
Pagi ini sekertaris Kim membawakan pakaian dan juga makanan kerumah sakit untuk Antoni dan Kayla.
Ia sudah harus bangun sangat pagi untuk menyiapkan itu semua.(mari apresiasi untuk sekertaris Kim yang sudah bekerja keras selama ini).
Kini Antoni dan Kayla sedang menikmati sarapan mereka bersama.
"Makanlah yang banyak, jangan hanya mengaduk aduk makananmu seperti itu," Antoni memperhatikan istrinya hanya mengaduk aduk makanannya saja.
Kayla tidak merespon Antoni, saat ini pikirannya hanya tertuju kepada ayahnya.
Melihat kondisi istrinya yang seperti itu, Antoni mendekati istrinya dan duduk di ranjang tempat tidur juga. Ia membelai rambut istrinya lembut. Seolah menyalurkan kasih sayangnya untuk gadis itu.
"Makanlah, jika kau sudah lebih baik aku berjanji akan membawamu menemui ayahmu," sambil menyodorkan sendok di depan mulut istrinya.
Mendengar hal itu Kayla langsung membuka mulutnya. Antoni menyuapinya, hingga makanannya habis.
"Aku sudah makan kan, tolong bawa aku menemui ayah aku sangat khawatir padanya," dengan suara serak.
"Baik sekarang makan obatmu dulu, lalu kita bisa mengunjungi ayahmu," memberikan obat dan juga air minum.
Dengan cepat Kayla meminum obat itu. Ia sangat ingin menemui ayahnya saat ini. Meskipun Antoni sudah mengatakan jika ayahnya baik-baik saja, tapi tetap saja dia masih sangat khawatir akan kondisi ayahnya. Mungkin gadis ini baru bisa tenang ketika sudah melihat sendiri kondisi ayahnya.
***
Saat ini keadaan rumah sakit kembali heboh, setelah mendengar kabar jika Antoni ingin membawa istrinya menemui ayahnya. Dia mengancam jika ada satu kesalahan saja yang terjadi pada saat dia membawa Kayla maka ia pasti akan menutup rumah sakit ini.
__ADS_1
Saat ini Kayla duduk dikursi roda yang didorong langsung oleh Antoni, gadis ini terlihat sangat bingung akan situasi yang terjadi. Bagaimana tidak, lorong yang ia lewati sejak tadi tidak ada sama sekali orangnya, para perawat yang seharusnya mondar-mandir mengecek kondisi pasien juga tidak ada, bahkan rumah sakit itu seperti tidak memiliki pasien saja. Dan lagi pengawalan yang diberikan saat ini sangatlah berlebih ada sekertaris Kim yang berjalan dibelakang tuannya tanpa menunjukkan sedikitpun ekspresi, ada para dokter yang sepertinya merupakan para petinggi rumah sakit, dan parahnya dibelakangnya lagi ada para bodyguard yang siap memangsa siapa saja yang ingin menyakiti tuan mereka.
Sudah lah Kayla kau harus mulai terbiasa dengan semua ini, aku harus terbiasa memiliki suami yang aneh seperti tuan Antoni. Ucap Kayla dalam hati.
Saat ini mereka sudah berada di depan sebuah pintu ruangan yang tertutup, dua orang perawat segera bergegas membukakan pintu dan segera menyambut kedatangan mereka.
Kenapa aku merasa seperti aku akan mendatangi kepala negara ya. Lagi-lagi Kayla berbicara dalam hatinya.
Fikirannya tentang semua itu seakan berhenti ketika melihat tubuh tua renta yang sudah membesarkannya itu terbaring tak berdaya di tempat tidur. Melihat berbagai macam peralatan canggih yang menempel pada tubuh ayahnya, untuk membantu pria itu agar bisa tetap hidup dada Kayla terasa sesak, matanya terasa sangat panas hingga menumpahkan butiran bening dimatanya.
"Ayah," lirihnya sendu menggenggam tangan keriput ayahnya.
Sedangkan wanita yang selama ini dipanggil ibu oleh Kayla duduk dikursi dengan tatapan seakan menunjukkan ketidak sukaan kepada putri yang bukan darah dagingnya ini, ia pasti tidak menyangka jika anak yang sangat ingin ia buang itu hidup nyaman bersama suaminya.
Antoni menepuk bahu istrinya seolah menguatkannya agar tidak menangis lagi.
"Ayah, maafkan aku, aku bukan putri yang baik, aku bahkan tidak bisa menjaga ayah dengan baik, putri macam apa aku ini, bahkan aku saja tidak bisa menjaga ayah selama ayah sakit," Kayla berbicara sambil menangis, dia menyalahkan dirinya atas semua kejadian yang menimpa ayahnya, dia merasa jika ayahnya yang selalu bersifat dingin kepadanya selama ini karena dia memang bukanlah anak yang baik.
Sejak kecil Kayla selalu haus akan kasih sayang, semenjak kepergian ibunya dan kedatangan ibu tirinya hidup Kayla benar-benar terpuruk. Tidak ada kasih sayang yang ditunjukkan oleh ayahnya. Demi mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya Kayla menjadi anak yang sangat baik, dia tidak pernah meminta apapun, dia selalu menuruti perintah orang tuanya, ia selalu rajin belajar agar mendapatkan berbagai macam prestasi semua itu dilakukannya dengan harapan jika dia bisa menjadi anak baik dan juga membanggakan ayahnya pasti akan menyayanginya. Jadi dia selalu merasa jika dirinya tidak pernah berhasil menjadi anak yang baik apalagi membanggakan, karena ayahnya tak pernah perduli dengannya. Begitu lah Kayla hidup dengan menyalahkan dirinya atas semua kebencian dan juga penghinaan yang dia dapatkan.
"Ayah, kumohon bangunlah. Kau selalu ingin melihatku pergi bukan agar aku tidak mencari gara-gara dengan ibu. Maka aku janji setelah ayah sadar aku akan pergi jauh, aku tidak akan mengganggu hidup siapapun lagi. Aku tidak akan memperlihatkan wajahku lagi dihadapan kalian," ucapnya dengan masih menggenggam tangan ayahnya.
Mendengar Kayla mengatakan itu si ibu tiri mengukir senyuman bahagia, akhirnya gadis yang selama ini dianggap menghalangi kebahagiaannya bersama suaminya.
Antoni yang melihat senyuman licik diwajah wanita itu, sangatlah kesal seakan kebenciannya pada wanita ini benar-benar sudah mencapai titik puncak.
__ADS_1
Selama ini dia hanya mendengar dari sekertaris Kim bagaimana wanita itu memperlakukan istrinya.
Antoni saat ini sedang benar-benar tersulut emosi namun berusaha mengendalikan dirinya. Dia bersumpah akan membuat penyihir wanita ini berlutut dihadapan istrinya.
***
Antoni ingin membawa Kayla kembali kekamarnya, karena gadis ini harus istirahat juga. Tapi sepertinya Kayla masih ingin bersama dengan ayahnya.
"Ayo kita kembali kekamar mu dulu ya, kau harus istirahat juga kan," ucapnya lembut.
"tidak aku ingin bersama dengan ayah," membantah tanpa menoleh sedikitpun.
Antoni yang ingin istrinya beristirahat itupun menggunakan cara lain untuk membawa istrinya kembali keruangannya.
"Aku bilang ayo kembali sekarang kekamar mu, ini adalah perintah kau ingin aku menghukummu," ucapnya dengan nada yang galak.
"Tidak kau kembali saja aku masih ingin disini bersama dengan ayahku, kau juga bisa menghukum ku nanti aku tidak perduli,"
Mendengar ucapan istrinya itu, Antoni semakin geram dia kemudian menundukkan kepalanya dan membisikkan sesuatu yang membuat tubuh Kayla gemetar ketakutan
"Jika kau tidak kembali sekarang juga, akan aku pastikan jika ayahmu tidak akan selamat," ancamnya, karena benar-benar geram dengan istrinya yang keras kepala.
Walaupun itu hanya sekedar ancaman namun bagi Kayla itu adalah sebuah bom waktu yang akan segera meledak jika dia tidak segera menuruti perintah Antoni.
Akhirnya dengan terpaksa Kayla mengikuti perintah Antoni dan mau kembali kekamarnya, mesikipun berat baginya meninggalkan ayahnya, terlebih lagi dengan penyihir tua itu, yang hanya sibuk bersenang-senang dan berfoya-foya bersama para teman-teman nya.
__ADS_1