
Kayla masuk kedalam kamar mandi kemudian menutup pintunya. Kini gadis itu berdiri didepan cermin sambil menatap dirinya sendiri dicermin. Dengan wajah yang merah padam dan detak jantung yang tak beraturan Kayla berusaha menetralkan nafasnya.
Sementara itu Antoni terus saja tersenyum melihat tingkah malu dari istrinya.
"Paman es, apakah permainannya sudah selesai. Aku sudah bosan," ucap Clara. (Author kasian deh sama sih Clara. Mau aja dibohongin sama sih Antoni).
Antoni memejamkan matanya, kemudian memperbaiki posisi duduknya.
"Paman juga tidak tahu, dimana bibik Kayla. Siapakah yang menang," berpura-pura mengikuti permainannya.
"Paman es Clara sudah capek, Clara nyerah deh," membuka matanya.
"Berarti paman yang menang yah," membuka matanya juga kemudian tersenyum penuh kemenangan. (Antoni bisa dibilang sekali tembak dapat dua burung. Atau gimanayah pepatahnya author lupa).
***
Kayla keluar dari kamar mandi ketika dia sudah bisa mengatur detak jantung dan juga nafasnya.
"Mas kau belum turun," tanyanya ketika melihat Antoni masih ada dikamar.
"Belum," jawabnya singkat.
"Lalu Clara mana," bertanya karena tidak melihat Clara.
"Dia sudah turun diluan bersama sekertaris Kim," jawabnya tanpa menoleh kearah Kayla.
"Kalau begitu kenapa kau tidak turun juga,"
"Tentu saja karena aku menunggumu," berjalan kearah Kayla.
"Eh menungguku," menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kau fikir siapa lagi. Jika kau sudah selesai menenangkan dirimu yang malu itu ayo kita turun sekarang karena aku sudah lapar,"
ehhh dari mana dia tau jika aku menenangkan diriku karena sangat malu. Kayla bergumam dalam hati tidak percaya.
"Lihat saja wajahmu yang memerah itu, siapa yang tidak tahu jika kau sedang sangat malu sekarang ini," mendekatkan wajahnya.
Benar juga kenapa aku bisa lupa kalau pria dihapanku ini bisa membaca fikiran. Ehh tapi apakah wajahku benar-benar kelihatan merah. Ahhhhhhh ini semakin membuatku malu. Aku ingin menenggelamkan diriku didalam lautan saja. Jeritnya dalam hati.
Antoni tersenyum kemudian berjalan kearah pintu.
"Apa kau hanya ingin tetap disini bergelut dengan fikiranmu itu atau kita turun dan makan malam," ucap Antoni sambil menggoda istrinya.
"Ahhh iya ayo kita turun," mengikuti Antoni untuk turun kebawah.
***
Antoni dan Kayla masuk kedalam ruang makan, dan disana sudah ada Clara yang sedang bercanda dengan sekertaris Kim.
Kayla yang melihat hal paling langkah seduniapun sangat terkejut.
Wahhh Clara benar-benar luar biasa bahkan manusia panekin tuannya ini bisa tersenyum jika bersama dengannya. Tapi wajar sajasih sekertaris inikan hanya mengikuti tuannya saja jika tuannya menyukai Clara maka sudah pasti dia akan menyukainya juga. Tapi alangkah bagusnya jika aku memotretnya kemudian menjualnya di museum pasti aku akan sangat kaya nantinya karena telah mendapatkan momen langkah. Bergelut dengan fikirannya sambil tersenyum sendiri.
Antoni yang bingung melihat Kayla yang hanya diam berdiri sambil terus tertawa tidak jelas segera menarik tangan gadis itu hingga membuatnya terkejut.
"Bibik Kay, paman es," menyapa ramah kepada kedua orang yang baru datang itu.
__ADS_1
"Hai sayang," ucap Kayla ramah.
Bik Sum menarik kursi untuk Kayla duduk, gadis itu hanya menatap kesal kearah bik Sum.
Nona sepertinya masih sangat kesal dengan sifat saya tadi. Fikir bik Sum.
Acara makan malampun dimulai. Satu persatu hidangan disajikan diatas meja.
"Bibik Kay aku ingin disuap, mama biasanya akan menyuapiku makan jika makan malam," ucap Clara.
"Baiklah," ucap Kayla.
"Tidak," ucap Antoni tiba-tiba.
"Tapi kenapa mas, sudah tidak apa kemari Clara bibik akan menyuapimu," menyuruh Clara untuk pindah duduk didekatnya.
"Jika aku bilang tidak berarti tidak," ucapnya tegas.
"Tapi kenapa," Kayla bingung karena Antoni juga tidak akan direpotkan dengan hal ini fikirnya.
"Clara kau sudah besar jadi kau harus makan sendiri," ucapnya lagi.
"Tapi Clara biasa disuapi oleh mama jika makan malam paman," mulai sedih.
Kayla yang tidak tega dengan Clara tidak perduli dengan larangan Antoni.
"Clara sayang kemari bibik akan menyuapimu," sambil tersenyum manis.
"Ta...," ucapannya terpotong.
"Mas aku akan menerima hukumanku nanti apapun itu aku tidak akan menolak," berbisik kepada Antoni.
Clara segera pindah duduk didekat Kayla, dan Kayla mulai menyuapi gadis itu.
Tapi karena sifat cemburu Antoni yang berlebihan, dirinya menjadi sangat geram dengan hal itu.
"Suapi aku juga," ucapnya yang tiba-tiba.
Bukan hanya Kayla yang terkejut tetapi semua orang yang berada diruangan itu sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan Antoni barusan.
"Apa mas," ingin memastikan pendengarannya.
"Suapi aku juga," jawabnya dingin.
"Tapikan paman sudah besar jadi paman harus makan sendiri," Ucap Clara yang membalas Antoni.
"Kenapa bibik Kaylakan istri paman, jadi paman juga ingin disuapi," masih dengan nada yang dingin.
Kayla tersenyum berusaha menahan tawanya, dan bukan hanya Kayla tapi ketiga orang yang sangat setia dengan Antoni juga berusaha menahan tawa mereka.
"Baiklah, aku akan menyuapimu juga yah," sambil tersenyum.
Mulailah acara makan malam dengan tema suap menyuap, bagaimana tidak disebut begitu jika Kayla menyuapi kedua orang itu bergantian dan dirinya juga terus disuapi oleh Antoni. (Kalian bisa bayangkan sendiri yah gimana modelnya.)
Setelah makan malam suap menyuap itu mereka pergi keruang keluarga untuk sekedar menghabiskan waktu dan merilekskan perut mereka yang kini sudah terisi penuh.
"Bibik Kay Clara ngantuk," terus menguap dengan mata yang sayu.
__ADS_1
"Kau ingin tidur baiklah ayo kita kekamar sekarang," ingin membawa Clara kekamarnya.
"Kau akan membawa Clara kemana," Antoni bertanya sambil menatap tajam kearah istrinya.
"Aku akan membawa Clara kekamar mas dia sudah mengantuk," jawabnya santai.
"Maksudku kekamar mana kau akan membawanya,"
"tentu saja kekamar kita dia juga akan tidur disana bersama kita bukan,"
"APA," terlihat sangat terkejut. "Clara akan tidur dikamarnya sendiri dia itu sudah besar," ucapnya lagi. "Lagi pula dia pasti akan mengganggu jika tidur dikamar bersamamu," bergumam pelan.
"Tapi mas dikamar mana Clara akan tidur jika bukan dikamar kita,"
"Kau fikir dirumah ini ada berapa kamar,"
Baiklah-baiklah kenapa juga aku bertanya pertanyaan seperti itu.
"Apakah Clara bisa tidur sendiri, dia pasti akan takut bukan, benarkan Clara," bertanya kepada Clara yang sepertinya sudah setengah sadar.
Clara hanya mengangguk kecil menanggapi Kayla karena sudah sangat mengantuk.
"Sekertaris Kim sudah menyiapkan kamar untuknya, dan dia akan tidur dengan bik Sum," ucapnya lagi.
"Tapi mas," Ucapannya terpotong.
"Tidak ada tapi-tapi, kau ingat bukan peraturan utama pada kontrak," mengingatkan lagi masalah kontrak.
Apakah kau tidak bisa berhenti membawa perjanjian itu. Dan peraturan utama apa yang kau katakan, dikontrak itu jelas-jelas hanya ada satu peraturan. Kayla bergumam didalam hati lagi.
"Tapi apa kau yakin Clara akan tidur dengan bik Sum," bertanya tidak yakin karena mengingat perilaku wanita itu.
"Kenapa memangnya, Clara sudah mengenal bik Sum sejak masih bayi jadi tidak ada masalah apapun bukan,"
Tentu saja kenapa aku khawatir, bik Sum tunduk kepada tuannya ini. Dia pasti tidak akan terlalu mengusik Clara karena Antoni hanya mengekang diriku saja.
"Baiklah," akhirnya menerima keputusan Antoni.
Setelah Bik Sum sudah membawa Clara kekamarnya. Antoni berbisik kepada Kayla.
"Baiklah ayo sekarang kita kekamar kita juga," bisiknya.
" Tapi aku belum mengantuk," Ucap Kayla.
"Siapa bilang kita akan langsung tidur,"
"Lalu kita akan melakukan apa," tanyanya tidak mengerti.
"Bukankah kau harus menerima hukumanmu,"
"Tapi bukannya kau tadi juga kusuapi yah, jadi tidak seharusnya aku mendapat hukuman bukan," berharap hukumannya dibatalkan.
"Siapa yang bilang, aku tidak mengatakan apapun tentang hukuman tadi kau sendirilah yang ingin dihukum bukan," ucapnya mengingatkan Kayla.
"Baiklah hukuman apa yang akan kau berikan, apa tidak bisa dilakukan disini sekarang,"
"Apa kau yakin ingin melakukannya disini, tapi aku sarankan hukuman ini harus dilakukan dikamar, tepatnya diatas kasur," berbisik kepada Kayla, dan menekankan kata diatas kasur.
__ADS_1
Hukuman jenis apakah yang akan Kayla dapatkan Kayla kali ini.