
Antoni tetap ngotot tidak ingin dipanggilkan dokter apalagi kerumah sakit.
" Memangnya kenapa kau tidak ingin kedokter hah," ucap Kayla sambil memberikan segelas jus kepada Antoni.
" Tidak mau yah tidak mau," mengambil jus itu.
"Jika tidak ada yang jelas aku pasti akan membawamu kedokter bagaimanapun caranya," mulai memelototi Antoni.
" Baiklah ini karena aku takut disuntik," ucapnya hampir berbisik.
Kayla menatap Antoni sesaat kemudain tertawa sangat keras.
" Sungguh aku tidak menyangka jika pria berotot dan kuat sepertimu takut disuntik," masih menertawakan Antoni.
" Ya terus saja kau tertawa seperti itu, lihat saja nanti kau pasti akan dapat hukuman," ingin meminum jus itu.
Tapi lagi-lagi saat Antoni menyium bau dari jus itu dia tiba-tiba merasa sangat mual.
Kaylapun berhenti tertawa.
"Apakah kau masih mual mas," tanyanya mengambil jus dari Antoni.
" Aku tidak bisa mencium baunya, itu membuatku sangat mual. Berikan saja aku air biasa,"
Kayla memberikan Antoni air hangat untuk membuat perutnya lebih baik.
" Kau sebaiknya istirahat saja dulu, aku akan memberitahu sekertaris Kim untuk memanggilkan dokter untukmu," ingin pergi dari kamar.
Antoni menahan tangan Kayla berharap gadis itu tidak memanggil dokter untuknya.
" Mas dengarkan aku," menatap Antoni.
Antoni hanya akhirnya hanya bisa pasrah.
Setelah beberapa saat seorang dokter datang bersama dengan asistennya.
" selamat siang tuan dan nona Wijaya," ucap dokter itu menyapa Antoni dan juga Kayla.
" Dokter tolong periksa suami saya, sejak pagi dia terus saja mual. Bahkan dia tidak bisa makan apapun," ucap Kayla kepada dokter itu.
Antoni mentap tidak suka kearah Kayla yang berbicara dengan dokter pria.
" Baiklah tuan Antoni saya akan periksa sekarang yah," mulai mengeluarkan alat-alat miliknya.
" Tidak ada masalah serius nona, tuan Antoni hanya kelelahan dan terlalu banyak fikiran sehingga menyebabkan asam lambungnya naik," jelas dokter itu.
"Jadi bagaimana dok??,"
" Saya akan memberikan resep obat, tapi saya sarankan untuk disuntik vitamin agar kondisinya cepat puli dan staminanya ada lagi," jelas dokter itu.
" Tidak perlu, berikan saja obat tidak perlu disuntik," Antoni langsung menolak.
" Lakukan saja dokter jika itu bisa membuatnya lebih baik lagi," ucap Kayla.
" Aku tidak mau disuntik," menolak lagi.
__ADS_1
Kayla berjalan mendekati Antoni kemudian duduk disampingnya.
" Kau tenang saja rasanya tidak akan sakit, hanya seperti digigit semut saja," bujuk Kayla kepada Antoni.
" Tapi," ucapanya terpotong melihat tatapan mata Kayla.
" Baiklah," ucap Antoni.
Antoni melihat jarum suntik yang sudah siap menembus kulitnya itu.
"Mas lihat kearahku saja," membalikkan kepala Antoni untuk menatapnya.
" Saya mulai yah," ucap dokter itu sambil mengarahkan jarum suntik ketangan Antoni.
Antoni menatap manik istrinya ketakutan, tangannya juga memegang tangan Kayla kuat.
" Oke sudah selesai," ucap dokter itu.
" ehh benar-benar sudah selesai," tidak percaya, bahkan dia tidak merasakan apa-apa.
" Lihat bukan tidak sakit sama sekali, begitu saja kau sangat susah," ucap Kayla.
Setelah dokter itu pergi Kayla menatap Antoni yang sedang sibuk dengan ponselnya.
" Mas kau ingin makan apa," tanya Kayla.
" Tadi aku melihat makanan yang sangat enak sayang diponsel, aku ingin makan makanan itu,"
" Makanan apa,"
" Aku ingin makan makanan instan sayang sepertinya sangat menarik,"
" Aku ingin itu pokoknya aku ingin sesuatu yang instan,"
" Tidak boleh mas, kau sedang sakit. Aku akan menyeruh bik Sum membuatkan sesuatu yang baik untukmu,"
" Ahh sayang," merengek seperti seorang anak kecil.
" Kau melarangku bukan, jadi kau juga tidak boleh makan makanan itu,"
Antoni cemberut mendengar istrinya yang mengomel itu.
***
Hari ini kondisi Antoni lebih baik.
" Mas apakah kita jadi pergi berkencan," tanya Kayla yang sejak bangun tidur sudah sangat bersemangat.
" Tentu saja aku sudah menyiapkan semuanya untuk kencan pertama kita,"
Kayla merasa sangat bahagia.
Merekapun berangkat berkencan berdua saja, tanpa ada pengawalan seperti biasanya. Mereka kini hanya menjadi Antoni dan Kayla sepasang kekasih biasa yang ingin menikmati waktu bersama, bukan seorang tuan dan nona muda keluarga Wijaya.
Awalnya Antoni ingin seperti biasanya dengan pengawalan dan juga didampingi sekertarisnya, namun tentu saja Kayla yang terus merengek ingin pergi hanya berdua saja membuatnya harus mengikuti kemauan dari si nona muda itu.
__ADS_1
Mereka Kini berada didalam sebuah pusat perbelanjaan yang sebenarnya tidak lain adalah milik keluarga Wijaya.
Kayla merasa sangat senang, dia bahkan menarik tangan Antoni dengan sangat gembira. Sambil sedikit berlari-lari kecil untuk menghampiri toko yang menarik baginya.
" Mas ayo kita melihat baju disana," menarik tanagan Antoni.
" Tidak, itu hanya toko baju biasa. Disana juga sangat ramai. Ayo kita pergi ketoko yang biasa kita gunakan," ingin mengajak Kayla untuk berbelanja ditoko brend terkenal.
" Tidak mau, aku ingin merasakan aroma diskon dari toko itu," menarik Antoni dengan sekuat tenaganya, hingga pria itu terpaksa mengikuti Kayla.
Kayla terlihat sangat bersemangat ketika melihat semua barang diskon, matanya berbinar melihat persenan diskon itu.
" Wahh mas sepertinya ini cocok denganmu," mengambil sebuah baju untuk Antoni.
" Aku tidak bisa memakai baju seperti itu,"
Kayla hanya menatap malas kearah Antoni.
Kemudian matanya tertuju kepada sebuah baju kaos coupel yang terpajang.
" Mas ayo beli ini, kau satu aku satu bukankah ini sangat bagus. Gambar hatinya setengah-setengah jadi jika kita memakainya bersama dan berdekatan hatinya akan menjadi satu," ucapnya semangat.
" Baiklah itu bisa aku terima karena ada lambang hatinya,"
Kayla sangat bersemangat ketika berbelanja, bahkan parahnya lagi Antoni sampai membayar lima kali lipat sebuah baju yang ingin dibeli oleh Kayla, karena ada orang lain juga yang ingin mengambilnya.
" Fyuhh bukankah sangat menyenangkan sekali," berjalan sambil menggandeng tangan suaminya yang kini penuh dengan tas belanjaan.
Seumur hidupku aku tidak pernah membeli baju dengan harga ratusan ribu, bahkan aku tidak pernah memilih sendiri semua pakaianku apalagi ini membawa sebuah tas belanjaan dan berkeliling mol. Gumam Antoni dalam hati.
" Mas aku lapar," ucap Kayla memasang wajah imutnya.
" Kau ingin makan apa,"
" Ayo aku akan tunjukkan tempat makan yang paling enak disini," menarik Antoni keluar dari mol.
" Sebenarnya aku mau nonton dulu, tapi sepertinya sangat padat sekali," ucap Kayla yang sedikit kecewa karena tidak bisa menonton.
" Apakah kau lupa jika dirumah ada bioskop pribadi, kita bisa menonton disana dengan tenang tanpa ada yang mengganggu," fokus membawa mobil kearah yang ditunjuk oleh Kayla.
" Tapi rasanya pasti sangat berbeda,"
" Kalau begitu ayo kembali kesana, aku akan memberikanmu bioskop itu,"
" Kau mengatakan hal itu dengan sangat mudah seperti ingin membeli sebuah permen saja," gumam Kayla.
" Mol itu milikku," jawabnya singkat.
" Yah tentu saja, kenapa aku lupa jika kau adalah seorang Antoni Wijaya. Sudahlah kita pergi makan saja sekarang,"
Antoni sangat tidak percaya jika Kayla membawanya ketempat yang tidak pernah sedikitpun terbesit di otaknya itu.
" Aku tidak mau kesana,"
" Sudah terlanjur ayo kita kesana tidak boleh menolak,"
__ADS_1
" Kenapa,"
" Karena ini hari kencanku. Kau tidak boleh mengacaukannya,"