
Antoni memulai ekspedisinya didalam dapur yang dulunya tidak pernah sekalipun dia datangi.
Untuk pertama kali dalam hidupnya pria itu menyentuh sebuah pisau dapur dan memotong sayuran.
Antoni memang pernah sebelumnya membantu Kayla membuat kue, tapi membuat kue sangat jauh berbeda dari memasak makanan seperti ini.
Antoni perlahan memotong bawang, dia terus saja mengucek matanya yang berair. Kayla sudah mengatakan untuk tidak menggosok matanya dengan tangan, namun Antoni masih saja terus menggosok wajahnya itu.
" Mas jangan digosok dengan tangan, matamu akan tambah perih nantinya," ucap Kayla yang ingin membantu Antoni.
" Tidak diam disana, sudah kubilang bukan jangan coba-coba kau mendekati dapur. Disini sangat banyak sekali barang yang bisa membahayakan," ucap Antoni sambil masih berusaha memotong bawang itu.
" Memangnya apa yang bisa terjadi jika aku bekerja sedikit saja," gumam Kayla pelan.
" Kalau mas bilang artinya tidak sayang," menatap Kayla yang terus saja mengeluh.
Kayla hanya mengerucutkan bibirnya, tanda kesal dengan suaminya yang terkesan sangat berlebihan itu.
" Mas hati-hati saat memasukkan ikannya," ucap Kayla yang melihat Antoni ingin menggoreng ikan.
Namun Antoni langsung melempar ikan itu hingga masuk kedalam penggorengan yang berisikan minyak panas. Sehingga tangannya terciprat minyak panas.
Kayla yang kagetpun segera mendekati Antoni dan mengambil alih pekerjaannya. Kayla mengecilkan api pada kompor kemudian melihat tangan Antoni yang sepertinya telah melepuh itu.
" Akukan sudah bilang untuk berhati-hati, sudahlah ini salahku juga kenapa aku harus memintamu memasak. Padahal kau tidak bisa memasak," mengaliri tangan Antoni dengan air.
Akhirnya tugas memasak itu dilanjutkan oleh Bik Sum dan juga para pelayan yang lainnya.
Sementara itu Kayla sedang mengobati luka Antoni di ruang keluarga.
" Apakah sakit," mengolesi tangan Antoni dengan salep.
" Tidak sayang, rasanya sudah membaik jadi kau jangan menangis lagi yah," mengelus pucuk kepala Kayla yang terlihat sangat merasa bersalah.
" Tapi ini semua salahku, jika aku tidak menyuruhmu memasak kau tidak akan terluka seperti ini," malah tambah jadi.
" Sudahlah tidak apa," menarik istrinya yang kini sedang menangis kedalam pelukannya.
Antoni sudah mulai terbiasa dengan perasaan Kayla yang sangat sensitif ini, dia akan sangat mudah tertawa tapi diwaktu berikutnya dia akan menangis tanpa alasan yang jelas.
" Apa perlu kita panggil dokter, atau kita perlu kerumah sakit sekarang," bertanya kepada Antoni.
" Tidak usah, bukankah kau sudah mengobatinya. Bagiku hanya kau lah obat terbaik didunia ini," tersenyum hangat kepada Kayla.
Ucapan itu malah membuat Kayla semakin menjadi.
__ADS_1
" Huuuuu mas aku bukan istri yang baik bukan aku membuat suamiku terluka," menangis semakin kencang.
" Tidak sayang, bukan itu yang aku maksudkan. Sudah yah jangan menangis lagi oke, bagaimana jika kita jalan-jalan besok," membujuk Kayla.
Mendengar kata jalan-jalan membuat tangis gadis itu berhenti seketika.
" kita jalan-jalan ketaman hiburan lagi yah," ucapnya yang kini sangat bersemangat.
" Tidak boleh sayang disana sangat berbahaya untukmu,"
" Huuuuu," mulai menangis lagi.
" Ahh baiklah kita akan pergi kesana besok, tapi tidak boleh naik wahana yang berbahaya lagi,"
Kayla hanya tersenyum kemudian memeluk Antoni, sungguh suasana hatinya benar-benar cepat sekali berubah.
Setelah makan malam Kayla berencana untuk menonton tv terlebih dahulu, tapi lagi-lagi Antoni tidak mengizinkannya. Katanya dia harus banyak istirahat.
Ketika selesai menidurkan wanitanya Antoni pergi keruang kerjanya untuk bertemu dengan sekertarisnya yang sudah menunggu sejak tadi.
" Tuan muda," kata sekertaris Kim kepada Antoni yang baru saja masuk kedalam ruangan.
" Kim bagaimana dengan perintahku yang tadi apakah sudah selesai," melihat sekertarisnya itu.
" Sudah tuan muda, saya sudah pastikan keamanan dari setiap sudut taman bermain," menjawab dengan keyakinan penuh.
" Semuanya berjalan lancar tuan muda, dan rencananya tiga hari lagi akan diadakan peresmian pusat perbelanjaan baru dinegara XX, jadi saya sudah menjadwalkan keberangkatan tuan muda kesana selama dua hari," memberikan sebuah buku agenda kepada Antoni.
" Perjalanan bisnis maksudmu," tanya Antoni memastikan.
" Iya tuan muda,"
" Jika aku pergi bagaimana dengan Kayla, dia tidak pernah jauh dariku selama ini. Bahkan dia tidak bisa tidur jika aku tidak berada didekatnya dan memeluknya," gumam Antoni pelan.
" Kalau begitu apa perlu saya menyiapkan juga keberangkatan untuk nona,"
" Tidak dia harus banyak istirahat, dia juga tidak boleh bepergian jauh," bergumam lagi, namun masih bisa didengar oleh sekertarisnya itu.
" Kalau begitu saya akan katakan jika tuan muda tidak bisa menghadiri peresmian itu,"
" Tidak Kim, itu pasti tidak akan baik. Aku akan pergi lagi pula hanya dua hari saja bukan aku yakin Kayla bisa bertahan tanpaku selama dua hari," ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.
Sudah pasti nona akan bertahan tuan muda, justru dua hari itu akan menjadi hari kemerdekaan baginya. Orang yang harusnya dikhawatirkan disini adalah anda sendiri, karena saya yakin jika anda tidak akan bisa bertahan bahkan hanya satu detik saja tanpa ada nona muda. Ucap sekertaris Kim dalam hati.
" Kim," ucap Antoni membuka pembicaraan setelah tercipta keheninga. yang cukup lama diantara mereka.
__ADS_1
" Iya tuan muda," jawabnya.
" Sampai kapan kau melarikan diri dari situasi ini," menatap sekertaris Kim serius.
Sekertaris Kim langsung tau apa yang dimaksud oleh tuan mudanya itu.
" Saya tidak melarikan diri dari apapun tuan muda," jawabnya pasti.
" Kau yakin, tapi kenapa kau tidak menemuinya tadi,"
" Saya ada keperluan mendadak tadi," mencari alasan yang tepat.
" Aku tau kau tidak suka jika ada orang lain yang ikut campur dengan urusanmu Kim, tapi ku sarankan temui dia sekali saja," ucap Antoni sebelum pergi dari ruangan itu, karena takut Kayla terbangun dan mencarinya.
Tidak ada jawaban dari pria itu, dia hanya diam seribu bahasa ketika membahas masalah ini.
Antoni hanya menepuk bahu sekertarisnya pelan kemudian segera pergi dari sana.
Setelah Antoni pergi sekertaris Kim masih terpaku ditempatnya, ingatannya kembali berputar ke sepuluh tahun yang lalu.
" Maafkan saya tuan muda, tapi kali ini saya tidak akan menuruti perintah anda," lirih sekertaris Kim pelan.
***
Sementara itu ketika Antoni memasuki kamar tatapan tajam sudah menyambut dirinya.
" Kau dari mana mas," tanya pemilik dari mata tajam itu.
" Aku tadi habis dari ruang kerjaku, kenapa kau terbangun," berjalan kearah Kayla.
" Kau fikir anakmu bisa tidur jika kau tidak ada," berbaring didada Antoni.
" Baiklah sekarang aku sudah disini bukan, jadi tidurlah lagi," mengelus kepala Kayla yang bersembunyi didadanya.
" Sayang," lirih Antoni pelan.
" Hemm,"
" Aku memiliki perjalanan bisnis besok lusa,"
" Hem lalu,"
" Aku akan pergi keluar negri selama dua hari,"
" Hemm baiklah," masih belum sadar maksud Antoni.
__ADS_1
" Apakah tidak apa jika kau tetap disini,"
" Hem," Kayla tiba-tiba terdiam, dia menatap wajah Antoni yang kini juga menatapnya.