tau sayang, pamanmu itu bahkan tidak membolehkan bibik untuk memasuki dapur lagi sekarang. Apalagi pergi keluar sendiri," ucap Kayla setelah memperbaiki penampilannya.


" Ahh tapi Clara pengen makan kue dari toko bibik yang enak itu," bujuk Clara.


" Bibik suruh orang antar kesini saja yah, biar kita bisa makan bersama,"


***


Kayla turun dengan menggandeng tangan Clara, begitu sampai dibawah dia sudah mendapati Antoni yang sibuk menyuapi Faris dengan buburnya, sedangkan nenek sedang sibuk mengajak ngobrol Faris.


" Selamat pagi nenek," sapa Kayla kepada nenek Antoni tersebut.


" Selamat pagi sayang," Antoni mengecup pipi Kayla sekilas.


" Hemm pagi," mengelap wajah Faris yang penuh dengan makanannya.


" Sayang apa kau masih ingin makan nasi kuning, jika masih aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkannya lagi untukmu," tanya Antoni sambil memasukkan sesendok besar makanan kedalam mulut Faris.


" Jangan banyak-banyak mas, kasihan Farisnya. Dan yah aku sudah tidak ingin makan nasi kuning lagi,"


" Lalu kau ingin makan apa sekarang, aku akan menyiapkan pelayan untuk menyiapkannya,"


" Hemm tidak tau, terserah sajalah," mengambil alih untuk menyuapi Faris.


Nenek yang sedari tadi melihat kedua pasangan dihadapannya itu hanya tersenyum bahagia. Dia begitu merasa sangat bahagia begitu melihat Antoni terlihat begitu perduli kepada anak dan istrinya itu.


" Bibik Kayla, kapan adek Faris bisa berjalan. Aku ingin bermain lari-larian dengannya," ucap Clara sambil memegang tangan kecil Faris.


" Tidak lama lagi sayang, nanti dia akan terus mengajakmu bermain dan membuatmu kesal," ucap Kayla.


" Iya benar, Faris sudah mau berusia satu tahun. Kapan kalian akan membuatkannya adik,"


Kayla langsung terbatuk-batuk tidak jelas. Sedangkan Antoni hanya menyengir tidak jelas, seolah memberi sebuah tanda jika sekarangpun dia sudah siap untuk membuatkan Faris adik.


Kayla memutar bola matantanya malas, ketika melihat tingkah laku suaminya yang seperti menginginkan sesuatu itu.

__ADS_1


" Doa kan saja nek," jawab Kayla seadanya.


Setelah sarapan bersama, Kayla berniat untuk bermain bersama Faris dan juga keponakannya Clara. Namun perasaannya tidak mendukung.


Kepalanya sangat pusing, dan perutnya terasa sangat mual sekali.


" Emhhh mas, perutku merasa tidak enak. Bisakah kau menjaga Faris sebentar," memberikan putranya kepangkuan Antoni.


" Sayang apa kau baik-baik saja," tanya Antoni khawatir.


" Emhh yah, aku hanya sedikit merasa tidak enak badan. Mungkin masuk angin,"


Kayla segera pergi menuju kamarnya.


Karena rasa khawatirnya, Antoni segera mengikuti Kayla setelah memberikan Faris kepada neneknya.


***


Kayla membaringkan tubuhnya diatas kasur, perutnya benar-benar sangat mual dan tidak nyaman sekarang.


" Sayang kau kenapa, apa perlu aku panggilkan dokter untukmu. Atau kita perlu kerumah sakit saja sekarang. Tidak aku harus menghubungi dokter dulu sekarang," ucap Antoni mulai panik ketika melihat wajah Kayla yang terlihat sedikit pucat.


" Mas aku tidak apa, sudahlah temani saja nenek dan jaga Faris yah," ucap Kayla sambil menutup matanya.


" Bagaimana bisa kau mengatakan dirimu baik-baik saja. Jika wajahmu sudah pucat begini hemm. Tunggu aku akan menghubt dokter dulu yah hemm, kau tenang saja yah. Jangan bergerak dan jangan melakukan apapun dulu sebelum dokter datang," menyelimuti Kayla dengan selimut.


" Mas aku sungguh baik-baik saja aku hanya butuh istirahat sedikit saja," ucapannya terpotong ketika Antoni sudah mulai membuat keributan lagi.


" Sum, Mut, Kamari cepat," teriak Antoni tepat diambang pintu membuat sang pemilik nama langsung saja berlari kearah Antoni.


" Ada apa tuan muda," tanya kedua orang itu ketika melihat Antoni yang begitu panik.


" Mut cepat hubungi dokter, dan suruh Kim segera kemari dan siapkan mobil sekarang juga,"


" Tapi ada apa tuan muda," pak Mut jadi ikut khawatir.


" Cepat turuti saja perintahku," ucap Antoni tegas.


Setelah pak Mut pergi menjalankan perintah Antoni tinggalah bik Sum yang terlihat tegang bercampur rasa khawatir.


" Sum siapa yang bertanggung jawab untuk makanan Kayla hari ini," tanya Antoni mengintrogasi.


" Maaf tuan seperti biasanya, yang menyiapkan makanan nona hari ini adalah para koki rumah yang langsung diawasi oleh saya sendiri,"


" Kumpulkan semua pelayan yang bekerja didapur, aku akan memberikan kalian semua pelajaran jika sampai terjadi sesuatu kepada istriku mengerti," ucap Antoni tegas.


Kayla yang mendengar itupun segera berlari kearah Antoni, melupakan rasa tidak enak badannya sebelum suaminya menghancurkan rumah itu karena kesal.


" Mas aku baik-baik saja sungguh," ucap Kayla sambil memeluk Antoni dari belakang

__ADS_1


__ADS_2